PTPP Tangani 31 Titik Longsor di Sumatera Utara, Progres Capai 70,83 Persen

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

PTPP mencatat progres penanganan 31 titik longsor pada ruas jalan Batas Aceh–Kota Sibolga dan Rampa–Poriaha/Mungkur, Sumatera Utara, mencapai 70,83 persen.

PTPP mencatat progres penanganan 31 titik longsor pada ruas jalan Batas Aceh–Kota Sibolga dan Rampa–Poriaha/Mungkur, Sumut, mencapai 70,83 persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatat progres penanganan 31 titik longsor pada ruas jalan Batas Aceh–Kota Sibolga dan Rampa–Poriaha/Mungkur, Sumatera Utara, mencapai 70,83 persen. Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 68,42 persen.

Proyek penanganan darurat bencana alam tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memulihkan infrastruktur jalan terdampak bencana. PTPP mengerjakan proyek tersebut dengan nilai kontrak Rp268,66 miliar.

Baca Juga:
Gagal Bayar Kupon Obligasi, Peringkat PTPP Turun Jadi idCCC

Penanganan dilakukan pada 31 titik longsor yang tersebar di sepanjang 131 kilometer. Pekerjaan ini bertujuan memulihkan fungsi jalan guna mendukung keselamatan pengguna jalan, mobilitas masyarakat, serta kelancaran distribusi logistik.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo mengatakan, penanganan infrastruktur jalan pascabencana membutuhkan perencanaan yang matang serta metode konstruksi yang sesuai dengan kondisi lapangan. Melalui proyek penanganan tanggap darurat di Sumatera Utara, PTPP berupaya mendukung pemulihan infrastruktur jalan agar fungsi konektivitas dapat kembali berjalan dengan baik. 

Baca Juga:
PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

"Penerapan teknologi survei dan pemetaan serta metode penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan menjadi bagian dari upaya kami untuk menjaga kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan ketepatan pelaksanaan,” ujar Joko dalam keterangan resmi dikutip Minggu (25/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, PTPP menggunakan teknologi survei dan pemetaan, meliputi Light Detection and Ranging (LiDAR), batimetri, dan fotogrametri. Teknologi tersebut digunakan untuk memperoleh data kondisi lapangan sebagai dasar perencanaan penanganan infrastruktur terdampak bencana.

Selain itu, perseroan menerapkan metode box concrete sebagai alternatif penanganan pengganti dinding penahan tanah. Penerapan metode tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan di setiap titik pekerjaan.

Proyek ini menggunakan skema kontrak Design and Build yang mengintegrasikan proses perencanaan dan pelaksanaan konstruksi dalam satu lingkup pekerjaan. Skema tersebut mendukung penanganan sejumlah titik longsor dengan karakteristik dan kondisi lapangan yang beragam.

PTPP menyatakan akan terus mendukung Kementerian PU dalam pemulihan infrastruktur jalan di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut diharapkan dapat memulihkan konektivitas antarwilayah sekaligus menunjang aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Kompak Turun Hari Ini, Cek Selengkapnya
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mau Ganti AC hingga Kasur? Transmart Lagi Diskon Besar-besaran
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Update Nasib Mees Hilgers di Liga Belanda, Pelatih SC Heerenveen Beri Penjelasan soal Bek Timnas Indonesia: Belum Level buat Eredivisie
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
HKG PKK ke-54: Melinda Aksa Pacu Pemberdayaan Keluarga Makassar
• 10 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Megawati ajak generasi muda kuasai iptek dan perkuat karakter bangsa
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.