RIYADH, KOMPAS.TV – Arab Saudi kembali membuka layanan penerbangan domestik dan internasional di Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Minggu (25/10/2026).
Pembukaan dilakukan setelah terjadinya serangan Houthi lebih dari dua pekan lalu. Serangan kelompok Houthi dari Yaman menewaskan 17 orang dan melukai lebih dari 330 orang.
Namun, ancaman keamanan belum mereda. Pada hari yang sama, militer Arab Saudi mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik serta satu pesawat nirawak yang ditembakkan ke arah ibu kota.
Juru bicara militer Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengatakan sistem pertahanan udara juga mencegat dan menghancurkan 10 rudal balistik yang diarahkan ke wilayah selatan negara itu.
Seperti dikutip dari the Associated Press, pengelola Bandara Internasional King Khalid menyatakan Terminal 1 dan Terminal 2 kembali melayani penerbangan domestik dan internasional mulai Minggu.
Baca Juga: Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Minta Maskapai Penuhi Hak Penumpang
Sebelumnya, bandara tersebut hanya melayani penerbangan domestik secara terbatas.
Pada awal Oktober, serangan Houthi menghantam kompleks bandara yang menampung dua terminal lainnya. Serangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian serangan terhadap infrastruktur penerbangan Arab Saudi.
Konflik Yaman MeluasSeperti dikutip dari Associated Press (AP), serangan Houthi terhadap Arab Saudi meningkat setelah pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, dengan dukungan koalisi pimpinan Arab Saudi, melancarkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok tersebut di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Jalur ini penting bagi perdagangan internasional, termasuk pengiriman minyak dan barang lainnya.
Houthi, kelompok bersenjata yang didukung Iran, merespons operasi tersebut dengan melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk bandara, fasilitas minyak, dan instalasi militer. Serangan berulang ke Riyadh turut meningkatkan risiko terhadap penerbangan sipil.
Serangan terhadap Bandara Riyadh sebelumnya memaksa sejumlah maskapai membatalkan penerbangan. Otoritas keselamatan penerbangan Uni Eropa juga memperingatkan peningkatan risiko bagi pesawat sipil akibat serangan rudal dan drone, aktivitas sistem pertahanan udara, serta kemungkinan jatuhnya puing-puing hasil pencegatan.
Baca Juga: Arab Saudi Tuding Iran Dorong Houthi Tingkatkan Serangan ke Riyadh
Situasi tersebut mendorong sejumlah negara menawarkan dukungan pertahanan kepada Arab Saudi. Inggris, misalnya, mengumumkan penambahan dukungan militer berupa patroli udara defensif untuk membantu mencegat ancaman rudal dan drone di wilayah Saudi.
London menyatakan dukungan itu difokuskan pada perlindungan warga sipil dan infrastruktur penting, bukan serangan terhadap sasaran Houthi di Yaman.
Konflik yang kembali memanas ini juga mengancam memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman, yang telah dilanda perang berkepanjangan.
Upaya militer untuk menguasai wilayah strategis di sekitar Laut Merah berisiko memperluas pertempuran dan mengganggu jalur perdagangan regional.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : The Associated Press
- arab saudi
- bandara
- riyadh
- houthi
- iran





