HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Persebaya Surabaya berada dalam situasi yang menuntut respons cepat ketika menjamu Madura United pada pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (26/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Kekalahan 0-1 dari PSM Makassar pada pekan sebelumnya tidak hanya menghentikan rekor tak terkalahkan Green Force, tetapi juga membuat posisi mereka merosot ke peringkat kesembilan dengan raihan delapan poin dari enam pertandingan.
Situasi tersebut membuat pertandingan melawan Madura United memiliki arti lebih besar daripada sekadar perebutan tiga poin karena Persebaya membutuhkan kemenangan untuk segera mengembalikan kepercayaan diri sekaligus menjaga ambisi bersaing di papan atas.
Tekanan tersebut juga semakin besar karena Persebaya sejak awal musim membawa target tinggi, sementara persaingan di papan atas mulai menunjukkan ketatnya jarak antar tim.
Madura United datang dengan kondisi berbeda karena Laskar Sape Kerrab justru sedang menikmati momentum positif setelah menumbangkan Persib Bandung 1-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada pekan keenam.
Kemenangan tersebut mengantarkan Madura United ke posisi ketiga dengan 13 poin dari enam pertandingan dan membuat mereka hanya berjarak dua poin dari Persija Jakarta yang berada di puncak klasemen.
Perbedaan situasi itu membuat pertandingan di Surabaya menjadi ujian besar bagi Bernardo Tavares karena timnya harus menghadapi lawan yang sedang percaya diri ketika Green Force justru baru saja mengalami kekalahan perdana.
Bagi Tavares, kekalahan dari PSM bukan alasan untuk terus melihat ke belakang karena pertandingan berikutnya sudah menunggu dan seluruh persoalan harus segera dievaluasi.
“Kami tidak bisa lagi mengubah apa yang sudah terjadi dalam pertandingan ini, yang bisa kami lakukan adalah mengevaluasi kekurangan dan berusaha tampil lebih baik pada laga selanjutnya,” ujar Tavares.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelatih asal Portugal itu menyadari Persebaya tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan karena laga melawan Madura United hanya berjarak beberapa hari dari pertandingan di Parepare.
Kekalahan dari PSM juga meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama persoalan efektivitas serangan dan konsentrasi dalam situasi menentukan.
Di Parepare, Persebaya sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan untuk mencetak gol, tetapi tidak satu pun berhasil dikonversi menjadi gol hingga pertandingan berakhir.
Green Force melepaskan delapan tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang, tetapi statistik tersebut tidak cukup berarti ketika tidak menghasilkan perubahan pada papan skor.
Tavares bahkan mengakui bahwa PSM tidak mencetak gol melalui peluang terbuka yang mereka bangun sendiri karena satu-satunya gol justru lahir dari kesalahan pemain Persebaya.
“Lawan tidak berhasil mencetak gol melalui peluang mereka sendiri, namun gol yang tercipta justru berasal dari pemain kami sendiri,” jelas Tavares.
Kesalahan tersebut terjadi pada menit ke-74 ketika Yuran Fernandes gagal mengantisipasi bola dengan sempurna sehingga arah bola justru berubah dan masuk ke gawang Reza Arya.
Gol bunuh diri tersebut menjadi pukulan besar karena pertandingan sebelumnya berlangsung ketat dan kedua tim sama-sama kesulitan menemukan ruang untuk mencetak gol.
Persebaya kemudian dipaksa mengejar ketertinggalan dalam waktu yang semakin terbatas, tetapi berbagai upaya yang dilakukan belum mampu membongkar pertahanan Juku Eja.
Situasi semakin dramatis ketika Green Force mendapatkan hadiah penalti pada masa tambahan waktu setelah Risto Mitrevski dilanggar di dalam kotak terlarang.
Alex Martins maju sebagai eksekutor dan sebenarnya berhasil melepaskan tendangan ke arah gawang, tetapi Muh Ardiansyah mampu menggagalkannya.
Penalti kemudian harus diulang karena kiper PSM dinilai bergerak lebih dahulu sebelum tendangan dilakukan, tetapi kesempatan kedua kembali gagal dimanfaatkan Alex Martins.
Dua kegagalan dari titik putih tersebut menjadi gambaran betapa kecilnya margin kesalahan dalam pertandingan yang berakhir dengan selisih satu gol.
“Kami juga mendapatkan kesempatan melalui tendangan penalti, tetapi sayangnya gagal mencetak gol,” ungkap Tavares.
Kekalahan tersebut tentu menjadi evaluasi serius karena Persebaya tidak hanya kehilangan tiga poin, tetapi juga harus menerima kenyataan bahwa sejumlah peluang emas gagal dimaksimalkan.
Persoalan penyelesaian akhir menjadi semakin penting ketika Green Force menghadapi Madura United yang baru saja menunjukkan kemampuan bertahan sekaligus efektivitas dalam pertandingan melawan Persib.
