JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membantah anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya menghabiskan anggaran negara.
Ia menegaskan, pemerintah tetap menjalankan berbagai program untuk mendukung sektor pertanian dan pendidikan meskipun anggaran besar dialokasikan untuk program makan bergizi tersebut.
Pernyataan Sudaryono itu disampaikan melalui unggahan di akun TikTok miliknya pada Jumat (23/10/2026).
ia mengajak anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyebut program MBG mengorbankan kebutuhan masyarakat lainnya.
Sudaryono menggunakan kondisi penyediaan pupuk bagi petani dan perbaikan infrastruktur sekolah sebagai contoh bahwa pemerintah masih menjalankan program di luar MBG.
Ia menilai, pelaksanaan program makan bergizi tidak bisa langsung dianggap sebagai penyebab terhentinya dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian maupun pendidikan.
BACA JUGA:Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR
Menurutnya, berbagai kebijakan perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperbaiki fasilitas pendidikan.
"Saya ingin mengajak Anda semua, HKTI, jangan mau diajak berpikir bahwa seolah-olah duit negara ini habis karena MBG. Dulu enggak ada MBG, pupuknya enggak cukup. Sekarang katanya diambil Rp200 triliun lebih, pupuknya cukup, pupuknya didiskon, dan pabrik pupuknya untung," ujar Sudaryono.
Pernyataan tersebut menjadi respons terhadap kritik mengenai besarnya anggaran MBG yang dinilai berpotensi mengurangi ruang fiskal untuk program pemerintah lainnya.
Dalam penjelasannya, Sudaryono menyoroti kondisi ketersediaan pupuk yang menurutnya mengalami perbaikan. Ia menyebut petani kini lebih mudah mendapatkan pupuk, sementara harganya diklaim turun sebesar 20 persen.
Ia juga menyinggung kondisi industri pupuk yang disebutnya mencatat keuntungan. Bagi Sudaryono, kondisi tersebut menjadi salah satu contoh bahwa dukungan pemerintah terhadap pertanian tetap berjalan bersamaan dengan pelaksanaan program MBG.
Pupuk merupakan salah satu kebutuhan penting bagi petani karena berkaitan dengan biaya produksi dan keberhasilan usaha tani. Ketersediaan pupuk yang memadai serta harga yang terjangkau dapat membantu petani merencanakan kegiatan produksi dengan lebih baik.
Namun, klaim mengenai penurunan harga pupuk sebesar 20 persen dan keuntungan industri pupuk tersebut merupakan pernyataan Sudaryono.
Untuk menilai dampaknya secara menyeluruh, diperlukan data pembanding mengenai jenis pupuk, periode harga, distribusi, serta kondisi yang dialami petani di berbagai daerah.
- 1
- 2
- 3
- »





