Pasukan TNI Angkatan Darat (AD) di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, bersama Badan Intelijen Negara (BIN), relawan, dan masyarakat setempat, terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Upaya penjinakan si jago merah ini dilakukan tanpa henti selama 24 jam.
Guna mempercepat penanganan, tiga unit kendaraan water tank milik TNI AD dikerahkan untuk menerobos masuk ke dalam hutan. Kehadiran armada taktis ini memungkinkan petugas menjangkau titik api lebih dekat, sehingga proses lokalisasi dan pemadaman karhutla berjalan jauh lebih cepat.
Baca Juga :
Kabut Asap Selimuti Tanah Miring Merauke, Pengedara Diminta WaspadaPanglima Kogabwilhan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan wujud nyata dari tekad dan komitmen institusi dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Prajurit tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir di garis terdepan dalam menanggulangi bencana alam di Indonesia.
Ia juga memastikan bahwa kolaborasi antara prajurit TNI, personel BIN, relawan, dan masyarakat akan terus disiagakan dengan pantang menyerah. Langkah masif ini difokuskan untuk mencegah kobaran api merusak ekosistem hutan Papua secara lebih luas, sekaligus memastikan api tidak menjalar mendekati kawasan permukiman warga.




