Belum Terima Kekalahan, Bernardo Tavares Tegaskan Persebaya Tidak Pantas Dikalahkan PSM Makassar

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Bernardo Tavares belum sepenuhnya menerima kekalahan Persebaya Surabaya dari PSM Makassar setelah menilai kondisi fisik dan minimnya waktu persiapan menjadi faktor yang membuat Green Force tidak mampu tampil dalam kondisi terbaik.

Persebaya harus pulang dari Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, dengan kekalahan 0-1 dari PSM Makassar pada pekan keenam Super League 2026/2027, Kamis (22/10/2026).

Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Persebaya musim ini setelah sebelumnya mampu melewati lima pertandingan tanpa tersentuh kekalahan.

Kekalahan itu juga membuat posisi Green Force merosot ke peringkat kesembilan klasemen sementara dan semakin membutuhkan kemenangan pada pertandingan berikutnya untuk menjaga ambisi bersaing di papan atas.

Namun, bagi Tavares, skor akhir tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan karena dia menilai Persebaya sebenarnya memiliki peluang untuk mendapatkan hasil lebih baik.

Pelatih asal Portugal itu bahkan menempatkan faktor kebugaran sebagai salah satu persoalan utama yang memengaruhi penampilan anak asuhnya.

Tavares membandingkan waktu pertandingan kedua tim sebelum pertemuan di Parepare yang menurutnya membuat PSM memiliki waktu pemulihan lebih panjang.

“Seperti yang kalian ketahui, PSM Makassar bertanding pada 16 Oktober, sedangkan kami bertanding pada 18 Oktober dan kami harus melakukan perjalanan jauh untuk sampai ke sini,” ujar Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Perbedaan waktu tersebut membuat Persebaya hanya memiliki kesempatan terbatas untuk memulihkan pemain sebelum kembali menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi.

Situasi semakin rumit karena perjalanan menuju Parepare juga membutuhkan energi tambahan yang harus diperhitungkan oleh tim pelatih.

Dalam kondisi tersebut, Tavares tidak memiliki banyak pilihan selain melakukan rotasi untuk menjaga pemain yang sudah memiliki beban pertandingan tinggi.

“Maka, kami melakukan rotasi dalam tim untuk melindungi beberapa pemain yang sudah banyak bermain serta memberikan kesempatan kepada pemain lain,” sambungnya.

Keputusan rotasi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kebugaran bukan sekadar alasan yang muncul setelah pertandingan, tetapi telah menjadi bagian dari pertimbangan Persebaya sebelum menghadapi PSM.

Namun, rotasi juga membawa konsekuensi karena perubahan komposisi pemain dapat memengaruhi koneksi antarlini dan ritme permainan tim.

Meski demikian, Persebaya tetap mampu memberikan perlawanan dan menciptakan sejumlah peluang sepanjang pertandingan.

Green Force bahkan menunjukkan permainan yang lebih agresif pada sejumlah fase pertandingan dan berusaha mengambil kendali permainan melalui sirkulasi bola serta pergerakan pemain di lini depan.

Masalahnya, dominasi dalam menciptakan peluang tidak berbanding lurus dengan kemampuan mencetak gol.

Persebaya gagal memanfaatkan kesempatan yang mereka dapatkan dan akhirnya justru harus menerima kenyataan pahit ketika PSM membuka keunggulan melalui gol bunuh diri Yuran Fernandes pada menit ke-73.

Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan karena sebelumnya kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.

Yuran yang berada di bawah tekanan pemain PSM gagal mengantisipasi bola dengan sempurna sehingga arah bola berubah dan masuk ke gawang Persebaya.

Kesalahan tersebut membuat perjuangan Green Force untuk membawa pulang poin semakin berat karena PSM kemudian lebih fokus menjaga keunggulan.

Persebaya sebenarnya masih memiliki kesempatan besar untuk menyamakan kedudukan pada masa injury time setelah mendapatkan hadiah penalti.

Alex Martins maju sebagai eksekutor, tetapi Muh Ardiansyah berhasil menggagalkan tendangan tersebut.

Penalti bahkan harus diulang setelah wasit menilai kiper PSM bergerak lebih dahulu, tetapi kesempatan kedua kembali gagal dikonversi menjadi gol oleh Alex.

Momen tersebut menjadi salah satu gambaran paling jelas mengenai bagaimana peluang Persebaya tidak kunjung berubah menjadi gol.

Tavares pun sebelumnya mengakui bahwa pertandingan berjalan dengan situasi yang tidak sepenuhnya menguntungkan timnya.

