Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat di level 5.455-5.597 pada pembukaan perdagangan Senin (26/10). Sebelumnya pada Jumat (23/10), IHSG ditutup menguat 51,35 poin atau 0,95 persen ke level 5.439,26.
“Berdasarkan indikator teknikal, sinyal Stochastics K_D dan RSI menunjukkan kondisi positif, sementara volume perdagangan mengalami peningkatan,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Senin (26/10).
Penguatan pergerakan IHSG, kata Nafan, didorong aksi bargain hunting investor lokal dan ekspektasi program buyback saham dari sejumlah emiten berkapitalisasi besar.
Meski demikian, laju kenaikan diperkirakan bakal tertahan oleh masih derasnya tekanan foreign net sell, serta ketidakpastian seputar rebalancing indeks MSCI.
“Pelaku pasar akan mencermati efektivitas reformasi pasar modal yang dilakukan OJK dan BEI, termasuk rencana mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026,” jelas Nafan.
Selain itu, volatilitas harga minyak mentah dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah yang berada di Rp 18.080 per dolar AS, dinamika market global, dan ekspektasi terhadap kebijakan penetapan suku bunga The Fed juga bakal membayangi persepsi risiko investor.
Adapun menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Senin (26/10) diproyeksi bervariasi. Bisa melemah pada rentang 5.350–5.827, dan menguat kisaran 5.561.
“Peluang penguatan lanjutan terbuka jika IHSG mampu menembus resistance 5.458, dengan target berikutnya di 5.561. Namun, waspadai potensi koreksi ke area 5.350–5.827,” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Senin (26/10).





