Disparbud Jabar Dorong Inovasi Batik Tanpa Tinggalkan Identitas Budaya

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Perkembangan industri kreatif membuka peluang bagi batik Jawa Barat menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, inovasi produk perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya agar batik tidak sekadar menjadi komoditas fesyen, tetapi tetap merepresentasikan kekayaan tradisi daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan mengatakan, pengembangan batik harus mampu mengikuti perubahan zaman. Kreativitas diperlukan agar batik terus diminati masyarakat, terutama di tengah perkembangan tren fesyen, desain, dan teknologi digital.

"Tidak mungkin juga yang lama terus dipertahankan, tetapi tidak mengikuti perkembangan. Gaya-gaya sekarang juga bisa,” kata Iendra usai peluncuran penerbitan buku Kinarya dan Ekspresi Artistik Batik Jawa Barat di Hotel Golden Flower Bandung, Minggu, 25 Oktober 2026.

Baca Juga :

Menekraf Dorong Batik Jabar Tembus Pasar Global Lewat Fesyen dan Desain

Menurut Iendra, pengembangan batik tidak berarti meninggalkan tradisi. Sebaliknya, kekayaan budaya yang telah diwariskan perlu menjadi fondasi untuk menciptakan berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Iendra menilai, batik memiliki peluang untuk berkembang melampaui produk kain dan pakaian. Motif batik dapat diintegrasikan ke dalam kerajinan, suvenir, desain interior, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Pemanfaatan tersebut memungkinkan batik hadir dalam kehidupan sehari-hari dengan bentuk yang lebih beragam.

Perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), juga dapat menjadi sarana pendukung kreativitas dalam pengembangan batik. Teknologi membuka ruang eksplorasi desain dan promosi, meskipun nilai budaya serta karakter batik tetap perlu diperhatikan dalam proses pengembangannya.

"Dengan kreativitasnya, kita bisa menciptakan lapangan kerja, kemudian mendukung perdagangan, baik domestik maupun luar negeri," ujar Iendra.


Peluncuran buku Kinarya dan Ekspresi Artistik Batik Jawa Barat. (Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan)


Sementara itu, pelestarian batik membutuhkan penguatan pengetahuan masyarakat mengenai kekayaan budaya yang terkandung di dalamnya. Karena itu, dokumentasi melalui buku yang diluncurkan oleh Yayasan Batik Jawa Barat menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan batik secara lebih luas sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi generasi penerus.

Iendra menyebut penerbitan buku tersebut sejalan dengan empat pilar tugas pemerintah dalam pemajuan kebudayaan, yakni pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.

"Melalui pendekatan tersebut, pengembangan batik Jawa Barat diharapkan dapat mempertemukan dua kepentingan sekaligus menjaga kesinambungan warisan budaya dan membuka peluang ekonomi baru," ungkap Iendra.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di atas "dome stage", Ye buka konser di GBK Senayan
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
UMKM Binaan Pertamina Buka Peluang Kerja hingga Lestarikan Budaya
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Garda Pemuda NasDem Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan Masyarakat
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Ingin Jakarta Running Festival jadi Contoh Lomba Lari Nasional
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
[FULL] Pakar Mitigasi Bencana UGM Jelaskan Kendala Penanganan Karhutla di Indonesia
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.