Risiko Iklim Meningkat, Pelaku Usaha Perlu Siapkan Langkah Antisipasi

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Ancaman Super El Nino yang diperkirakan memengaruhi Indonesia hingga awal 2027 menuntut berbagai sektor usaha meningkatkan kesiapan menghadapi risiko iklim. Potensi kemarau panjang, kekeringan, dan kebakaran tidak hanya mengancam sektor pertanian dan perkebunan, tetapi juga kegiatan industri, properti, serta logistik yang bergantung pada ketersediaan air dan kondisi lingkungan.

Antisipasi risiko iklim menjadi penting untuk mengurangi potensi kerusakan aset, gangguan operasional, dan kerugian finansial akibat cuaca ekstrem. Pelaku usaha perlu mengidentifikasi kerentanan kegiatan bisnisnya sekaligus menyiapkan langkah pencegahan sesuai karakteristik masing-masing sektor.

Baca Juga
  • Risiko Iklim Jadi Pertimbangan Pembiayaan Infrastruktur, IIF Terapkan Standar Internasional
  • Riset Perguruan Tinggi Perlu Jawab Tantangan Iklim hingga Kecerdasan Buatan
  • Hadapi Perubahan Iklim, Layanan PAUD Perlu Didukung Pendanaan Berkelanjutan

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan, risiko iklim perlu menjadi pertimbangan dalam pengelolaan usaha dan perlindungan aset. Menurut dia, dampak cuaca ekstrem dapat meluas ke berbagai kegiatan ekonomi sehingga penanganannya tidak cukup hanya dilakukan ketika kerugian sudah terjadi.

“Super El Nino menjadi pengingat bahwa risiko iklim perlu diantisipasi secara serius karena dampaknya dapat meluas ke berbagai sektor dan memengaruhi aset maupun kegiatan operasional. Karena itu, nasabah perlu memahami risiko yang dihadapi dan menyiapkan langkah pencegahan. Di sisi lain, perusahaan asuransi juga perlu memastikan pengelolaan risiko yang memadai agar dapat menjalankan kewajibannya kepada nasabah,” ujar Brellian dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Brellian menjelaskan, langkah antisipasi dapat dimulai dengan memetakan risiko berdasarkan lokasi, karakteristik aset, dan potensi gangguan operasional. Informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dapat digunakan sebagai acuan untuk mengenali wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun kebakaran.

Bagi sektor industri, kesiapan menghadapi cuaca ekstrem dapat dilakukan melalui pemeriksaan sistem proteksi kebakaran dan penyusunan prosedur penanganan gangguan operasional. Sementara itu, kegiatan usaha yang membutuhkan pasokan air perlu menyiapkan pengelolaan sumber daya untuk mengantisipasi kemungkinan kekeringan berkepanjangan.

Di sektor pertanian dan perkebunan, perubahan kondisi iklim dapat memengaruhi keberlangsungan produksi. Karena itu, upaya mitigasi diperlukan untuk mengurangi potensi kerugian akibat kekeringan dan gangguan lingkungan lainnya.

Selain langkah pencegahan, perlindungan finansial juga menjadi salah satu instrumen pengelolaan risiko bagi pelaku usaha. Asuransi dapat membantu mengurangi dampak keuangan dari kerugian yang termasuk dalam cakupan pertanggungan, meskipun tidak dapat mencegah terjadinya bencana.

Peningkatan risiko cuaca ekstrem juga menjadi tantangan bagi industri asuransi dalam mengelola potensi klaim. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai klaim industri asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp43,34 triliun hingga Juli 2026, meningkat 17,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, kenaikan klaim tersebut mencakup berbagai jenis risiko dan tidak secara khusus mencerminkan dampak Super El Nino. Besarnya potensi klaim akibat cuaca ekstrem tetap bergantung pada kejadian bencana, tingkat kerugian, dan cakupan perlindungan dalam polis.

Dari sisi perusahaan asuransi, langkah antisipasi dilakukan melalui pemetaan konsentrasi pertanggungan di wilayah rawan bencana, evaluasi portofolio, serta peninjauan proses seleksi risiko dan penetapan premi atau underwriting. Kecukupan cadangan dan dukungan reasuransi juga diperlukan untuk menjaga kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban kepada nasabah.

Asuransi Jasindo menyatakan menerapkan pendekatan pengelolaan risiko melalui pendampingan nasabah dalam mengidentifikasi potensi kerugian dan menentukan kebutuhan perlindungan. Perusahaan juga menyiapkan layanan klaim mulai dari pelaporan, verifikasi, hingga penyelesaian sesuai ketentuan polis.

Di sektor pertanian, Asuransi Jasindo telah terlibat dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bersama Kementerian Pertanian sejak 2015. Program tersebut memberikan perlindungan finansial terhadap risiko gagal panen yang dijamin dalam polis, termasuk akibat kekeringan, banjir, serta serangan hama dan penyakit tanaman.

“Bagi Asuransi Jasindo, menjaga kepercayaan nasabah tidak hanya dilakukan melalui perlindungan asuransi, tetapi juga melalui pengelolaan risiko yang terukur dan layanan yang dapat diandalkan. Kami berupaya memastikan kesiapan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada nasabah, sehingga perlindungan dapat diberikan sesuai ketentuan ketika risiko terjadi,” kata Brellian.

Potensi dampak Super El Nino menunjukkan pentingnya kesiapan berbagai sektor dalam menghadapi perubahan kondisi iklim. Identifikasi risiko, pencegahan kerusakan aset, kesiapan operasional, serta perlindungan finansial menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian ekonomi akibat cuaca ekstrem.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peluncuran Buku Feith, Bonnie Triyana Soroti Relevansi Demokrasi 1950-an
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Polres Kepulauan Seribu Gelar Parade Penyambutan AKBP Wikha Ardilestanto
• 13 jam laludetik.com
thumb
Dua Pesawat Latih Militer Filipina Tabrakan di Udara, 4 Pilot Tewas
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
KKP-Komisi IV Salurkan Bantuan Sembako hingga Benih Ikan di Kampung Nelayan Poncosari
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Inara Rusli dan Insanul Fahmi Buka Peluang Damai, Wardatina Mawa Tetap Lanjutkan Proses Hukum
• 20 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.