Singapura Serius Kaji Energi Nuklir di Tengah Pengurangan Pasokan Gas dari Indonesia

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong berbicara dalam konferensi pers di Jakarta, Indonesia, Senin (6/7/2026). (Sumber: AP Photo/Achmad Ibrahim, File)

SINGAPURA, KOMPAS.TV – Singapura serius mengkaji potensi pengembangan energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik jangka panjang di tengah upaya memperkuat ketahanan energi, terutama setelah Indonesia mengurangi pasokan gas alam ke negara tersebut.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan, negaranya membutuhkan sumber energi yang lebih bersih dan mampu menyediakan listrik secara andal sepanjang waktu.

Karena itu, pemerintah Singapura tengah mempelajari potensi energi nuklir, meskipun menyadari adanya kekhawatiran mengenai keselamatan pembangkit nuklir di negara dengan wilayah kecil dan kepadatan penduduk tinggi.

“Kami menanggapi kekhawatiran tersebut dengan sangat serius. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Namun, kita tidak seharusnya menutup suatu pilihan hanya karena pilihan itu sulit atau kontroversial,” ujar Wong dalam pidatonya, Minggu (25/10/2026), seperti dikutip dari The Straits Times.

Wong mengatakan, pemerintah akan menilai risiko dan konsekuensi dari setiap pilihan secara cermat, melibatkan masyarakat, serta memastikan keputusan yang diambil dapat menjamin ketahanan energi Singapura pada masa mendatang.

Baca Juga: Indonesia Cabut Pasokan Gas, Singapura Minta Pihak Terkait Penuhi Komitmen

Singapura Hadapi Pengurangan Pasokan Gas Indonesia

Kajian energi nuklir tersebut berlangsung ketika Singapura menghadapi pengurangan pasokan gas alam dari Indonesia.

Seperti dikutip dari Antara, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan pengurangan ekspor gas ke Singapura mulai 24 Oktober 2026. 

Pengurangan tersebut mencapai 31 juta kaki kubik standar per hari, terdiri atas 15 juta kaki kubik dari Natuna dan 16 juta kaki kubik dari Sumatra.

Pemerintah Indonesia menyatakan langkah itu diambil untuk memprioritaskan kebutuhan gas dalam negeri, terutama untuk menjaga keandalan pasokan energi bagi pembangkit listrik.

Menanggapi pengurangan tersebut, Wong mengatakan Singapura mengharapkan semua pihak memenuhi komitmen dalam kontrak pasokan gas. Ia juga menyatakan importir gas Singapura akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya berdasarkan kontrak yang berlaku.

Meski demikian, pemerintah Singapura menyatakan pasokan gas negara itu masih mencukupi. Menteri Energi dan Perdagangan Singapura Tan See Leng mengatakan pengurangan pasokan tersebut dapat diatasi dengan sumber alternatif, termasuk gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

Wong mengatakan, Singapura telah berinvestasi dalam pembangunan terminal LNG agar dapat mengimpor gas dari berbagai negara tanpa bergantung pada jaringan pipa.

Infrastruktur tersebut memberikan lebih banyak pilihan untuk mengatasi kemungkinan gangguan pasokan. Namun, pemerintah menilai Singapura juga perlu menjajaki sumber energi lain yang lebih bersih dan dapat memasok listrik secara konsisten.

Baca Juga: Indonesia Kurangi Ekspor Gas, Menteri Energi Singapura Sebut Kiriman RI 2 Persen dari Kebutuhan

Singapura Jalani Penilaian IAEA pada 2027

Sebagai bagian dari kajian energi nuklir, Singapura dijadwalkan menjalani penilaian oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada 2027.

Penilaian itu bertujuan menentukan kesiapan Singapura untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai mengenai kemungkinan penggunaan energi nuklir.

Evaluasi akan mencakup 19 bidang penting, termasuk keselamatan nuklir, pengelolaan limbah radioaktif, serta perencanaan penanganan keadaan darurat.

Selain memperkuat ketahanan energi, Wong turut menyoroti tantangan lintas negara yang dihadapi Singapura, termasuk penipuan daring dan kabut asap yang telah memengaruhi negara tersebut selama beberapa pekan.

Ia mengatakan, persoalan tersebut membutuhkan kerja sama dengan negara lain. Meski demikian, pemerintah akan terus memperkuat langkah perlindungan bagi masyarakat serta bekerja sama dengan mitra regional untuk mengatasi sumber masalah.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada

Sumber : The Straits Times, Antara

Tag
  • singapura
  • energi
  • nuklir
  • gas
  • indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungi Desa Tenganan Pegringsingan, Seruni dan Dekranas Dukung Pelestarian Tenun Gringsing
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Gandeng India, Pemerintah Akselerasi Ekosistem Digital
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sopir BYD Penabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol di Blok M jadi Tersangka
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Menu Makan Malam yang Bisa Bantu Ratakan Perut Buncit, Ini Resepnya
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Potret Perkampungan Suku Bajo Sangkuang di Halmahera Selatan
• 58 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.