Hasil Penelitian, Ciri-Ciri Psikopat Bisa Dikenali dari Makanannya

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: ilustrasi psikopat (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Istilah psikopat kerap dilekatkan pada sosok yang kejam dan tak segan menyakiti hingga membunuh orang lain. Padahal, faktanya psikopat bukanlah istilah medis resmi dalam diagnosis kesehatan mental.

Eric Patterson, seorang konselor profesional berlisensi yang berbasis di Cabot, Pennsylvania, menjelaskan bahwa terdapat banyak kekeliruan informasi mengenai psikopat, salah satunya penggunaan kata 'psiko' yang telanjur berkonotasi negatif. Dalam dunia psikiatri sendiri, kondisi yang sering disebut psikopat ini secara medis tergolong ke dalam gangguan kepribadian antisosial atau Antisocial Personality Disorder (ASPD).

Dengan banyaknya kebingungan masyarakat mengenai istilah psikopati dan psikopat, lantas bagaimana sebenarnya cara mengetahui apakah seseorang mengidap gangguan kepribadian antisosial atau ASPD tersebut?


Baca: Kesalahan Pola Asuh Orang Tua yang Bikin Anak Jadi Psikopat

Dengan banyaknya kebingungan tentang istilah psikopati dan psikopat, lantas bagaimana cara mengetahui seseorang memiliki gangguan kepribadian antisosial atau ASPD?

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala psikopat mengutip Psych Central.

1. Mengabaikan hak orang lain dan nilai-nilai di masyarakat

Menurut Patterson, mengabaikan hak orang lain adalah salah satu tanda ASPD yang paling menonjol. Perilaku ini melanggar hak-hak orang lain dan hukum yang telah ditetapkan oleh masyarakat.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-5, penderita ASPD menunjukkan pola pengabaian terhadap hak orang lain.

Seseorang dengan ASPD mungkin tidak mengikuti norma-norma sosial, dan mereka mungkin melakukan hal-hal yang dianggap melanggar hukum oleh orang lain.

Penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa orang-orang dengan psikopati memiliki kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain tetapi mereka tidak terampil dalam hal ini, sehingga berkontribusi pada ketidakpedulian mereka terhadap orang-orang di sekitar mereka.

2. Berbohong dan manipulatif

Orang dengan ASPD juga cenderung melakukan kebohongan. Mereka bahkan berbohong tentang namanya dan menggunakan nama samaran atau identitas lainnya.

Biasanya, kebohongan dilakukan untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain, seperti seks atau keuntungan finansial. Mereka mungkin memanipulasi orang dengan menggunakan pesona dan pujian. Manipulasi ini mungkin juga melibatkan pelecehan emosional atau pemerasan

3. Agresif

Penting untuk diperhatikan bahwa tidak semua psikopat agresif secara fisik. Namun ciri umum di antara orang-orang dengan ASPD adalah mereka bertindak agresif atau sangat mudah tersinggung.

Agresif tidak harus bersifat fisik, tapi juga bisa melibatkan pelecehan verbal.

4. Impulsif

Orang dengan ASPD mungkin bertindak impulsif. Artinya mereka melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.

Ketika melakukan hal berisiko, mereka mungkin tidak memikirkan keselamatan mereka sendiri atau keselamatan orang lain. Sebagian karena sifat impulsif ini, orang dengan ASPD lebih mungkin mengalami gangguan penggunaan narkoba dibandingkan orang lain.

Orang dengan ASPD juga memiliki peluang lebih tinggi tertular Infeksi Menular Seksual (IMS) karena perilaku seksual impulsif, dan mungkin memiliki angka kematian lebih awal dibandingkan orang tanpa gangguan tersebut karena kecelakaan, cedera, dan bunuh diri.

5. Tidak memiliki rasa penyesalan

Seseorang dengan ASPD tidak memiliki penyesalan atas tindakan mereka, meskipun mereka telah berbohong hingga melanggar hak orang lain. Dengan kata lain, mereka tidak merasa bersalah atas apa yang telah mereka lakukan.

Orang dengan ASPD mungkin juga mencoba merasionalisasikan kerugian yang mereka timbulkan.

Hubungan antara makanan dan kepribadian

Para peneliti dari University of Innsbruck di Austria menyelidiki preferensi selera 953 orang Amerika. Para peserta ditanya tentang keberpihakan mereka terhadap makanan dan minuman manis, asam, asin, dan pahit. Mereka juga harus menjawab empat survei kepribadian berbeda yang menilai ciri-ciri kepribadian antisosial seperti psikopat, narsisme, agresi, dan sadisme.

Para peneliti mengatakan mereka menemukan hubungan antara peningkatan kenikmatan makanan pahit dan kecenderungan perilaku sadis.

Secara khusus, menurut penulis, perilaku sadisme sehari-hari secara signifikan berkorelasi positif dengan preferensi rasa pahit secara umum.

Makanan yang disukai orang dengan kecenderungan psikopat

Dalam mempelajari preferensi makanan, penelitian lain yang dilakukan Sagioglou dan Greitemeyer juga menunjukkan korelasi positif antara preferensi rasa pahit dan sifat kejam.

Makanan dan minuman pahit itu di antaranya adalah kopi, lobak, bir, air tonic, dan seledri. Dibandingkan dengan rasa lain, pahit lebih menunjukkan "sisi psikopat" pada masing-masing orang.

Sagioglou dan Greitemeyer mencatat bahwa supertasting, yang didefinisikan sebagai peningkatan kepekaan terhadap rasa pahit, berkaitan dengan tingkat emosi yang lebih tinggi pada manusia. Hal yang sama juga ditemukan pada tikus.

Dan sesuai dengan sifatnya, orang yang ramah lebih suka makanan manis, seperti permen dan coklat, serta tidak suka makanan pahit.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Inovasi Minuman Bernutrisi Dukung Tren Hidup Sehat Warga +62

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekap Hasil UFC 333: Alexander Volkanovski Hantam Movsar Evloev Sampai TKO, Petr Yan Pertahankan Gelar Kelas Bantam
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Veda Ega Cetak Sejarah Raih Pole Position Moto3 GP Australia 2026, tetapi Tegaskan Perjuangan Belum Selesai
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Pramono Finis JRF dalam 1 Jam 49 Menit: Saatnya Tertib Ikuti Arahan Panitia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa M 7,0 Landa Pulau Ogasawara Jepang
• 28 menit laluviva.co.id
thumb
PENSA 2026 Indonesia Menjadi Wadah Kolaborasi Para Nakes, Peneliti, hingga Ahli Gizi
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.