JAKARTA — BSI Maslahat resmi meluncurkan program BSI Scholarship 2026 sebagai wujud komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.
Peresmian program ini ditandai secara simbolis melalui penekanan tombol (push button) oleh pembina BSI Maslahat Arief Adhi Sanjaya, Direktur Eksekutif BSI Maslahat Bambang Sutrisno, serta Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemendiktisaintek RI Prof Sandro Mihradi.
Baca Juga
Keluarga yang Diinginkan Alquran: Figur Ideal Seorang Ibu, Seperti Apa?
Debat Panas Rocky Gerung dan Mahasiswa
Kemarau Tiga Bulan, Muka Air Danau Kerinci Turun hingga 160 Sentimeter
Direktur Eksekutif BSI Maslahat Bambang Sutrisno menegaskan, pendidikan merupakan pilar strategis dalam mendorong mobilitas sosial dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui BSI Scholarship, BSI Maslahat mengoptimalkan pemanfaatan dana sosial untuk mencetak generasi berdaya saing global.
“Pendidikan merupakan jalan utama untuk mengubah kehidupan. Kami ingin anak-anak Indonesia yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap memperoleh kesempatan belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita. Harapannya, ilmu yang mereka tempuh tidak hanya mengangkat martabat diri sendiri, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memberi maslahat nyata bagi masyarakat luas,”ujar Bambang lewat keterangan tertulis, Ahad(25/10/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Peraih beasiswa BSI Scholarship - (Ist)
Hingga 16 Oktober 2026, BSI Maslahat telah menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) mencapai Rp461,5 miliar. Sejak digulirkan pada 2021, program BSI Scholarship telah menjangkau 21.153 penerima manfaat di jenjang sekolah hingga perguruan tinggi, bekerja sama dengan 190 mitra kampus di seluruh penjuru Tanah Air.
Dampak nyata program ini terlihat dari pencapaian para lulusannya. BSI Scholarship telah meluluskan 1.182 sarjana, dengan 672 alumni kini telah aktif di dunia kerja profesional, 37 alumni sukses merintis wirausaha, dan 70 alumni telah bertransformasi menjadi muzaki (pembayar zakat).
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Ariani Astuti Roosiani, mahasiswi Universitas Indonesia asal Banjarmasin. Selain mendapatkan bantuan pembiayaan kuliah penuh dan uang saku bulanan, Ariani juga memperoleh program pembinaan karakter serta pendampingan kapasitas diri berkelanjutan.
Melalui pembukaan BSI Scholarship 2026, BSI Maslahat menargetkan perluasan cakupan penerima manfaat dan penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna melahirkan talenta muda yang mandiri, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.