JAKARTA — Sebanyak 68 siswi dari 12 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di Jakarta Utara dan sekitarnya mengikuti Festival SenengSoccer di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 musim 2026–2027 untuk mengenalkan sepak bola kepada anak perempuan sejak usia dini.
Dalam festival tersebut, Naufalyn Fikria Rabbani dari SDN Cipulir 03 menjadi peserta tercepat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian tantangan dengan catatan waktu 35,52 detik. Posisi kedua ditempati Hawra Gumaisha Ardifa dari SDN Jatinegara 10 Pagi dengan waktu 41,76 detik, disusul Shanum Zalika Khattab dari SDN Duren Sawit 01 dengan waktu 42,90 detik.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, mengatakan Festival SenengSoccer bertujuan mengasah bakat sekaligus menumbuhkan kecintaan anak perempuan terhadap sepak bola.
“Melalui berbagai aktivitas di lapangan, mereka bisa belajar keterampilan dasar sekaligus menunjukkan minat dan potensi yang dimiliki. Selanjutnya, sekolah dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi tersebut melalui latihan rutin dan pembentukan tim sepak bola putri,” ujar Chandra.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut dia, festival tersebut juga dapat menjadi sarana bagi sekolah untuk mengidentifikasi potensi pemain sejak dini. Pembinaan melalui latihan terarah dan konsisten diharapkan membantu peserta mengembangkan kemampuan bermain serta mempersiapkan diri mengikuti kompetisi MilkLife Soccer Challenge kelompok usia (KU) 10.
Festival SenengSoccer menguji keterampilan dasar peserta melalui sejumlah tantangan, antara lain menggiring bola (dribbling), mengoper dan mengontrol bola (passing and control), duel satu lawan satu (1-on-1), lemparan ke dalam (throw-in), menembak ke sasaran (shoot on target), dan tendangan penalti (penalty shoot). Peserta harus menyelesaikan seluruh rintangan dan berlari menuju tombol penghenti waktu. Catatan waktu digunakan untuk menentukan pemenang.
Naufalyn mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapat kesempatan mempelajari teknik dasar sepak bola sekaligus meningkatkan keterampilannya.
“Saya belajar banyak lewat SenengSoccer ini, misalnya dari mengoper bola, menggiring bola, dan menendang ke gawang. Saya ingin terus berlatih supaya bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat,” kata siswi berusia tujuh tahun itu.
Pelatih SDN Cipulir 03, Muhammad Soleh, mengatakan perkembangan kemampuan Naufalyn didukung latihan rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan. Selama ini, latihan sepak bola di sekolah tersebut dilakukan di area lantai sekolah.
Menurut Soleh, Naufalyn telah memiliki kemampuan dasar yang cukup baik, seperti menggiring bola, menyundul bola (heading), dan menendang ke arah gawang. Ia berharap kemampuan tersebut terus berkembang melalui latihan konsisten agar Naufalyn dapat bersaing di kelompok usia yang lebih tinggi.
Naufalyn juga mengikuti kompetisi KU 10 MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 musim 2026–2027.
Secara keseluruhan, MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027 diikuti sekitar 1.600 siswi dari 112 SD dan MI di Jakarta dan sekitarnya. Para peserta berkompetisi dalam format tujuh lawan tujuh (7 vs 7), dengan pembagian 32 tim KU 10 dan 111 tim KU 12.
Rangkaian kompetisi tersebut dijadwalkan berlanjut ke babak semifinal dan final untuk KU 10 dan KU 12 di Jakarta International Stadium pada Ahad (25/10/2026).
MilkLife Soccer Challenge digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife sebagai bagian dari upaya mendorong