Menurutnya, PSM mampu mendapatkan kemenangan meskipun tidak menciptakan banyak peluang bersih pada babak kedua.

Di sisi lain, Persebaya justru harus pulang tanpa poin setelah kesalahan sendiri dan kegagalan penalti menentukan hasil akhir.

Kondisi tersebut membuat kekalahan dari PSM terasa semakin berat karena Green Force sebenarnya memiliki kesempatan untuk setidaknya membawa pulang satu poin dari Parepare.

Kekalahan itu juga memperpanjang periode sulit Persebaya yang kini gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir.

Sebelum kalah dari PSM, Green Force hanya mampu bermain imbang ketika menghadapi PSS Sleman pada pekan kelima.

Situasi tersebut menjadi perhatian serius karena Persebaya sebelumnya memiliki awal musim yang cukup menjanjikan dengan dua kemenangan dan tiga hasil imbang dari lima pertandingan.

Rekor tidak terkalahkan tersebut akhirnya runtuh di Parepare dan membuat Persebaya harus segera menemukan respons.

Posisi kesembilan bukanlah gambaran yang ideal bagi klub yang membawa ambisi bersaing di papan atas dan memiliki target tinggi pada musim ini.

Tavares pun membutuhkan evaluasi menyeluruh, bukan hanya terhadap kondisi fisik pemain, tetapi juga efektivitas serangan dan kemampuan tim menjaga konsentrasi ketika pertandingan memasuki fase menentukan.

Persoalan kebugaran menjadi semakin penting karena jadwal padat membuat pemain harus mampu menjalani pertandingan dengan jarak pemulihan yang terbatas.

Manajemen Persebaya juga dituntut memastikan program pemulihan berjalan optimal agar persoalan kelelahan tidak kembali menjadi hambatan dalam pertandingan berikutnya.

Namun, di luar persoalan fisik, Green Force juga harus memperbaiki penyelesaian akhir karena jumlah peluang tidak akan berarti apabila gagal dikonversi menjadi gol.

Kekalahan dari PSM memperlihatkan bahwa tim yang mampu menciptakan lebih banyak peluang belum tentu keluar sebagai pemenang jika lawan lebih efektif memanfaatkan satu kesempatan.

Karena itu, Tavares harus memastikan Persebaya tidak hanya tampil dominan secara permainan, tetapi juga mampu mengubah dominasi tersebut menjadi keunggulan di papan skor.

Persebaya kini tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan karena pertandingan berikutnya sudah menunggu dan tekanan untuk kembali menang semakin besar.

Kemenangan menjadi kebutuhan penting untuk menghentikan tren tanpa kemenangan sekaligus memperbaiki posisi Green Force di klasemen.

Bagi Tavares, kekalahan dari PSM mungkin menjadi pertandingan yang penuh penyesalan karena Persebaya merasa memiliki kapasitas untuk mendapatkan hasil berbeda.

Namun, sepak bola tidak ditentukan oleh siapa yang lebih banyak menciptakan peluang, melainkan siapa yang mampu memanfaatkan momentum dan menjaga kesalahan tetap berada pada titik minimum.

PSM berhasil melakukan hal tersebut melalui gol bunuh diri Yuran Fernandes dan kemudian mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Sementara Persebaya harus menerima kenyataan bahwa kondisi fisik, kesalahan individu, dan kegagalan penalti menjadi rangkaian faktor yang membuat mereka kehilangan tiga poin.

Kini, tugas Tavares adalah mengubah kekecewaan tersebut menjadi evaluasi dan memastikan Persebaya tidak kembali kehilangan poin dengan cara yang sama.

Jika persoalan kebugaran mampu diperbaiki dan peluang dapat dikonversi menjadi gol, Green Force masih memiliki kesempatan untuk kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki posisi di papan atas.

Namun, jika masalah yang sama kembali terulang, kekalahan di Parepare bisa menjadi awal dari periode sulit bagi Persebaya dalam perjalanan mereka mengejar target besar musim 2026/2027.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KMP Batumandi Terbakar Bawa 420 Orang dan 89 Kendaraan, ASDP Siapkan Ganti Rugi
• 21 menit laludisway.id
thumb
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Hari Ini, Paling Murah Segini
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penampakan BYD Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol Diamankan di Polres Jaksel
• 10 jam laludetik.com
thumb
Galian Kabel dan Revitalisasi Trotoar Palmerah Bikin Jalan Menyempit
• 18 jam laludetik.com
thumb
UMY Luncurkan Sunshine Daycare, Perkuat Pendidikan Sejak Usia Dini
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.