Adu Kuat Mata Uang Dunia, Siapa Paling Dominan Jadi Alat Bayar Global?

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Dolar Amerika Serikat (AS) masih menjadi mata uang yang paling banyak digunakan dalam sistem pembayaran global. Dominasi mata uang Negeri Paman Sam bahkan jauh melampaui euro, poundsterling Inggris, hingga yuan China.

Berdasarkan laporan Global Currency Tracker edisi September 2026 yang diterbitkan Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT), dolar AS menguasai 52,09% dari total nilai pembayaran global yang diproses melalui jaringan SWIFT pada Agustus 2026.

Baca: Mulai Dipangkas! Segini Nilai Ekspor Gas RI ke Singapura

Angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh nilai pembayaran melalui jaringan SWIFT menggunakan dolar AS. Bahkan, pangsanya lebih besar dibandingkan seluruh mata uang lainnya jika digabungkan.

Sementara itu, euro berada di posisi kedua dengan pangsa 21,37%, disusul poundsterling Inggris sebesar 6,37%.

Menariknya, yuan China yang berasal dari salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia justru masih berada di posisi kelima, dengan pangsa hanya 3,26%.

Merujuk data SWIFT untuk Agustus 2026, dolar AS masih mendominasi nilai pembayaran yang diproses melalui jaringan tersebut.

Dengan pangsa mencapai 52,09%, penggunaan dolar AS terpaut cukup jauh dari euro yang menempati posisi kedua.

Jika digabungkan, dolar AS dan euro menguasai 73,46% dari seluruh nilai pembayaran yang tercatat melalui jaringan SWIFT.

Artinya, mata uang lainnya secara keseluruhan hanya memiliki pangsa sebesar 26,54%.

Berikut daftar 20 mata uang yang paling banyak digunakan dalam pembayaran global melalui SWIFT pada Agustus 2026.

terlihat bahwa dominasi dolar AS masih sangat besar dibandingkan mata uang lainnya.

Bahkan, pangsa dolar AS hampir 16 kali lipat dibandingkan yuan China.

Sementara itu, dolar Singapura menjadi mata uang dari kawasan Asia Tenggara dengan pangsa terbesar dalam daftar, yakni 0,40%, disusul baht Thailand sebesar 0,28%.

Adapun rupiah Indonesia belum masuk dalam daftar 20 mata uang dengan pangsa pembayaran terbesar melalui SWIFT.

Perlu dicatat, data ini mengukur pangsa berdasarkan nilai pembayaran yang diproses melalui jaringan SWIFT, bukan jumlah transaksi ataupun keseluruhan pembayaran yang terjadi di dunia.

Mengapa Dolar AS Masih Mendominasi Pembayaran Global?

Besarnya penggunaan dolar AS tidak terlepas dari perannya yang sudah lama menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional dan pasar keuangan dunia.

Dalam kegiatan perdagangan, banyak perusahaan menggunakan dolar AS untuk menetapkan harga barang, melakukan pembayaran impor, maupun menerima hasil ekspor.

Penggunaan dolar juga tidak terbatas pada transaksi yang melibatkan Amerika Serikat. Perusahaan dari dua negara lain dapat menggunakan dolar AS sebagai mata uang pembayaran dalam perdagangan mereka.

Selain perdagangan, dolar AS juga banyak digunakan dalam transaksi keuangan internasional, termasuk investasi, pinjaman, dan penerbitan surat utang.

Pasar keuangan AS yang besar dan memiliki likuiditas tinggi turut mendukung penggunaan dolar dalam transaksi tersebut.

Kondisi ini membuat dolar AS tetap memiliki peran penting dalam sistem keuangan global, meskipun sejumlah negara mulai memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan pembayaran lintas negara.

Mengapa Yuan China Masih Tertinggal?

Posisi yuan China juga menjadi perhatian dalam daftar mata uang yang paling banyak digunakan melalui SWIFT.

Meski China merupakan salah satu kekuatan ekonomi dan perdagangan terbesar di dunia, yuan hanya menempati peringkat kelima dengan pangsa 3,26%.

Angka tersebut masih berada di bawah yen Jepang sebesar 3,52% dan jauh tertinggal dari dolar AS maupun euro.

Kondisi ini menunjukkan bahwa besarnya ukuran ekonomi suatu negara tidak otomatis membuat mata uangnya menjadi yang paling banyak digunakan dalam pembayaran internasional.

Penggunaan mata uang dalam transaksi global juga dipengaruhi oleh kemudahan akses, likuiditas pasar keuangan, serta seberapa luas mata uang tersebut diterima oleh pelaku usaha dan lembaga keuangan.

Di sisi lain, China terus mengembangkan infrastruktur pembayaran lintas negara, salah satunya melalui Cross-Border Interbank Payment System (CIPS).

Sistem ini mendukung proses pembayaran dan penyelesaian transaksi lintas negara menggunakan yuan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa transaksi melalui jaringan pembayaran lain tidak seluruhnya tercatat dalam statistik SWIFT.

Oleh karena itu, pangsa yuan sebesar 3,26% tidak bisa langsung dianggap sebagai keseluruhan pangsa penggunaan yuan dalam semua transaksi internasional.

Apa Itu SWIFT dan Siapa yang Mengendalikannya?

SWIFT merupakan jaringan komunikasi keuangan internasional yang digunakan oleh bank dan berbagai lembaga keuangan untuk mengirimkan instruksi pembayaran secara aman.

Jaringan ini menghubungkan lebih dari 11.500 anggota, termasuk bank dan lembaga keuangan, di berbagai negara.

Meski berperan penting dalam transaksi internasional, SWIFT sebenarnya tidak memindahkan uang secara langsung dari satu rekening ke rekening lainnya.

SWIFT berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan atau instruksi pembayaran, sedangkan proses pemindahan dana dilakukan oleh bank maupun lembaga keuangan yang terlibat.

SWIFT berkantor pusat di Belgia dan berbentuk koperasi yang dimiliki oleh para anggotanya, bukan oleh satu negara tertentu.

Dengan jaringan yang luas, SWIFT menjadi salah satu infrastruktur penting dalam sistem pembayaran internasional.

Namun, jaringan ini bukan satu-satunya saluran pembayaran yang digunakan di dunia.

Baca: Indonesia Masuk 7 Besar Ekonomi Dunia, Apa Artinya?

Karena itu, statistik SWIFT tidak dapat digunakan untuk menggambarkan seluruh transaksi global, termasuk pembayaran yang dilakukan melalui jaringan alternatif.

Meski demikian, data Agustus 2026 memberikan gambaran bahwa dolar AS masih memiliki posisi yang sangat besar dalam sistem pembayaran internasional yang menggunakan jaringan SWIFT, sementara mata uang lain, termasuk yuan China, masih memiliki pangsa yang jauh lebih kecil.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
11 Korporasi Tersangka Karhutla Terafiliasi Asing, Bakar 11 Ribu Ha Lahan
• 16 jam laludetik.com
thumb
125 Personel Gabungan Serbu Kampung Ambon, Pria Positif Narkoba Diamankan
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Energy Impact Partners Pererat Kemitraan dengan Economic Development Board Singapura untuk Majukan Inovasi Energi dan Dekarbonisasi
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Kalau Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Kunto Aji Dengarkan Lagu Apa?
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kiai Miftach Pimpin Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.