Tim gabungan fokuskan pendinginan di tiga blok Gunung Ciremai

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Kuningan (ANTARA) - Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memfokuskan pendinginan di tiga blok kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, setelah pemantauan pada Sabtu tidak mendeteksi titik api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Indra Bayu mengatakan operasi difokuskan pada penanganan sisa kebakaran, karena masih ditemukan kepulan asap tipis di sejumlah lokasi.

“Status terkendali, lanjut pendinginan total sampai asap hilang,” kata Indra dalam keterangannya, di Kuningan, Sabtu.

Ia menyampaikan tiga blok yang menjadi prioritas pendinginan atau mopping up tersebut meliputi Bintangot, Karang Dinding, dan Bukit Seribu Bintang di kawasan TNGC wilayah Kabupaten Kuningan.

Pihaknya menyampaikan dari hasil pemantauan drone TNGC dan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan Sipongi, titik api tidak terdeteksi hingga Sabtu malam, sehingga petugas melanjutkan siaga pendinginan.

Sebelumnya, kata dia lagi, pemantauan udara di Grid 15 kawasan TNGC menemukan titik api di bawah kaki Gunung Dulang dan di sebelah selatan pos pemantauan Karang Dinding, sekitar 1,4 kilometer dari pos tersebut.

“Temuan itu ditindaklanjuti dengan operasi pendinginan, termasuk di Blok Panyusupan, sementara petugas terus memantau perkembangan kondisi kawasan melalui pengamatan udara dan pemeriksaan lapangan,” ujarnya lagi.

Ia menuturkan upaya penanganan meliputi pendinginan manual menggunakan peralatan pemadam, termasuk jet shooter, serta patroli drone untuk memantau sebaran asap dan memastikan kondisi titik-titik terdampak.

Dia menyebutkan keterbatasan kendaraan untuk mobilisasi petugas menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla, ditambah kondisi medan curam dan lahan bekas terbakar yang membutuhkan kewaspadaan.

“Untuk mendukung penanganan lanjutan pada Minggu (25/10), tim gabungan merencanakan pemantauan asap dan pendinginan di Grid 15, operasi modifikasi cuaca oleh BNPB, serta dukungan water bombing oleh TNI Angkatan Udara,” ujarnya lagi.

Pihaknya pun melanjutkan pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik, pendataan relawan, dan pemantauan perkembangan titik api melalui Sipongi untuk memastikan kondisi kawasan tetap terkendali.

“Proses pendinginan hingga kepulan asap menghilang dan memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul di kawasan TNGC,” ujar dia.

Baca juga: Baznas Kuningan sediakan konsumsi dan obat bagi relawan karhutla

Baca juga: Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di lokasi terdampak karhutla


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PCC Catat Laba Bersih Rp177,18 Miliar hingga Kuartal III 2026, Trafik Kargo Tumbuh 19,57 Persen
• 15 jam laludisway.id
thumb
Beroperasi Sejak 2024, Sindikat Judol Boxkia Raup Omzet Rp 2 M Per Bulan
• 14 jam laludetik.com
thumb
Ratusan Satwa Eksotis dan Hias Meriahkan Prana Satwa Brawijaya 2026 di Malang
• 8 jam laluberitajatim.com
thumb
Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,0 Guncang Tibet, Sejumlah Rumah Retak dan Runtuh
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Kargo Solar Perdana Rusia Hasil Kesepakatan Putin-Trump Berlayar ke AS
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.