Ringkasan Berita
Syubbans bersama PC RMI NU Kabupaten Kediri menggelar jalan sehat dan bakti sosial di Masjid Jami’ Imam Baidhowi, Plemahan, Minggu (25/10/2026).
Panitia memperkirakan sekitar 10.000 peserta mengikuti jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Bakti sosial meliputi donor darah dengan lebih dari 50 peserta, pengobatan gratis untuk 300 orang, serta khitan massal bagi 28 anak.
Kegiatan juga diisi pembacaan Resolusi Jihad, doa bersama, serta pembagian hadiah dan doorprize untuk peserta.
Kediri (beritajatim.com) – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Syubbans bersama PC RMI NU Kabupaten Kediri menggelar jalan sehat dan bakti sosial di kompleks Masjid Jami’ Imam Baidhowi, Dusun Tegalarum, Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tersebut menggabungkan peringatan hari besar santri dengan aksi sosial berupa donor darah, pengobatan gratis, dan khitan massal.
Ketua panitia, Muhammad Hudlori, mengatakan jalan sehat diikuti sekitar 10.000 peserta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim dan Sholawat Syubbanus Salimiyyah, Sumbersari, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional.
“Sengaja kita programkan dari kami Majelis Ta’lim dan Sholawat Syubbanus Salimiyyah Sumbersari Kepung Kediri. Dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini mengadakan jalan sehat yang diikuti kurang lebih 10 ribu peserta,” ujar Hudlori.
Selain menjadi ajang kebersamaan jamaah, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat pengabdian santri kepada masyarakat.
Gelar Donor Darah, Pengobatan Gratis, dan Khitan Massal
Rangkaian bakti sosial menjadi salah satu kegiatan utama dalam peringatan Hari Santri Nasional tersebut. Panitia bekerja sama dengan sejumlah lembaga kesehatan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan.
Kegiatan donor darah dilaksanakan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kediri dan diikuti lebih dari 50 peserta. Sementara itu, layanan pengobatan gratis bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum HVA Tulungrejo Pare, dengan jumlah peserta sekitar 300 orang.
Panitia juga menyelenggarakan khitan massal bersama Rumah Sakit Umum Amelia Pare. Sebanyak 28 anak tercatat mengikuti kegiatan tersebut.
Syubbans bersama PC RMI NU Kabupaten Kediri menggelar jalan sehat dan bakti sosial di Masjid Jami’ Imam Baidhowi, PlemahanHudlori menjelaskan, bakti sosial merupakan bagian dari program divisi sosial kemasyarakatan Syubbanus Salimiyyah.
“Kegiatan ini selain merayakan juga bertujuan untuk peduli sesama. Program ini menjadi salah satu program divisi Syubbanus Salimiyyah, yaitu sosial kemasyarakatan,” terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan kegiatan sosial.
Pembacaan Resolusi Jihad Teguhkan Semangat Kebangsaan
Sebelum jalan sehat dimulai, peserta mengikuti senam bersama yang dilanjutkan dengan seremoni pembukaan. Acara diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon, kemudian pembacaan Resolusi Jihad oleh Agus Ma’adzalloh Daerobi selaku khodimul majelis Syubbanus Salimiyyah.
Takmir Masjid Jami’ Imam Baidhowi, H. Imam Baidlowi, turut menyampaikan sambutan. Ia mengucapkan terima kasih karena masjid tersebut dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan dalam momentum Hari Santri Nasional 2026.
Dalam sambutannya, Agus Ma’adzalloh Daerobi menekankan pentingnya mengenang Resolusi Jihad sebagai bagian dari sejarah perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan dan perjuangan para santri perlu diteruskan melalui kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Nilai hubbul wathon minal iman atau cinta tanah air menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Syubbans bersama PC RMI NU Kabupaten Kediri menggelar jalan sehat dan bakti sosial di Masjid Jami’ Imam Baidhowi, PlemahanIa juga mengingatkan bahwa peran santri tidak terbatas pada kegiatan mengaji, tetapi mencakup kepedulian sosial dan keterlibatan dalam kehidupan berbangsa.
Agus mengajak para santri untuk terus berbuat baik serta berpartisipasi dalam program pemerintah yang bertujuan mendukung kemajuan Indonesia.
Hadiah dan Doorprize Meriahkan Jalan Sehat
Suasana jalan sehat semakin semarak dengan berbagai hadiah dan doorprize yang disiapkan panitia bersama sponsor pendukung. Hadiah yang disediakan antara lain dua unit sepeda listrik, kulkas, mesin cuci, kambing, televisi, serta ratusan hadiah lainnya.
Sebelum pengundian hadiah utama, rangkaian acara ditutup dengan mahalul qiyam dan doa bersama.
Panitia menyebut anggota Syubbanus Salimiyyah yang tergabung dalam divisi SOS HEBAT berjumlah sekitar 20.000 jamaah berdasarkan data yang telah divalidasi.
Peringatan Hari Santri Nasional melalui jalan sehat dan bakti sosial ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan jamaah sekaligus menegaskan peran santri dalam kehidupan sosial. Melalui kolaborasi dengan lembaga kesehatan dan dukungan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong budaya gotong royong serta kepedulian terhadap sesama di Kabupaten Kediri. [nm/aje]




