Jaga Kelestarian Manuskrip, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tulungagung Siap Lakukan Digitalisasi

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tulungagung (beritajatim.com) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tulungagung membuka layanan alih bahasa dan digitalisasi naskah kuno milik masyarakat atau manukrip. Naskah kuno yang dapat layanan alih bahasa dan digitalisasi minimal sudah berusia di atas 50 tahun.

“Kami memiliki layanan mengalihmediakan naskah kuno menjadi digital dan alih bahasa,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tulungagung, Lilik Ismiati, Sabtu (24/10/2026).

Layanan alih bahasa dan digitalisasi naskah kuno bertujuan untuk menjaga sejarah dan warisan leluhur. Sehingga generasi penerus tatap bisa mengenal dan melihat naskah kuno yang diwariskan secara turun-temurun.

“Tujuannya supaya sejarah dan warisan leluhur kita tidak hilang. Agar anak cucu kita nanti bisa mengenal sejarah Tulungagung,” terangnya.

Setiap warga yang memiliki naskah kuno dapat menghubungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tulungagung. Nantinya petugas akan memeriksa naskah kuno, dan jika memenuhi ketentuan maka akan dilakukan alih bahasa dan digitalisasi.

“Naskah kuno yang dimiliki bisa dibawa ke sini untuk dialihbahasakan. Tidak hanya itu, kami juga menyediakan digitalisasi naskah kuno. Dan untuk naskah asli akan dikembalikan kepada pemiliknya,” jelasnya.

Menurut Lilik, naskah kuno yang dapat mengakses alih fungsi bahasa dan digitalisasi minimal berusia 50 tahun. Selain itu, naskah kuno harus ditulis tangan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tulungagung juga dapat jemput bola ke rumah pimilik naskah kuno. Hal ini juga bertujuan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kerusakan atau kehilangan beberapa bagian naskah kuno.

“Kami menemukan ada naskah kuno di wilayah Kecamatan Kalidawir. Kami berencana visit ke lokasi, karena pemiliknya merasa keberatan kalau naskah kuno kami bawa,” imbuhnya.

Saat ini, sudah ada dua naskah kuno yang dilakukan digitalisasi yakni tulisan daun lontar yang ditemukan di Pendapa Tulungagung. Namun kedua naskah kuno tersebut belum dialihbahasakan.

“Koleksi naskah kuno yang sudah digitalisasi ada dua berupa daun lontar. Dulunya naskah berada di pendapa. Keduanya dialihmediakan, tapi belum dialihbahasakan karena kami menunggu anggaran,” paparnya. [nm/kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HSMUN 2026 Asah Kemampuan Diplomasi Pelajar, Delapan Dewan Bahas Isu Global
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Oliver Kahn Peringatkan Julian Nagelsmann Soal Bahaya Melatih Manchester United
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Rusia dan Ukraina Sepakati Gencatan Senjata Lokal, Buka Perundingan Damai Baru
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Bulan Bakti Nasional Karang Taruna 2026 Digelar di Jogja, Ini Agendanya
• 19 jam laludetik.com
thumb
Pajak Kekayaan Diperketat, Orang Kaya China Alihkan Aset ke Perbankan AS
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.