Teknologi Berkembang, Integritas Wartawan Tetap Jadi Kunci

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Kompas, KG Media, dan Google di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026). (Sumber: Dok. KG Media)

KOMPAS.TV - Kemajuan teknologi menjadi peluang sekaligus tantangan dalam pengembangan industri media di tengah maraknya informasi yang beredar di internet. Wartawan perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menghasilkan produk jurnalistik berkualitas di tengah krisis yang melanda dunia saat ini.

Harapan itu terungkap dalam pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Kompas, KG Media, dan Google di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini diikuti 28 wartawan dari media siber dan televisi, tidak hanya dari Jawa Barat, tetapi juga dari Papua.

Hadir dalam pembukaan pada hari pertama UKW di Bandung, Redaktur Pelaksana Kompas.com Laksono Hari Wiwoho yang menjadi salah satu penguji, Google News Partner Manager Yos Kusuma, serta sejumlah penguji dari LUKW Kompas, Pikiran Rakyat, serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Yos Kusuma mengatakan, pers sebagai pilar keempat demokrasi dapat terus mengembangkan kemampuannya di tengah kemajuan teknologi saat ini. Pers dapat menggunakan artificial intelligence sebagai tools untuk membantu kerja-kerja jurnalistik.

“Penggunaan AI tidak boleh menggantikan pekerjaan jurnalis untuk memastikan akurasi dari berita yang dibuat,” kata Yos.

Para peserta UKW saat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026). (Sumber: Dok. KG Media)

Kemampuan penguasaan teknologi, termasuk pemanfaatan AI, dalam jurnalistik ini menjadi salah satu mata uji kompetensi wartawan.

Laksono mengatakan, kemajuan teknologi memberi setiap orang kesempatan untuk membuat konten, tetapi jurnalisme menuntut tanggung jawab lebih untuk menghasilkan berita sesuai kaidah jurnalistik. Di tengah krisis global dan berbagai dinamika, termasuk dalam relasi dengan kekuasaan, jurnalis harus tetap menjunjung integritas dan profesionalisme demi menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas dan terpercaya.

“Untuk mewujudkan jurnalisme berkualitas ini, media harus saling berkolaborasi untuk melahirkan wartawan-wartawan yang berkompeten. Itu sebabnya uji kompetensi ini melibatkan penguji-penguji dari berbagai media dan pesertanya pun dari beragam media,” kata Laksono.

Industri media perlu bergerak bersama dan berkomitmen mengembangkan jurnalisme yang sehat dan meningkatkan profesionalitas wartawan melalui pendidikan dan pelatihan. Wartawan adalah profesi yang punya aturan, kode etik, dan jenjang kompetensi yang dapat diuji dan diukur kompetensinya melalui UKW. Pengujinya adalah lembaga uji yang ditetapkan oleh Dewan Pers. 

Lembaga UKW Kompas, KG Media, dan Google telah bekerja sama menggelar UKW sejak Agustus 2026. UKW di Bandung ini merupakan penyelenggaraan ketujuh dengan dukungan Google News Initiative.

Uji kompetensi sebelumnya dilakukan di Bekasi (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Medan (Sumatera Utara), Surabaya (Jawa Timur), Ambon (Maluku), dan Palembang (Sumatera Selatan). Pada awal Oktober 2026, Lembaga UKW Kompas juga menggelar uji kompetensi di Jakarta dengan fasilitasi Dewan Pers.

Setiap UKW berlangsung selama dua hari untuk menguji kompetensi wartawan dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun kesadaran. Kompetensi jurnalis itu diuji melalui sejumlah pemahaman, seperti tentang kode etik jurnalistik, hukum pers, tata cara produksi berita atau konten, hingga manajemen redaksi. Para wartawan yang dinyatakan kompeten, akan terdaftar dan mendapat sertifikat dari Dewan Pers.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Iqbal-Tawakal

Sumber : Kompas TV

Tag
  • UKW
  • Uji Kompetensi
  • Wartawan
  • Integritas Wartawan
  • LUKW
  • Advertorial
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penghitungan Poin MotoGP Australia Usai Batal, Pole Position Veda Ega Hangus?
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Link Live Streaming Final French Open 2026 Sore Ini: Ubed Jadi Harapan Tunggal Indonesia
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Dino Patti Djalal Minta Pejabat Jangan Banyak Bicara soal MSCI, Pasar Sensitif
• 2 jam laludisway.id
thumb
Anak Minta Disuapi Pakai Mainan, Dokter Ingatkan Risikonya
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Asing Net Sell Rp 6,67 Triliun Sepekan, BBCA hingga BBRI Ramai Ditransaksikan
• 13 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.