Jakarta, ERANASIONAL.COM – Mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto atau yang dikenal sebagai Widodo AS meninggal dunia pada Minggu (25/10/2026) di Jakarta.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul pada Minggu pagi.
Kepergian Widodo AS menjadi kehilangan bagi institusi TNI. Ia merupakan salah satu tokoh militer yang mencatat sejarah sebagai Panglima TNI pertama dari matra Angkatan Laut pada era reformasi.
Widodo menjabat sebagai Panglima TNI pada 26 Oktober 1999 hingga 7 Juni 2002.
Ia dipercaya menduduki posisi tersebut pada masa pemerintahan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, setelah sebelumnya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) dan Wakil Panglima TNI.
Pengangkatannya menjadi Panglima TNI menandai perubahan penting dalam sejarah kepemimpinan militer Indonesia.
Sebelumnya, jabatan tersebut lebih banyak diisi perwira tinggi dari matra Angkatan Darat.
Museum Kepresidenan RI Balai Kirti mencatat, penunjukan Widodo pada 1999 menjadi yang pertama bagi perwira dari luar TNI AD.
Dari Angkatan Laut ke Jabatan Strategis NegaraWidodo Adi Sutjipto lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1968.
Karier militernya dimulai sebagai perwira senjata di KRI Irian. Ia kemudian mengemban berbagai penugasan di lingkungan TNI AL, termasuk sebagai komandan sejumlah kapal perang dan pejabat di jajaran komando armada.
Sebelum dipercaya menjadi Panglima TNI, Widodo menjabat KSAL pada 26 Juni 1998 hingga 17 Juli 1999. Setelah itu, ia diangkat menjadi Wakil Panglima TNI sebelum akhirnya menduduki pucuk pimpinan TNI pada Oktober 1999.
Masa jabatannya sebagai Panglima TNI berakhir pada Juni 2002 dan dilanjutkan oleh Jenderal TNI Endriartono Sutarto.
Berlanjut Mengabdi di PemerintahanSetelah menyelesaikan tugasnya di lingkungan militer, Widodo AS tetap dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis pemerintahan.
Pada 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, yang kemudian dikenal sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Ia mengemban jabatan tersebut pada periode 2004–2009.
Dalam perjalanan pemerintahan, Widodo juga pernah menjalankan tugas sebagai Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2007 serta Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada 2009.
Selanjutnya, ia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada periode 2010–2014. Penugasan tersebut memperpanjang kiprahnya dalam pemerintahan setelah puluhan tahun berkarier di militer.
Rekam jejak Widodo AS memperlihatkan perjalanan seorang perwira TNI AL yang tidak hanya mencapai posisi tertinggi dalam struktur militer, tetapi juga dipercaya menjalankan tugas di bidang politik, keamanan, dan pemerintahan.
Kepergiannya menutup perjalanan panjang pengabdian seorang tokoh yang pernah berada di sejumlah posisi penting dalam institusi pertahanan dan pemerintahan Indonesia. []





