Pantau - Munafri Arifuddin resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang digelar di Makassar, Sabtu.
Munafri yang akrab disapa Appi menjadi calon tunggal dan mendapatkan dukungan penuh dari 27 pemilik suara dalam forum pemilihan tersebut.
Dukungan itu berasal dari unsur DPD, 24 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota, organisasi sayap partai, serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
Terpilihnya Munafri sekaligus menandai pergantian kepemimpinan Partai Demokrat Sulawesi Selatan dari Ni'matullah Erbe yang sebelumnya menjabat selama dua periode.
Wali Kota Makassar tersebut kini memiliki waktu 30 hari untuk menyusun struktur kepengurusan baru bersama tim formatur sebagai langkah awal konsolidasi organisasi.
Munafri Arifuddin Terpilih Aklamasi dengan Dukungan 27 Pemilik SuaraPemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan berlangsung melalui sidang pleno Musdalub yang menetapkan Munafri Arifuddin sebagai calon tunggal setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi.
Seluruh pemilik suara memberikan dukungan kepada Munafri sehingga proses pemilihan berakhir secara aklamasi tanpa persaingan dengan kandidat lain.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron yang menghadiri Musdalub bersama Wakil Ketua OKK DPP Partai Demokrat I Made Rai Edi menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan baru tersebut.
Herman menekankan pentingnya menjaga persatuan internal partai sekaligus memberikan ruang kepada kader lama yang telah berkontribusi dalam membesarkan Partai Demokrat di Sulawesi Selatan.
"Harapan kami, ketua baru tetap mengakomodasi teman-teman yang sudah lama berjuang. Jika kita bersatu, target partai pasti dapat dicapai," kata Herman Khaeron.
Menurut Herman, keterlibatan seluruh elemen partai menjadi bagian penting dalam memperkuat organisasi dan memastikan target politik dapat tercapai.
Herman juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi Ni'matullah Erbe yang telah memimpin Partai Demokrat Sulawesi Selatan selama dua periode.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi awal pembentukan struktur organisasi baru untuk menjalankan agenda partai selama lima tahun mendatang.
Munafri Siapkan Kepengurusan Demokrat Sulsel dalam 30 HariSetelah ditetapkan sebagai ketua terpilih, Munafri Arifuddin menyatakan kesiapannya menjalankan amanah kepemimpinan Partai Demokrat Sulawesi Selatan.
Munafri akan memanfaatkan waktu 30 hari yang diberikan untuk menyusun komposisi kepengurusan baru bersama tim formatur.
Dalam proses tersebut, Munafri memastikan bahwa kader lama tetap memiliki kesempatan untuk masuk dalam struktur organisasi berdasarkan pengalaman dan kemampuan masing-masing.
"Pengurus lama memiliki kelebihan serta pengalaman yang berharga. Ini menjadi pertimbangan penting untuk memasukkan teman-teman dalam kepengurusan yang baru nanti," ujar Munafri.
Munafri menegaskan bahwa penyusunan kepengurusan tidak hanya mempertimbangkan keterwakilan kader, tetapi juga kebutuhan organisasi dalam menjalankan berbagai program partai.
Tim formatur nantinya akan menyusun sejumlah kriteria untuk menentukan kader yang dinilai memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan tanggung jawab dalam struktur kepengurusan.
Pembentukan kepengurusan tersebut juga akan mengacu pada rancangan DPP Partai Demokrat agar struktur organisasi di tingkat provinsi tetap selaras dengan arahan pimpinan pusat.
Appi Prioritaskan Konsolidasi dan Pelibatan Seluruh Kader DemokratMunafri yang juga menjabat sebagai Wali Kota Makassar menempatkan penataan organisasi dan konsolidasi internal sebagai langkah awal kepemimpinannya di Partai Demokrat Sulawesi Selatan.
Ia menyatakan akan memperhatikan potensi setiap kader sebelum menentukan komposisi kepengurusan yang akan menjalankan roda organisasi selama periode 2026–2031.
"Segera kita membentuk kepengurusan. Saya tentu mencoba melihat potensi kader yang masuk jajaran kepengurusan, tetapi tetap melibatkan semua," kata Munafri.
Menurut Munafri, pembentukan kepengurusan harus dilakukan secara terarah dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta kemampuan kader dalam menjalankan tugas partai.
Pelibatan kader lama dan kader lainnya menjadi salah satu perhatian dalam proses penyusunan struktur organisasi agar kepengurusan baru dapat bekerja secara efektif.
Dukungan dari DPC, DPD, dan DPP Partai Demokrat juga menjadi modal bagi Munafri untuk memperkuat konsolidasi internal setelah pergantian kepemimpinan.
Struktur kepengurusan baru nantinya akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program organisasi dan berbagai agenda politik Partai Demokrat di Sulawesi Selatan selama lima tahun mendatang.
Dengan dukungan penuh seluruh pemilik suara dalam Musdalub, kepemimpinan Munafri diharapkan mampu menjaga soliditas internal sekaligus memastikan agenda politik Partai Demokrat Sulawesi Selatan berjalan secara optimal.




