World Climbing Series: Selisih 0,32 Detik dari Atlet China, Raharjati Nursamsa Bawa Pulang Perak

kompas.tv
14 jam lalu
Cover Berita
Atlet panjat tebing Indonesia, Raharjati Nursamsa, meraih medali perak pada seri penutup World Climbing Series 2026 di Santiago, Chile, Minggu (25/10/2026). (Sumber: PP FPTI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Atlet panjat tebing Indonesia Raharjati Nursamsa harus mengakui kegigihan pemanjat asal China, Yicheng Zhao, dalam seri penutup World Climbing Series 2026 di Santiago, Chile, Minggu (25/10). Raharjati finis dengan catatan waktu 5,06 detik, selisih 0,32 detik dari Zhao yang merampungkan lomba dalam waktu 4,74 detik.

Hasil tersebut menempatkan Raharjati di posisi kedua dalam seri penutup kompetisi tersebut. Sementara itu, Zhao menempati posisi teratas setelah mencatatkan waktu lebih cepat pada babak final.

Persaingan untuk posisi ketiga juga berlangsung dengan selisih waktu yang tipis. Atlet Jepang, Ryo Omasa, meraih perunggu dengan total waktu 4,94 detik mengalahkan atlet China, Shouhong Chu dengan catatan waktu 4,96 detik.

Baca Juga: Panjat Tebing Asian Games 2026: 4 Atlet Lead Indonesia Tembus Final

Tiga Atlet Indonesia Masuk Empat Besar Kualifikasi

Sebelum memasuki babak final, para atlet panjat tebing Indonesia telah menunjukkan performa kompetitif pada babak kualifikasi nomor speed putra. Raharjati mencatat waktu 4,93 detik dan menempati posisi kedua, hanya terpaut 0,01 detik dari Antasyafi Robbi Al Hilmi yang membukukan waktu 4,92 detik.

Aditya Tri Syahria juga masuk empat besar dengan catatan waktu 4,96 detik. Dengan hasil tersebut, tiga atlet Indonesia menempati posisi empat besar pada babak kualifikasi, menunjukkan persaingan yang ketat sejak tahap awal kompetisi.

Namun, hasil kualifikasi tersebut tidak seluruhnya berlanjut hingga perebutan medali. Veddriq Leonardo dan Antasyafi Robby Al Hilmi dilaporkan terhenti di babak 16 besar. Raharjati menjadi salah satu atlet Indonesia yang melaju hingga babak final dan menutup kompetisi dengan medali perak. 

Baca Juga: Kalahkan Thailand, Tim Boccia Indonesia Rebut Emas Keempat di Asian Para Games 2026 | KOMPAS PAGI

Raharjati Siapkan Diri untuk Musim Kompetisi 2027

Bagi Raharjati, medali perak di Santiago menjadi salah satu pencapaian penting dalam rangkaingan kompetisi musim ini. Ia mengaku cukup puas dengan hasil yang diperoleh dan ingin menjadikannya sebagai modal untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

"Ini adalah pencapaian di penghujung musim yang harus saya syukuri sekaligus sebagai modal untuk menghadapi musim kompetisi 2027 yang akan datang," ujar Raharjati, dalam siaran pers yang diterima KompasTV pada Minggu (25/10).

Musim kompetisi berikutnya akan menjadi tantangan baru bagi atlet panjat tebing Indonesia. Selain mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan di tingkat internasional, tim nasional juga mulai fokus pada agenda kualifikasi Olimpiade.

Baca Juga: Indonesia Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Lampaui Target Dua Kali Lipat

Pelatih Kepala Timnas Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menyampaikan bahwa para atlet telah berjuanh maksimal selama mengikuti kompetisi di Santiago. Ia menyebut kini tim sedang bersiap menghadapi rangkaian pertandingan pada musim mendatang.

"Atlet sudah berjuang maksimal. Dan, saat ini kita siap menghadapi musim kompetisi 2027 di mana di tahun itu akan ada juga kualifikasi untuk olimpiade," kata Galar.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persiapan musim 2027 menjadi perhatian tim pelatih setelah berakhirnya seri di Santiago. Evaluasi dari kompetisi yang telah dijalani dapat menjadi bagian dari persiapan untuk melaksanakan agenda internasional selanjutnya. 

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • world climbing series
  • china
  • raharjati nursamsa
  • panjat tebing indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gelombang Unjuk Rasa Terbaru Eropa: Dari Prancis, Portugal hingga Italia
• 6 jam laludetik.com
thumb
Drone Ukraina Tembus 2.500 Km, Pabrik Rusia Dilaporkan Terbakar
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kabar Duka! Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto Meninggal Dunia Sabtu (24/10/2026) |KOMPAS MALAM
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
OJK Ungkap 3 Bentuk Tindak Pidana Pasar Modal, dari Manipulasi Saham hingga Informasi Menyesatkan
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Catat Jadwal dan Lokasi Klinik Hewan Keliling Jakarta Utara 26 Oktober
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.