Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan Narkoba 1,1 Ton dari Malaysia

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengaku prihatin atas adanya upaya penyelundupan bahan narkotika jenis ketamin dengan jumlah besar ke Tanah Air.

Tim gabungan terdiri dari Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama instansi lain berhasil menggagalkan penyelundupan tersebut.

BACA JUGA: DPR Dukung Bea Cukai Jakarta Perkuat Kapasitas Pemberantasan Narkoba

Berdasarkan data yang diterima Dasco dari Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, sebanyak 1,1 ton ketamin itu dikirim dari Malaysia untuk disebar di Indonesia.

Kapal dengan nama MT Global 168 yang membawa bahan narkotika itu tercatat milik PT Makmur Merin Petroleum dengan alamat lengkap di Suite 1112, Lantai 8, Menara TJB, Johor Bahru, Malaysia.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: PPPK Sampaikan Harapan kepada Dasco, Skema Kesejahteraan Guru P3K Mulai Dibahas, Asyik Nih!

Dasco secara khusus mengucapkan rasa turut prihatin yang mendalam terhadap apa yang terjadi di dalam negeri.

"Tadi saya dapat data dari Pak Kapolri, bahwa baru-baru ini Polri dengan BNN bekerja sama menangkap kapal yang membawa bahan narkoba satu ton ketamin itu namanya kapal MT Global 168 di Belawan, Sumatra Utara (Sumut), dan kapal ini terdaftar atas nama perusahaan Malaysia, PT Makmur Merin Petroleum, alamatnya lengkap Suite 1112, Lantai 8, Menara TJB, Johor Bahru, Malaysia," kata Dasco saat dihubungi wartawan, Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.

BACA JUGA: Bea Cukai, BNN, dan Polri Amankan Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamin di Sumut

Di samping dari itu, Ketua Harian Partai Gerindra ini menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja Polri di bawah komando Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan tim gabungan yang berhasil menggagalkan penyelundupan ketamin tersebut.

Dasco menilai penindakan itu telah menyelamatkan jutaan anak-anak Indonesia dari bahaya penggunaan narkotika.

Menurutnya, penggunaan narkoba sangat berdampak buruk terhadap kreativitas pemuda dan pemudi di Tanah Air.

"Artinya apa, bahwa keprihatinan ini terhadap ancaman narkoba anak-anak negeri kita yang kemudian datang dari negara luar salah satu yang tadi saya sebutkan sehingga kita semua wajjb berihktiar untuk memerangi bahaya yang sangat-sangat dapat merusak anak-anak negeri sehingga kalau sudah narkoba ini kreatifitasnya sangat-sangat berkurang," tegaa Dasco.

Sebelumnya, operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, BNN, Ditjen Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin HCL yang diangkut menggunakan kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatra Utara.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan petugas mengamankan delapan awak kapal dalam pengungkapan tersebut. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara Taiwan.

"Hasil penggeledahan, petugas mengamankan 58 karung dengan total berat bruto 1,16 ton ketamin, alat komunikasi, dan kapal MT Global 168," kata Jenderal Suyudi.

Pengungkapan kasus tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan ketamin. Estimasi tersebut didasarkan pada jumlah barang bukti yang diamankan.(fri/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Limfoma: Perkembangan Diagnosis dan Terapi Terkini | BINCANG KITA
• 53 menit lalukompas.tv
thumb
PSMS bertekad kembali ke jalur kemenangan saat menjamu PSIS
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Jakarta Running Festival 2026 Masih Berlangsung hingga Besok, Cek Rute Alternatif Lalu Lintas
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Bahlil Sebut Rencana Larang Ekspor Gas untuk Bangun Industri Petrokimia
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Aset Bank Mandiri Tembus Rp2.404 T, Tumbuh 20,1% di Q3 2026
• 10 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.