Kantongi Investasi Rp116 Triliun, Sulawesi Tengah Masih Buka Pintu untuk Investor

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat  Sulawesi Tengah sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar ketiga secara nasional, dengan nilai mencapai Rp116 triliun di sepanjang periode Januari-September 2026. 

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa realisasi investasi di luar Pulau Jawa memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan Pulau Jawa.

"Kontribusi realisasi investasi Pulau Jawa 48,2% atau Rp1.892,2 triliun, dan luar Pulau Jawa 51,8% atau Rp2.031,0 triliun," ujar Rosan dikutip dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Adapun secara nasional, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi mencapai Rp3.923,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5,49 juta orang. 

Merespons capaian tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan keterbukaan daerahnya terhadap berbagai peluang investasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan dan masyarakat.

Baca Juga: Dapat Sinyal Hijau Danantara, Pemprov DKI Mulai Hitung Biaya Perpanjangan LRT Jakarta

Baca Juga: Rosan Sinyalkan Danantara Serok Saham BUMN

Baca Juga: Meski Tak Anggap Enteng MSCI, Danantara Sebut Fundamental Emiten Kuat

"Sulawesi Tengah sangat terbuka bagi siapa pun. Dalam segala bentuk dan peluang investasi, kami selalu menyambut baik sepanjang itu memberi dampak positif bagi daerah, terutama bagi rakyat Sulawesi Tengah,” kata dia.

Menurut dia, keterbukaan terhadap investor menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, besarnya nilai investasi juga perlu diikuti dengan upaya memperluas kesempatan kerja, meningkatkan keterlibatan tenaga kerja lokal, memperkuat UMKM, dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata.

"Bagi Sulawesi Tengah, capaian ini menjadi peluang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam menjaga iklim investasi, mendorong hilirisasi, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jokowi Belum Dihadirkan di Sidang Tifa, Mikhael Sinaga dan Freddy Damanik Debatkan Urutan Saksi
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Beroperasi Sejak 2024, Sindikat Judol Boxkia Raup Omzet Rp 2 M Per Bulan
• 21 jam laludetik.com
thumb
Satgas Port Visit 2026 Layani Ratusan Pasien di Kepulauan Solomon
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi IV DPR Berduka 6 Pemadam Karhutla Bromo Gugur, Soroti Teroris Ekologis
• 3 jam laludetik.com
thumb
Sorot Ketajaman Mitchell Baker, Media AS Sebut Penyerang Timnas Indonesia Itu Bak ‘Pemain Editan’
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.