BANDUNG -- Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh Indonesia, mengikuti Bazaar UMKM IMA Awards 2026 di Braga City Walk, Kota Bandung, Jumat (23/10/2026). Pameran yang digelar oleh Indonesia Marketing Association (IMA) ini menjadi puncak dari rangkaian kurasi panjang yang diikuti sekitar 500 UMKM.
Pameran UMKM tersebut merupakan rangkaian dari Gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Indonesia Marketing Association (IMA) 2026 yang resmi menetapkan Maximilian Agatisianus sebagai Presiden IMA untuk periode 2026–2029. Pemilihan yang berlangsung di Hotel El Royale, Bandung, pada Sabtu (24/10/2026) berjalan lancar melalui mekanisme musyawarah mufakat.
Baca Juga
Berburu Produk UMKM di BSI International Expo 2026
Wajib Sertifikasi Halal Diundur, Pemerintah Cari Cara Agar tak Bebani UMKM
11 Perguruan Tinggi Bahas Infrastruktur Tahan Bencana di Bandung
Menurut Director Small Medium & Entrepreneurship IMA Pusat, Ida RM Sigalingging, dari total ratusan pendaftar dari 103 chapter IMA se-Indonesia, seleksi diperketat hingga menyisakan 20 UMKM unggulan terbaik. "Ini adalah rangkaian paling akhir dari IMA UMKM Award, baik kategori umum maupun tourism. Dari sekitar 500 pendaftar, kami kurasi menjadi 50, lalu disaring lagi hingga 20 finalis. Hari ini ultimate goal-nya, mereka pameran agar produk unggulan yang telah dikurasi ini bisa mendatangkan kebanggaan tersendiri bagi mereka," ujarnya.
Menurutnya, untuk bisa lolos seleksi IMA Awards 2026, para pelaku usaha harus memenuhi sejumlah kriteria fundamental. Di antaranya, usaha telah berjalan minimal satu tahun, produk diproduksi secara mandiri, serta memiliki rencana bisnis (business plan) yang jelas.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"UMKM yang baru biasanya belum stabil. Kami mewajibkan mereka membuat business plan agar pola pikirnya berkembang—bukan sekadar jualan, melainkan tahu ke mana produknya akan dikembangkan ke depan," kata Ida.
Produk yang dipamerkan berasal dari berbagai pelosok Nusantara, mulai dari Aceh hingga Papua, dengan cakupan sektor yang bervariasi seperti kuliner, fashion, kerajinan tangan (craft), jamu, pariwisata, hingga manufaktur ringan.
Ida mengatakan pemilihan Kota Bandung sebagai tuan rumah tahun ini juga merupakan bagian dari komitmen IMA untuk menggilir lokasi penyelenggaraan. Agar bisa memberikan dampak langsung bagi pengembangan ekosistem UMKM di berbagai wilayah.