Melalui rangkaian The Great Comfund pada kuartal III 2026, perusahaan bekerja sama dengan Recycling Village mengadakan lokakarya upcycling yang diikuti 154 karyawan dalam lima sesi. Kegiatan tersebut mengolah 6,6 kilogram sampah plastik atau setara dengan 277 lembar kantong plastik menjadi pouch gantungan koin.
Program ini juga menjadi bagian dari peluncuran The Greatest Ambassador Project, inisiatif yang mendorong karyawan berpartisipasi dalam kegiatan keberlanjutan melalui aksi nyata di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.
Direktur Kepatuhan Great Eastern Life Indonesia Yungki Aldrin mengatakan, perubahan perilaku dapat dimulai dari keputusan sederhana dalam menggunakan dan memperlakukan material di sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada karyawan bahwa material yang sebelumnya dianggap sebagai sampah masih dapat memiliki fungsi dan nilai baru ketika dikelola dengan kreativitas dan cara yang tepat. Kami percaya, perubahan yang konsisten dapat dimulai dari pemahaman dan kebiasaan sederhana yang kemudian berkembang menjadi bagian dari budaya sustainability,” ujar Yungki dalam keterangan tertulis, Minggu, 25 Oktober 2026. Program Keberlanjutan sebagai Bagian dari Budaya Kerja Dalam praktik bisnis, pelibatan karyawan menjadi salah satu cara perusahaan menerjemahkan komitmen keberlanjutan ke dalam aktivitas sehari-hari. Melalui lokakarya tersebut, karyawan memperoleh pengalaman langsung mengenai pengolahan material sekaligus memahami pentingnya penggunaan sumber daya secara lebih bertanggung jawab.
Baca Juga :
Dari Sampah Jadi Cuan? Begini Cara Mengolah Sampah OrganikKolaborasi dengan Recycling Village memberikan ruang bagi peserta untuk mempelajari proses upcycling. Pendekatan ini mengubah material yang tidak lagi digunakan menjadi produk baru dengan fungsi berbeda, sehingga masa pakainya berpotensi diperpanjang.
Meski demikian, dampak lingkungan dari kegiatan semacam ini perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk dari jumlah material yang benar-benar dimanfaatkan kembali, penggunaan produk hasil pengolahan, dan pengurangan sampah yang dapat diukur. Ekonomi Sirkular Jadi Konteks Agenda Bisnis Upaya tersebut berlangsung di tengah tantangan pengelolaan sampah plastik di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada September 2026 melaporkan timbulan sampah plastik nasional mencapai sekitar 10,83 juta ton per tahun. Di sisi industri, terdapat 227 perusahaan daur ulang dengan kapasitas terpasang sekitar 3,16 juta ton per tahun, tetapi tingkat utilisasinya baru sekitar 48 persen.
Kondisi tersebut memperlihatkan peluang untuk meningkatkan pemanfaatan material melalui penguatan sistem pengumpulan, pemilahan, penggunaan kembali, dan daur ulang.
Bagi perusahaan, penerapan prinsip ekonomi sirkular dapat dimulai melalui edukasi karyawan dan pengelolaan sumber daya di lingkungan kerja. Namun, keberlanjutan program juga membutuhkan target, evaluasi, dan pengukuran dampak agar hasilnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Melalui The Greatest Ambassador Project, Great Eastern Life Indonesia mendorong keterlibatan karyawan dalam agenda keberlanjutan. Inisiatif ini menjadi bagian dari pendekatan perusahaan untuk mengembangkan kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Program Keberlanjutan Perusahaan Dorong Pemanfaatan Sampah Plastik Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/xkEdaRpb-program-keberlanjutan-perusahaan-dorong-pemanfaatan-sampah-plastik
(KIE)





