Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro menilai cara ini keliru. Penggunaan gadget berlebihan justru membuat anak menjadi kecanduan.
"Kebiasaan-kebiasaan seperti itulah yang tanpa sadar justru menimbulkan kayak kecanduan nih ya. Habit-nya seolah-olah kalau makan berarti disandingkan gadget," kata Agung di sela acara Diseminasi Bahan Bacaan Literasi di Kabupaten Brebes di Teras Padi, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Orang tua harus membuat aturan tegas dalam penggunaan gawai. Batasan ini tidak harus kaku melainkan disesuaikan dengan kesepakatan bersama anak.
Misalnya, membatasi penggunaan gawai maksimal hanya satu jam sehari dengan komitmen tinggi dari orang tua dan anak. Atau bisa juga hanya memberikan gadget saat akhir pekan.
Agung mengatakan alih-alih memberikan gawai sebagai hadiah instan agar anak diam, orang tua bisa menggunakan sistem penghargaan yang mendidik. Misalnya menambah jam penggunaan gadget bila nilai ulangan bagus.
Baca Juga :
Anak Kecanduan Gadget? Coba Gerakan 200 Menit Tanpa Gawai, Ini Caranya"Atau sebagai stimulan kalau besok nilai ulangannya bagus, kamu tak kasih bonus sebelumnya satu jam, jadi dua jam. Atau beliin buku," kata Agung.
Selain itu, meja makan seharusnya menjadi ruang interaksi bukan tempat menyendiri dengan layer masing-masing.
"Jadi saya kadang khawatir kalau kumpul satu meja bukan dimanfaatkan untuk bisa saling cerita, tapi dengan gadget di tangan masing-masing. Nah bagaimana mungkin akan terjadi interaktif,
bagaimana mungkin akan bisa menimbulkan ikatan emosional yang kuat gitu," ujar Agung.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Hafidz Muksin mengatakan solusi lain yang bisa dilakukan untuk membangun ikatan emosional yang kuat di dalam keluarga dengan mendongeng, bertutur, atau membacakan buku pada anak.
Sebelum tidur, orang tua bisa membacakan dongeng kepada anak mereka. "Semoga ini akan menjadi sebuah kebiasaan baru, orang-orang tua yang muda kita tidak hanya mau tidur diberikan gawai, namun diberikan buku kita baca, atau dibacakan bagi anak yang belum bisa membaca. Itu akan sangat bagus," kata Hafidz.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Atasi Anak Rewel Tanpa Sogokan Gawai ala Ketua Komisi X DPR Klik untuk baca: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/wkBdvleN-atasi-anak-rewel-tanpa-sogokan-gawai-ala-ketua-komisi-x-dpr
(REN)





