HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Taisei Marukawa berpeluang menambah pilihan pemain kreatif bagi Timnas Indonesia jika proses naturalisasinya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) rampung.
Pemain Dewa United tersebut disebut tengah menjalani proses naturalisasi setelah memenuhi salah satu syarat penting, yakni telah tinggal di Indonesia selama lebih dari lima tahun.
Jika proses tersebut berjalan lancar, Marukawa dapat menjadi opsi baru bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menghadapi agenda FIFA Matchday November 2026.
Marukawa bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia.
Pemain asal Jepang itu pertama kali mencuri perhatian ketika memperkuat Persebaya Surabaya pada musim 2021/2022.
Pada musim tersebut, Marukawa langsung memberikan dampak besar dan mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik.
Setelah meninggalkan Persebaya, kariernya berlanjut bersama PSIS Semarang dan kemudian Dewa United.
Konsistensinya juga masih terlihat pada BRI Super League 2026/2027.
Hingga pekan keenam, Marukawa tercatat sebagai salah satu pemain dengan kontribusi assist terbanyak dengan torehan lima assist.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa pemain berusia 29 tahun itu masih memiliki kemampuan untuk memberikan perbedaan di sepertiga akhir lapangan.
Bisa Jadi Senjata Baru Herdman
Jika resmi menjadi WNI, Marukawa dapat memberikan fleksibilitas bagi John Herdman.
Pemain kelahiran Jepang tersebut memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi.
Selain dapat ditempatkan sebagai winger kanan maupun kiri, Marukawa juga mampu beroperasi di belakang penyerang sebagai gelandang serang atau nomor 10.
Fleksibilitas tersebut bisa menjadi keuntungan bagi Herdman ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Marukawa juga memiliki kaki kiri yang dapat memberikan variasi dalam skema serangan Timnas Indonesia.
Kemampuan tersebut memungkinkan Herdman menggunakan Marukawa sebagai pemain yang bergerak dari sisi lapangan ke area tengah.
Dengan karakter tersebut, Marukawa tidak harus selalu ditempatkan sebagai winger murni.
Dia bisa mendapatkan kebebasan untuk masuk ke ruang antarlini dan mencari celah di pertahanan lawan.
Persaingan di Timnas Sangat Ketat
Namun, status WNI tidak otomatis membuat Marukawa mendapatkan tempat di skuad utama Timnas Indonesia.
Persaingan di sektor sayap cukup ketat.
Sejumlah pemain seperti Egy Maulana Vikri, Ragnar Oratmangoen, Luke Vickery, dan Beckham Putra juga dapat bermain di sektor kanan.
Belum lagi Miliano Jonathans yang menjadi salah satu opsi penting Timnas Indonesia di posisi tersebut ketika sudah pulih dari cedera.
Karena itu, Marukawa tetap harus membuktikan kualitasnya melalui performa bersama Dewa United.
Herdman tentu akan mempertimbangkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kebutuhan taktik serta karakter lawan yang dihadapi.
Marukawa Bisa Ditempatkan di Belakang Striker
Salah satu skenario menarik adalah menempatkan Marukawa sebagai pemain nomor 10.
Dalam skema tiga penyerang, Marukawa bisa dimainkan di salah satu sisi dengan kebebasan bergerak ke tengah.
Posisi tersebut memungkinkan dirinya memanfaatkan kemampuan memberikan umpan terakhir sekaligus membuka ruang bagi penyerang.
Sementara itu, jika Herdman membutuhkan pemain kreatif di tengah, Marukawa juga dapat dimainkan sebagai gelandang serang di belakang striker.
Fleksibilitas inilah yang membuat kehadiran Marukawa berpotensi menjadi tambahan menarik bagi Timnas Indonesia.
Prakiraan Formasi Timnas Indonesia
Jika Marukawa resmi menjadi WNI dan langsung mendapatkan kepercayaan Herdman, salah satu skenario formasi yang bisa digunakan adalah 3-4-3.
Timnas Indonesia (3-4-3): Emil Audero; Rizky Ridho, Jay Idzes, Justin Hubner; Kevin Diks, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Dean James; Taisei Marukawa, Mitchell Baker, Ole Romeny.
Pelatih: John Herdman.
Dalam skema tersebut, Marukawa dapat ditempatkan sebagai penyerang sisi kanan dengan kebebasan bergerak ke tengah.
Namun, komposisi tersebut masih sangat bergantung pada kondisi pemain, performa di level klub, serta keputusan Herdman ketika FIFA Matchday November 2026 tiba.
Jika benar-benar bergabung, Marukawa bukan sekadar tambahan jumlah pemain naturalisasi.
Ia bisa menjadi opsi taktik baru bagi Herdman untuk membongkar pertahanan lawan melalui kreativitas, pergerakan tanpa bola, dan kemampuan bermain di beberapa posisi.





