Pantau - Galeri Indonesia Kaya (GIK) merayakan hari jadinya yang ke-13 dengan menggelar pertunjukan teater musikal bertajuk "Menanggung Dua Panggung" yang melibatkan 15 talenta muda peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya (RKIMB) Angkatan 3 di Grand Indonesia, Jakarta, pada 23–24 Oktober 2026.
Pertunjukan tersebut mengangkat kisah seorang pemain teater bernama Ranting yang menghadapi dilema antara mempertahankan dedikasi terhadap dunia seni dan menjalani tanggung jawab pekerjaan.
Pementasan ini menjadi karya perdana para peserta RKIMB Angkatan 3 setelah mengikuti pelatihan seni pertunjukan selama delapan bulan.
Selain menampilkan kemampuan akting, para peserta memadukan dialog, gerak panggung, dan lagu-lagu populer dalam format musikal yang menghadirkan unsur komedi.
Musikal "Menanggung Dua Panggung" Angkat Konflik antara Seni dan PekerjaanCerita "Menanggung Dua Panggung" ditulis oleh Aprilia Ramadhina, Jessica Gabriella, dan Widya Arifianti.
Naskah tersebut berpusat pada kehidupan Ranting, seorang pemain teater yang harus menghadapi tuntutan pekerjaan sekaligus mempertahankan kecintaannya terhadap seni pertunjukan.
Konflik batin tokoh utama dikemas melalui format musikal jukebox dengan memanfaatkan sejumlah lagu yang telah dikenal masyarakat.
Pertunjukan tersebut menghadirkan nuansa jenaka yang mengundang tawa penonton pada penampilan perdananya.
Sejumlah lagu yang dibawakan antara lain "Keroncong Kemayoran" dari tradisi musik Betawi, "Semua Ini Untuk Apa" karya Donne Maulana, dan "Makin Lelah" karya Payung Teduh.
Lagu "Sempurnanya Aku" dari grup musik NPD juga menjadi bagian dari pertunjukan tersebut.
Jennifer Kristi Rengka Ungkap Persiapan Panjang Selama PelatihanPemeran Ranting, Jennifer Kristi Rengka, mengatakan persiapan pementasan melibatkan proses latihan yang cukup panjang.
Menurutnya, latihan khusus untuk pertunjukan berlangsung sekitar dua bulan setelah para peserta menjalani program pelatihan musikal intensif.
“Seru banget ya. Tapi kali ini kita semakin lebih bagus lagi dibanding sebelumnya. Secara total mungkin sekitar dua bulan ya. Persiapannya bolong-bolong tapi cukup intensif. Karena walaupun kita sebenarnya persiapannya dua bulan. Kita tuh belajar program ruang kreatif intensif musikal budaya selama 8 bulan, terus sempat latihan dilanjut lagi di London selama dua minggu lah. Jadi persiapannya cukup panjang kalau misalnya dari segi teknik.", ungkap Jennifer.
Para peserta sebelumnya mengikuti program RKIMB selama delapan bulan untuk memperdalam kemampuan seni pertunjukan.
Mereka juga memperoleh kesempatan menjalani pelatihan musikal lanjutan bersama West End Stage di London pada Desember 2025.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari persiapan teknis yang diterapkan dalam pementasan "Menanggung Dua Panggung".
Fathur Ojak Sebut Pertunjukan Hasil Kolaborasi Talenta MudaPemeran Jendra, Fathur Ojak, menjelaskan bahwa pertunjukan tersebut merupakan hasil kerja sama antara penulis naskah dan para pemain yang tergabung dalam RKIMB.
Ia mengatakan pengalaman selama mengikuti pelatihan menjadi bekal dalam mengembangkan karya musikal tersebut.
"Jadi, ini adalah kayak hasil dari apa yang udah kita pelajarin di sana dan mencoba untuk mengangkat dan berkolaborasi. Kita ini yang tampil dari Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya yaitu para seniman-seniman yang di atas panggung," ungkapnya.
Kolaborasi tersebut memungkinkan para peserta menerapkan keterampilan yang diperoleh selama program pelatihan ke dalam sebuah produksi teater musikal.
Pertunjukan ini sekaligus menjadi wadah bagi para talenta muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam seni peran, vokal, dan gerak panggung.
Pelatihan di London Berikan Pengalaman Baru bagi Seniman IndonesiaPemeran Boy, Herve Pierre Sidharta, mengatakan pelatihan bersama West End Stage di London memberikan pemahaman baru mengenai teknik dan pendekatan seni pertunjukan.
Menurutnya, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan dalam dunia teater musikal dapat berbeda, tetapi memiliki dasar kecintaan yang sama terhadap seni.
"Mungkin teknik bisa berbeda, pendekatan bisa berbeda. Tapi kecintaan pada seninya semuanya sama ya. Dan bahwa Indonesia tidak kekurangan seniman. Bahwa kita juga punya banyak sekali potensi-potensi seniman yang dapat terus dikembangkan atau memajukan industri teater musikal", ujar Pierre.
Ia menilai Indonesia memiliki banyak talenta seni pertunjukan yang berpotensi untuk terus dikembangkan.
Pengalaman mengikuti pelatihan internasional tersebut kemudian diterapkan para peserta dalam produksi musikal di Galeri Indonesia Kaya.
RKIMB Jadi Wadah Pengembangan Seniman Teater MusikalRuang Kreatif Intensif Musikal Budaya merupakan program pelatihan musikal gratis yang diselenggarakan Indonesia Kaya untuk mengembangkan kemampuan seniman panggung Indonesia.
Program tersebut terutama ditujukan bagi calon pelaku teater musikal profesional.
Materi pelatihan memadukan teknik pertunjukan berstandar internasional dengan unsur budaya Nusantara.
Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pembekalan untuk mengembangkan kemampuan dalam berbagai aspek produksi teater musikal.
Pementasan "Menanggung Dua Panggung" digelar sebanyak tiga kali pada 23 dan 24 Oktober 2026 di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.
Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-13 Galeri Indonesia Kaya sekaligus menampilkan hasil pembelajaran para peserta RKIMB Angkatan 3.