Madura United berhasil mengalahkan Pangeran Biru melalui gol Dimitar Mitkov pada menit ke-89, sebuah gambaran bahwa Laskar Sape Kerrab mampu bertahan dalam pertandingan ketat hingga menemukan kesempatan menentukan.
Karena itu, Persebaya tidak boleh berharap pertandingan melawan Madura United akan berjalan mudah, terlebih lawan datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan salah satu kandidat kuat papan atas.
Tavares membutuhkan respons nyata dari para pemainnya, bukan hanya perbaikan dalam penguasaan bola atau jumlah peluang, tetapi kemampuan mengubah peluang menjadi gol.
Laga kandang di Stadion Gelora Bung Tomo seharusnya menjadi keuntungan bagi Persebaya karena dukungan suporter dapat memberikan energi tambahan setelah hasil mengecewakan di Parepare.
Namun, atmosfer kandang juga membawa konsekuensi karena tekanan untuk menang akan semakin besar ketika tim menghadapi lawan yang secara klasemen berada jauh lebih tinggi.
Persebaya saat ini berada di posisi kesembilan, sedangkan Madura United menempati peringkat ketiga, sehingga kemenangan Green Force akan memiliki dampak besar terhadap posisi mereka di klasemen.
Tambahan tiga poin tidak hanya memperbaiki posisi Persebaya, tetapi juga menjadi jawaban awal atas keraguan yang muncul setelah kekalahan pertama musim ini.
Bagi Bernardo Tavares, pertandingan ini juga menjadi ujian terhadap kemampuannya menjaga mentalitas tim setelah perjalanan positif lima pertandingan tanpa kekalahan akhirnya terhenti.
Sebelum kalah dari PSM, Persebaya mampu mengoleksi dua kemenangan dan tiga hasil imbang, sebuah catatan yang membuat Green Force sempat dipandang sebagai salah satu tim yang mampu bersaing di papan atas.
Namun, kekalahan di Parepare menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi persoalan yang harus diperbaiki apabila Persebaya benar-benar ingin menjaga ambisi bersaing dalam perebutan gelar.
Tekanan terhadap Tavares pun tidak hanya datang dari hasil satu pertandingan, tetapi juga dari ekspektasi besar yang melekat pada Persebaya sebagai klub dengan sejarah dan basis suporter yang kuat.
Target tinggi membutuhkan konsistensi tinggi pula, sehingga setiap kehilangan poin akan semakin memperlebar jarak dengan tim-tim yang berada di posisi teratas.
Persija Jakarta saat ini memimpin klasemen dengan 15 poin, sementara Madura United sudah mengumpulkan 13 poin dan berada di posisi ketiga.
Jika Persebaya kembali gagal meraih kemenangan, jarak dengan kelompok teratas berpotensi semakin melebar dan membuat pekerjaan Green Force mengejar papan atas menjadi lebih berat.
Karena itu, kemenangan atas Madura United bukan sekadar kebutuhan untuk memperbaiki posisi klasemen, tetapi juga menjadi momentum bagi Tavares untuk mengembalikan keyakinan tim terhadap target yang mereka bawa sejak awal musim.
Persebaya harus menunjukkan bahwa kekalahan dari PSM hanyalah sebuah jeda dalam perjalanan, bukan awal dari penurunan performa.
Perbaikan lini depan menjadi salah satu kunci karena Green Force membutuhkan pemain yang mampu mengambil keputusan tepat ketika peluang datang.
Pada saat bersamaan, lini belakang harus lebih tenang agar kesalahan seperti yang dilakukan Yuran Fernandes tidak kembali menjadi faktor penentu kekalahan.
Keseimbangan antara keberanian menyerang dan kedisiplinan bertahan menjadi tuntutan utama bagi Tavares dalam pertandingan melawan Madura United.
Laga tersebut juga akan menguji kemampuan Persebaya menghadapi tekanan karena Madura United datang bukan sebagai tim yang sekadar bertahan, melainkan sebagai salah satu penghuni papan atas yang sedang memiliki momentum.
Tavares harus mampu menemukan formula yang membuat Green Force bermain agresif tanpa kehilangan kontrol permainan.
Jika mampu meraih kemenangan, Persebaya memiliki kesempatan menjadikan pertandingan melawan Madura United sebagai titik balik setelah kekalahan dari PSM.
Sebaliknya, apabila kembali kehilangan poin di kandang, tekanan terhadap tim dan Tavares akan semakin besar karena jarak dengan pesaing papan atas terus melebar.
Kini, Green Force hanya memiliki satu kesempatan untuk menjawab kekecewaan di Parepare, yakni tampil lebih tajam, lebih disiplin, dan lebih efektif ketika menjamu Madura United.
Senin malam di Gelora Bung Tomo akan menjadi panggung pembuktian apakah Persebaya mampu bangkit dari kekalahan perdana atau justru semakin jauh dari jalur persaingan menuju papan atas.
Bagi Bernardo Tavares, kemenangan bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang membuktikan bahwa Persebaya masih memiliki kapasitas untuk menjalankan ambisi besar yang dibawa sejak awal musim.





