Bicara Udara Ajak Pelari Soroti Risiko Polusi dan Hak atas Udara Bersih

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA — Kualitas udara perlu menjadi salah satu pertimbangan masyarakat saat berolahraga di luar ruangan. Paparan polusi tidak hanya berpotensi memengaruhi kesehatan dan performa pelari, tetapi juga menjadi persoalan kesehatan publik yang dampaknya dirasakan berbeda oleh setiap kelompok masyarakat.

Isu tersebut diangkat Bicara Udara (Yayasan Udara Anak Bangsa) dalam ajang MyBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Melalui kampanye ini, Bicara Udara mengajak pelari memahami kondisi udara sebelum beraktivitas sekaligus menyuarakan hak masyarakat untuk mendapatkan udara bersih.

Sebagai mitra kualitas udara dalam JRF 2026, Bicara Udara meluncurkan buklet edukasi Run Smart, Breathe Easy: An Air Quality Guide for Pelari Kalcer. Panduan tersebut disusun melalui koordinasi dan konsultasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Medical Director Jakarta Running Festival, serta dokter spesialis paru.

Buklet itu memuat informasi mengenai faktor yang memengaruhi kualitas udara, cara mengenali sinyal tubuh, serta langkah yang dapat dilakukan sebelum, selama, dan setelah berlari untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Co-Founder Bicara Udara Novita Natalia mengatakan, informasi kualitas udara perlu menjadi bagian dari persiapan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Menurut dia, momentum olahraga dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemahaman publik mengenai pentingnya udara bersih.

“Melalui kolaborasi dengan JRF, kami ingin membantu pelari memahami informasi kualitas udara dan menjadikannya bagian dari persiapan berlari. Kami juga ingin membawa pesan bahwa udara bersih merupakan kebutuhan dan hak setiap orang, di mana pun mereka tinggal,” ujar Novita.

Medical Director Jakarta Running Festival 2026, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO, mengatakan pelari perlu mempertimbangkan informasi kualitas udara ketika mempersiapkan diri menghadapi perlombaan. Informasi tersebut dapat membantu pelari menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.

“Sebagai pelari, kita tidak bisa memilih cuaca atau kualitas udara di hari race. Tapi kita bisa memilih bagaimana mempersiapkan diri dan menjalaninya. Karena itu, jadikan informasi kualitas udara sebagai salah satu bahan pertimbangan. Bukan untuk membuat takut, tapi untuk membantu kita berlari lebih cerdas,” katanya.

Untuk memperluas akses terhadap informasi tersebut, Bicara Udara bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menghadirkan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Mobile di dekat area race expo. Hasil pemantauan dapat diakses melalui aplikasi JAKI dan situs udara.jakarta.go.id.

Ketua Tim Informasi Pencemaran Udara, Direktorat Layanan Iklim Terapan BMKG, Dr. Dwi Atmoko, mengatakan kualitas udara dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk cuaca dan iklim. Karena itu, BMKG menyediakan prakiraan kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah agar masyarakat dapat memantau kondisi lingkungan sebelum beraktivitas.

“Kualitas udara dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk cuaca dan iklim. Karena itu, BMKG menyediakan prakiraan kualitas udara yang disiarkan melalui kanal resmi pemerintah agar masyarakat dapat memantau kondisi udara dan lebih siap menyesuaikan aktivitasnya,” ujar Dwi.

Selain persoalan polusi di perkotaan, Bicara Udara menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap masyarakat di Kalimantan dan Sumatera. Bersama komunitas pelari MAD Hybrid, organisasi tersebut mengusung kampanye Run for Clean Air: Show Your Solidarity for Kalimantan & Sumatera.

Kampanye itu mengajak pelari menunjukkan solidaritas terhadap masyarakat yang menghadapi karhutla dan kondisi kualitas udara berbahaya. Melalui pesan Clean Air Human Rights, Bicara Udara juga mengingatkan bahwa dampak pencemaran udara tidak dirasakan secara merata.

Anak-anak, lanjut usia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu merupakan kelompok yang dapat menghadapi risiko lebih besar ketika kualitas udara memburuk. Karena itu, persoalan udara bersih tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan beraktivitas, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat dan mitigasi karhutla.

Edukasi kepada pelari turut dilakukan melalui sesi diskusi yang menghadirkan Azzam Aulia dari Biru Voices 2023, Ola Najla selaku Biru Voices Ambassador 2024, serta Rachmadivanie Djohor dan Gabriel Mukuan dari komunitas MAD Hybrid. Sesi tersebut membahas penerapan panduan kualitas udara dalam persiapan perlombaan dan mendorong pelari menyebarkan informasi kepada komunitasnya.

Bagi Bicara Udara, kesadaran terhadap kualitas udara perlu melampaui momentum perlombaan. Pemantauan kondisi udara dan penyesuaian aktivitas menjadi bagian dari upaya melindungi kesehatan, sedangkan solidaritas terhadap masyarakat terdampak menegaskan pentingnya memperjuangkan udara bersih sebagai hak bersama.

Bicara Udara merupakan organisasi yang mendorong penguatan kebijakan udara bersih di Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek, melalui edukasi publik, pengembangan kapasitas mahasiswa dan profesional muda, serta advokasi lintas pemangku kepentingan. Organisasi yang didirikan oleh tiga ibu yang peduli terhadap dampak polusi udara bagi kesehatan anak ini mengembangkan sejumlah inisiatif, antara lain Biru Voices dan Biru Talks.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Khofifah soroti dugaan pembakaran lahan pada kebakaran TPA Supit Urang
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang 2-0 atas Brighton Hove
• 51 menit lalukumparan.com
thumb
Kementerian ESDM Sebut Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 99,8 Persen
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Avanza Tabrak Truk di Tol di Lampung, 6 Orang Tewas
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Ekonomi Kreatif RI Tumbuh 6,8%, Kementerian Ekraf Siapkan Strategi Baru di WCCE 2026
• 9 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.