Keraguan atas Identitas Ilhan Omar Meluas, Trump Kembali Menuntutnya Mundur dari Kongres 

erabaru.net
58 menit lalu
Cover Berita

Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Ilhan Omar, menjadi sorotan dalam penyelidikan kriminal federal terkait dugaan penipuan imigrasi. Pada 12 Oktober, agen federal menggerebek kediamannya di Washington, D.C., dan menyita sejumlah barang. Pada Kamis (22 Oktober), Presiden Donald Trump kembali menuduh Omar menggunakan nama palsu saat mengucapkan sumpah jabatan sebagai anggota Kongres dan mendesaknya agar segera mengundurkan diri.

EtIndonesia.com Pada 12 Oktober pagi, sejumlah besar petugas penegak hukum federal mendatangi kawasan timur laut Washington, D.C., untuk menggeledah kediaman Ilhan Omar, anggota DPR dari Partai Demokrat.

Departemen Kehakiman AS membenarkan bahwa penggeledahan tersebut telah memperoleh persetujuan pengadilan dan merupakan bagian dari penyelidikan kriminal federal.

Menurut laporan sejumlah media Amerika, penyelidikan itu berfokus pada dokumen permohonan imigrasi Omar dan keluarganya dari beberapa tahun lalu, termasuk dokumen yang diisi oleh mendiang ayahnya.

Omar, yang kini berusia 44 tahun, lahir di Somalia pada 1982. Ketika berusia delapan tahun, ia melarikan diri bersama keluarganya ke Kenya akibat perang saudara. Setelah tinggal selama empat tahun di kamp pengungsi, ia pindah ke Amerika Serikat dan memperoleh kewarganegaraan AS pada tahun 2000. Ia kemudian berhasil terpilih menjadi anggota DPR AS.

Menurut laporan media, sebuah dokumen pengadilan yang diajukan Departemen Kehakiman pada 21 Oktober memuat nama yang berbeda dari nama yang biasa digunakan Omar. Hal ini kembali memicu pertanyaan dan tuduhan mengenai dugaan pemalsuan identitas.

 “Pada saat itu, dia menggunakan nama Ilhan Omar, tetapi nama aslinya sama sekali berbeda, yaitu Ilhan Nur Said Elmi. Itu sangat berbeda dengan Ilhan Omar,” kata Presiden AS Donald Trump pada 22 Oktober 2026. 

“Dia menggunakan nama palsu ketika mengucapkan sumpah jabatan sebagai anggota Kongres. Menurut saya, dia harus segera mengundurkan diri dari jabatannya di Kongres.”

Riwayat pernikahan Ilhan Omar selama bertahun-tahun juga menjadi sasaran kritik dari kalangan konservatif.

Para pengkritiknya menuduh bahwa mantan suaminya, Ahmed Elmi, sebenarnya adalah saudara kandungnya sendiri. Mereka menduga bahwa pernikahan tersebut dilakukan untuk membantu Ahmed Elmi memperoleh status imigrasi di Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump: “Seluruh hidupnya adalah sebuah penipuan.”

Menanggapi penggeledahan tersebut, Omar melancarkan bantahan keras. Ia menuduh pemerintahan Trump berusaha memanfaatkan lembaga penegak hukum federal untuk menyerang lawan-lawan politiknya.

Sebenarnya, pada Maret lalu, Wakil Presiden AS JD Vance telah secara terbuka menuduh Omar terlibat dalam penipuan imigrasi. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, juga mengungkapkan pada September bahwa pemerintah sedang menyelidiki persoalan terkait tersebut.

Laporan Liu Jiajia, NTD, Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AC Milan Siapkan Perombakan Skuad, Markus Krosche Jadi Kunci Perburuan Bek Tengah hingga Striker Baru
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Gali Lubang di Ruang Digital
• 8 jam lalukompas.id
thumb
8 Drakor dengan Konsep Meet-Cute yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
QatarEnergy sepakati pembelian 4 juta ton LNG AS per tahun
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Demo Lanjutan Kembali Pecah di Prancis, 135 Orang Ditangkap
• 9 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.