Kabut Asap Karhutla Selimuti Kapuas, Jarak Pandang Turun hingga 100 Meter

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengguna jalan menurun hingga 100-200 meter, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah.

Pemerintah Kabupaten Kapuas mengingatkan warga, terutama pengendara, untuk berhati-hati ketika melintasi wilayah yang terdampak kabut asap. Masyarakat juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap saat berada di luar ruangan.

Baca Juga :
Cak Imin Dorong Keterlibatan Pesantren Cegah Karhutla dengan Cara Ini
Prabowo Beri Bantuan Rp10 Miliar Buat Penanganan Karhutla di Tabalong Kalsel

“Kami mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati dalam mengendarai kendaraan, menyalakan lampu, dan menggunakan masker saat berada di luar,” kata Ketua Harian Pelaksana Satgas Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kapuas Pangeran S Pandiangan di Kuala Kapuas, Minggu (25/10/2026). 

Dia mengatakan kondisi kabut asap saat ini cukup pekat, khususnya di Kota Kuala Kapuas. Asap yang menyebar di udara membuat lingkungan tampak berkabut dan mengurangi jarak pandang, terutama bagi pengendara yang melintas di kawasan terdampak.

Selain meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, masyarakat diminta menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan. Warga juga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Paparan asap karhutla dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus agar terhindar dari dampak buruk asap.

"Kondisi kabut asap ini berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas," kata Pangeran.

Berdasarkan data per 24 Oktober 2026, tercatat 13 kejadian karhutla di Kabupaten Kapuas dengan total luas lahan terbakar mencapai 865 hektare. Sementara itu, jumlah titik panas mencapai 1.595 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 1.440 titik. Angka tersebut menunjukkan besarnya sebaran titik panas di wilayah itu dibandingkan kawasan lain di Kabupaten Kapuas.

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka kebun maupun membersihkan area pertanian. Praktik tersebut berisiko memicu kebakaran yang lebih luas dan memperburuk kondisi kabut asap.

Baca Juga :
Beredar Video Menkes Sesak Nafas hingga Pakai Tabung Oksigen saat Tinjau Karhutla di Kalimantan, Begini Faktanya!
Jangan Coba-coba Ubah Fungsi Hutan Bekas Karhutla! Satgas PKH Kasih Peringatan Keras
Menkes Buka Suara soal Foto Dirinya Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bulog Pastikan Stok Beras Jawa Barat Aman hingga Panen Raya 2027, Cadangan Capai 623,9 Ribu Ton
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Di Tengah Kobaran Api, TNI dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Merauke | KOMPAS PETANG
• 29 menit lalukompas.tv
thumb
QatarEnergy sepakati pembelian 4 juta ton LNG AS per tahun
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Ojol Korban Kecelakaan BYD di Jaksel Dapat Jaminan Perawatan Rp 20 Juta dari Jasa Raharja
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Bandara Banyuwangi Catat 1.142 Penumpang Jelang Perhelatan Gandrung Sewu 2026
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.