2 Orang Utan Kalimantan Hasil Penyelamatan di Ketapang Kembali ke Habitat

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ketapang: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melepas liarkan dua individu orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) hasil penyelamatan dari area perkebunan kelapa sawit. Kedua satwa kembali ke habitat alaminya di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

"Kita gembira karena kita berhasil me-rescue orang utan dari perkebunan kelapa sawit. Namun saat bersamaan kita menjadi sedih karena kita sadar bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan di mana rumah tempat orang utan tinggal, tempat mereka bermain, tempat mereka hidup kemudian belum dapat dijaga dengan baik oleh kita bersama," ujar Raja Juli usai prosesi pelepasliaran di Ketapang, dilansir Antara, Sabtu, 24 Oktober 2026.
 

Baca Juga :

Macan Tutul Jawa Terekam Kamera Jebak di Hutan Nusakambangan

Kegiatan pelepasliaran ini dilakukan langsung oleh Menhut bersama CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dr. Karmele Llano Sanchez, serta jajaran TNI-Polri setempat.

Adapun dua orang utan yang dikembalikan ke alam bebas tersebut bernama Adil, jantan berusia lebih dari 8 tahun, dan Gigih, jantan berusia lebih dari 10 tahun. Kedua satwa dilindungi ini sebelumnya dievakuasi dari Desa Laman Satong, Kabupaten Ketapang, pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Raja Juli menegaskan bahwa keberhasilan pelepasan satwa tidak boleh berhenti pada tahap evakuasi dan pengembalian ke alam semata. Menurut dia, pemeliharaan serta perlindungan ekosistem hutan harus menjadi fokus utama dalam upaya konservasi berkelanjutan.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni bersama CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Dokter Karmele LIano Sanchez, melakukan pelepasliaran Adil dan Gigih di Ketapang, Kalbar. Foto: Dok. Istimewa.

"Mudah-mudahan dengan pelepasliaran dua individu orang utan ini memperkuat komitmen kita bersama untuk menjaga orang utan sekaligus menjaga hutannya, menjaga habitat dan ekosistem orang utan sehingga ke depan mereka tidak perlu lagi di-rescue, tidak perlu lagi dilepasliarkan karena memang mereka sudah lepas liar di alam di hutan belantara," kata Raja Juli.

Guna mencegah ancaman terhadap satwa lindung, Kementerian Kehutanan bersama YIARI dan mitra konservasi terus melakukan mitigasi proaktif. Termasuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap habitat asli.

Kementerian Kehutanan juga mengimbau masyarakat yang mendapati orang utan atau satwa liar masuk ke pemukiman warga agar segera menghubungi hotline resmi atau call center terdekat, sehingga penanganan dan penyelamatan oleh tim ahli dapat dilakukan secara cepat serta aman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persiapan Haji Tak Cukup dengan Niat, Informasi Jadi Bekal Penting
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Catat! Jadwal Lengkap Pekan ke-7 Super League 2026/27
• 17 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Bogor, Ahmad Ali: Pesan Pentingnya Bangun Struktur Partai
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Ibu Perlu Didengar, Bukan Dituntut Selalu Kuat
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.