Petani Transmigrasi Bangka Selatan Buka Peluang Jajaki Pasokan Sayur ke SPPG

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita
Petani Transmigrasi Bangka Selatan Buka Peluang Jajaki Pasokan Sayur ke SPPGNasional | sindonews | Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:42Dengarkan Berita

Petani di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai membuka peluang pasar baru untuk sayuran hasil panen mereka. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 IPB University menjajaki kerja sama pasokan sayuran ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Besar agar hasilpertanian warga memiliki peluang pembeli yang lebih pasti.

Ayik Sofyan, petani penggerak dari Desa Sumber Jaya Permai menuturkan, selama ini, akses pasar dan harga yang tidak menentu menjadi tantangan bagi petani. Pendampingan TEP membuka kesempatan bagi mereka untuk belajar menyiapkan hasil panen sesuai kebutuhan pembeli.

Peluang tersebut dijajaki melalui kegiatan Farmer Field and Business School (FFBS) pertemuan ke-7 sekaligus panen di Demplot Trans-Organik, Desa Sumber Jaya Permai, Selasa 13 Oktober 2026. Bersama 18 petani penggerak, tim memanen 107 kilogram sayuran yang terdiri atas pakcoy, selada, bayam, dan kangkung.

Baca juga: 5.000 SPPG Ditargetkan Terapkan MBG Prasmanan hingga Akhir 2026

Baca Juga:Hanura Petakan Potensi Kursi usai Konsolidasi Struktur di 38 Provinsi

“Selama ini, akses pasar dan ketidakpastian harga menjadi tantangan bagi petani. Melalui kegiatan ini, kami belajar tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga bagaimana menyiapkan hasil panen sesuai kebutuhan pembeli. Adanya komunikasi dengan SPPG dan pedagang lokal memberikan harapan bagi pengembangan usaha hortikultura kami,” ungkap Ayik di Demplot Trans-Organik, Desa Sumber Jaya Permai, Minggu (25/10/2026).Ketua TEP IPB University Suprehatin mengatakan petani perlu memahami kebutuhan pasar, mulai dari jenis sayuran, kualitas, jumlah hingga jadwal pengiriman. Karena itu, kegiatan pendampingan tidak hanya mengajarkan budidaya, tetapi juga cara menyortir, memilah berdasarkan kualitas, dan mengemas hasil panen.

Lihat video: Uji Coba MBG Prasmanan Diterapkan di 66 SPPG Lintas 10 Provinsi“Transisi pertanian tidak cukup berhenti pada bagaimana petani menghasilkan produk yang lebih baik. Kita juga perlu memastikan produk tersebut memiliki akses pasar,” ucapnya.

Baca Juga:Berencana Gratiskan PTN, Presiden Prabowo Jalankan Amanat Konstitusi

Kepala SPPG Pulau Besar Ashari Ramalan menyambut positif peluang pasokan sayuran dari petani setempat. Ramalan meminta petani berkoordinasi setidaknya satu minggu sebelum pengiriman agar jenis dan jumlah sayuran sesuai dengan kebutuhan SPPG. Tim juga menjajaki pedagang lokal sebagai pilihan pasar lainnya.

Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara agar pengembangan usaha di kawasan transmigrasi berorientasi pada pasar dan peningkatan pendapatan warga.

“Jangan hanya melihat apa yang bisa dibuat, tetapi juga siapa yang akan membeli dan bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Menteri Iftitah saat mengunjungi Kawasan Transmigrasi Prafi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu, 12 September 2026.Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menekankan pentingnya menghubungkan pengetahuan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

“Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan,” kata Menko AHY dalam acara pelepasan TEP 2026 di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

Baca Juga:Profil Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang yang Jadi Tersangka Pemerasan dan TPPU

Presiden Prabowo Subianto turut menegaskan pentingnya pasokan pangan yang berkelanjutan. “Tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan,” kata Prabowo saat menghadiri panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Melalui program Trans-Organik, TEP IPB University berharap petani Batu Betumpang dapat memperluas pasar, meningkatkan mutu sayuran, dan mengembangkan usaha pertanian yang memberi manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

#daerah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian ESDM Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Profil Lionel Messi, Pesepak Bola Pertama yang Raih Penghargaan Princesa de Asturias 2026 di Spanyol Sebagai Individu
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Foto: 1.500 Kucing Berebut 34 Gelar Juara Dunia di Belanda
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
57 Persen Ibu Indonesia Alami Baby Blues, NasDem: Hentikan Mitos 'Supermom'
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Hunter’s Moon Hiasi Langit 26 Oktober 2026, Ini Waktu Terbaik Melihatnya
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.