jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin mendorong pesantren dan masyarakat lokal, terlibat aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.
Gus Muhaimin menyampaikan hal itu saat menjadi inspektur upacara Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Al-Falah Putera, Banjarbaru, Sabtu (24/10).
BACA JUGA: MPDI Gelar Dialog, Muncul Sorotan Soal Realisasi Dana Abadi Pesantren
Menurut dia, pesantren memiliki potensi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kepedulian dan kearifan lokal.
“Sebetulnya di mana ada pesantren, biasanya ada keberpihakan dan ada tindakan-tindakan preventif,” kata Gus Muhaimin.
BACA JUGA: Gus Muhaimin Santuni Petugas Karhutla di Kalsel, Salurkan Air Bersih hingga Sembako
Dia meminta pemerintah pusat dan daerah, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), memberi ruang lebih besar bagi pesantren dalam strategi perlindungan hutan.
Gus Muhaimin menilai pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Keterlibatan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan juga diperlukan.
BACA JUGA: Gus Muhaimin Bantu 34 Ribu Warga Tanjab Barat yang Kesulitan Air Bersih
“Nah, kita jadikan kebakaran hutan ini sebagai evaluasi. Sekarang kita jaga hutan ke depan dengan melibatkan masyarakat lokal, libatkan pesantren dengan kearifannya terhadap lingkungan,” ujarnya.
Selain persoalan lingkungan, Gus Muhaimin menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana yang masih dihadapi banyak pesantren di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, dia menyerahkan secara simbolis bantuan sarana dan prasarana serta sertifikasi kepada sejumlah pesantren di Kalimantan Selatan.
Dia menyebut pesantren dengan infrastruktur dan bangunan berkualitas masih menjadi bagian kecil dari keseluruhan lembaga pendidikan pesantren di tanah air.
“Mayoritas pesantren-pesantren itu berdiri mandiri, kokoh dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada,” tuturnya.
Gus Muhaimin mengapresiasi para pengelola pesantren yang terus mendidik generasi bangsa, meski menghadapi keterbatasan fasilitas.
“Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin memberikan perhatian, bantuan, dan dukungan,” katanya.
Dia juga mengajak pesantren di seluruh Indonesia menjadikan momentum Hari Santri Nasional sebagai kesempatan untuk berbenah dan bertransformasi menghadapi tantangan zaman. (kkp/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Santri 2026: Bantuan Pendidikan dan Renovasi Pesantren Capai Rp 27,5 Miliar
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra




