Apakah Uang Tunai Akan Hilang? Simak Prediksinya

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Transformasi menuju cashless society diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Inovasi tersebut berpotensi menghadirkan sistem pembayaran yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi dengan berbagai layanan digital hingga menggeser penggunaan uang tunai.

Mengutip Universitas Medan Area, transformasi digital telah mengubah cara masyarakat melakukan transaksi keuangan. Bagi pelaku usaha, adopsi pembayaran nontunai dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pelanggan, serta memperkuat daya saing di era ekonomi digital. 

Sementara itu, bagi masyarakat, sistem pembayaran digital memberikan kemudahan dalam bertransaksi dan membantu pengelolaan keuangan yang lebih baik. Sistem pembayaran nontunai juga memberikan efisiensi, keamanan, dan kecepatan dalam bertransaksi. Masyarakat mulai meninggalkan uang tunai Survei Visa Consumer Payment Attitudes Study pada 2023 menunjukkan bahwa dua dari tiga (67 persen) masyarakat Indonesia bersiap-siap untuk meninggalkan uang tunai. Pembayaran nontunai paling banyak digunakan Gen Z (78 persen), Gen Y (74 persen), dan kalangan affluent (73 persen).

Peningkatan transaksi digital menyebabkan penurunan penggunaan uang tunai dari 87 persen pada 2021 menjadi 84 persen pada 2022. Bahkan pembayaran QR telah lebih banyak digunakan dibanding uang tunai dengan tingkat penggunaan 93 persen, diikuti oleh kartu kredit dan kartu debit sebesar 80 persen.

"Masyarakat Indonesia kini semakin melangkah maju untuk meninggalkan uang tunai, seiring dengan meningkatnya adopsi metode pembayaran digital akibat pandemi," ujar Presiden Direktur Visa Indonesia Riko Abdurrahman.

Baca Juga :

Mengapa Masyarakat Semakin Jarang Membawa Uang Tunai?

(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Transaksi digital tumbuh tinggi Sementara data Bank Indonesia (BI), volume transaksi pembayaran digital melalui mobile banking dan internet banking, serta uang elektronik berbasis server mencapai 18,09 miliar transaksi atau tumbuh 39,24 persen (yoy) pada kuartal III 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.

Volume transaksi melalui internet payments dan mobile payments masing-masing tumbuh 14,26 persen (yoy) dan 45,55 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh 75,80 persen (yoy), didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant masing-masing menjadi sebesar 70,6 juta dan  49,4 juta. 

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 1.631 juta transaksi atau tumbuh 31,78 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp4.049 triliun atau tumbuh 33,91 persen (yoy). Sementara itu, nilai transaksi BI-RTGS mencapai Rp53.817 triliun dengan volume sebanyak 2,79 juta transaksi.

Meski begitu, bank sentral menyebut, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 11,77 persen (yoy) menjadi Rp1.341 triliun. BI terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia.

Di sisi lain, BI mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2026 tumbuh lebih tinggi. Pada September 2026, M2 tumbuh sebesar 8,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 8,2 persen (yoy) sehingga mencapai Rp10.587,9 triliun. 

Perkembangan M2 tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,0 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 7,3 persen (yoy). Perkembangan M2 pada September juga dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus), aktiva luar negeri bersih, dan penyaluran kredit. Tips menggunakan pembayaran digital dengan aman Agar transaksi digital tetap aman dan nyaman, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
  • Gunakan aplikasi pembayaran dari penyedia resmi dan terpercaya.
  • Aktifkan autentikasi dua faktor (two-factor authentication/2FA) jika tersedia.
  • Jangan membagikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada siapa pun.
  • Periksa kembali nominal dan tujuan pembayaran sebelum mengonfirmasi transaksi.
  • Pantau riwayat transaksi secara berkala untuk mendeteksi aktivitas yang tidak wajar.
  • Perbarui aplikasi secara rutin agar memperoleh fitur keamanan terbaru.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat, BPBD Kota Padang Bagikan Masker
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Arema FC Vs Dewa United: Careca Bawa Singo Edan Unggul 1-0 di Babak Pertama
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Kunjungi Desa Tenganan Pegringsingan, Seruni dan Dekranas Dukung Pelestarian Tenun Gringsing
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Xabi Alonso Berencana Evaluasi Cole Palmer Usai Kartu Merah Lawan Tottenham
• 33 menit lalukumparan.com
thumb
Mantan Panglima TNI Widodo AS Bakal Dimakamkan di TMP Kalibata
• 11 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.