Taiz: Dua anak-anak tewas, tiga warga sipil terluka, dan empat orang diculik dalam serangkaian serangan kelompok pemberontak Houthi di Provinsi Taiz, Yaman, dalam 24 jam terakhir, menurut Informasi kelompok Yemen Network for Rights and Freedoms pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dalam pernyataannya, Yemen Network for Rights and Freedoms mengatakan telah mendokumentasikan 21 tindak kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan Houthi selama 24 jam terakhir di Provinsi Taiz. Insiden tersebut termasuk penembakan sekitar 213 proyektil ke kawasan permukiman.
“Tiga warga sipil, termasuk dua perempuan, mengalami berbagai luka, sementara empat warga lainnya diculik dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahui,” kata kelompok tersebut, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Organisasi itu juga menuduh Houthi terus mengepung wilayah tersebut serta membatasi pergerakan warga sipil dan pengiriman kebutuhan pokok.
Menurut kelompok tersebut, Houthi menggerebek dan menjarah tiga rumah di kawasan al-Hujariya, sebelah selatan Taiz. Tujuh rumah lainnya mengalami kerusakan, termasuk dua rumah yang hancur sepenuhnya.
Yemen Network for Rights and Freedoms mendesak komunitas internasional mengambil tindakan untuk melindungi warga Taiz dari serangan berulang dan pengepungan. Organisasi tersebut memperingatkan bahwa kemampuan warga dan fasilitas kesehatan untuk menghadapi krisis semakin terbatas.
Houthi belum memberikan tanggapan langsung atas tuduhan tersebut. Eskalasi Konflik Berlanjut Sejak Juli Peristiwa tersebut terjadi di tengah eskalasi militer yang dimulai pada Juli. Perkembangan ini disebut sebagai eskalasi paling luas sejak periode relatif tenang setelah gencatan senjata yang dimulai pada April 2022.
Sejak 5 Oktober, pasukan pemerintah Yaman menjalankan operasi militer bertajuk Operation Dawn of Yemen. Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, mengatakan operasi itu bertujuan merebut kembali kendali lembaga-lembaga negara dari Houthi dan merebut kembali ibu kota Sanaa.
Konflik di Yaman berlangsung sejak Houthi merebut Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya pada 2014. Peristiwa itu mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Saat ini, Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman bagian utara dan barat. Sementara itu, pasukan pemerintah dan sekutunya menguasai Aden serta sebagian besar wilayah selatan dan timur negara tersebut.
Baca juga: Koalisi Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi yang Mengarah ke Riyadh




