HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Gejala stroke yang muncul tiba-tiba tidak boleh dianggap sepele. Penanganan yang terlambat dapat meningkatkan risiko kecacatan permanen hingga kematian.
Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda awal stroke agar pasien segera mendapatkan pertolongan medis.
Guru Besar Bidang Neurologi Fakultas Kedokteran Unhas, Prof. dr. Muhammad Akbar, menegaskan pentingnya kecepatan penanganan saat memberikan penyuluhan kesehatan dalam rangka World Stroke Day 2026 di Aula Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Sabtu, 24 Oktober.
Ia menjelaskan, stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Gejala awalnya dapat dikenali melalui perubahan pada wajah, kelemahan anggota tubuh, hingga gangguan berbicara yang terjadi secara mendadak.
Masyarakat perlu mewaspadai kondisi ketika salah satu sisi wajah tampak turun, mulut mencong, atau salah satu tangan dan kaki tiba-tiba melemah. Gangguan bicara, kebas, gangguan penglihatan, dan pusing mendadak juga perlu mendapat perhatian.
Prof. Akbar mengingatkan, pasien yang mengalami gejala tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit. Penanganan tidak boleh ditunda hanya karena serangan terjadi pada malam hari atau pasien berharap kondisinya membaik dengan sendirinya.
“Kalau sudah seperti itu, jangan ditunda sampai besok. Harus segera dibawa ke rumah sakit agar penyumbatan pembuluh darahnya segera dibebaskan dan aliran darah ke otak bisa lancar kembali,” jelasnya.
Menurutnya, pengenalan gejala sejak awal menjadi bagian penting dalam meningkatkan peluang pasien mendapatkan penanganan yang tepat. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri kondisi tersebut hingga menunda pemeriksaan medis.
Selain penanganan cepat, pencegahan stroke perlu dilakukan dengan mengendalikan faktor risiko. Prof. Akbar menyoroti pentingnya menjaga pola makan, membatasi konsumsi makanan cepat saji, serta mengontrol tekanan darah untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.
Pengelolaan stres juga perlu diperhatikan. Menurutnya, tekanan pikiran dapat memengaruhi tekanan darah, terutama jika tidak diimbangi dengan kebiasaan hidup sehat. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali merupakan salah satu faktor risiko stroke.
“Selain makanan tentu saja pikiran. Kalau pikiran kita tidak stabil, itu bisa mengakibatkan lonjakan tekanan darah tiba-tiba atau hipertensi,” tambahnya.
Ia mengajak masyarakat Pangkep membiasakan olahraga secara teratur dan menjaga kebugaran tubuh. Upaya pencegahan juga perlu dilakukan melalui edukasi kesehatan dan mengikuti arahan Dinas Kesehatan agar masyarakat semakin memahami cara mengurangi risiko stroke.
“Kalau masyarakat Pangkep mau terhindar dari stroke, ikutilah arahan dari Dinas Kesehatan. Kalau perlu, biasakan setiap hari Minggu olahraga bersama untuk menjaga kebugaran,” imbaunya.
Sementara itu, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Siddiq Syafri, mengapresiasi antusiasme masyarakat dan tenaga medis dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Ia berharap penyuluhan dalam rangka World Stroke Day 2026 dapat berlanjut sehingga kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit semakin meningkat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berkelanjutan. Pesan kami dari IDI, mudah-mudahan masyarakat Pangkep dapat lebih meningkatkan taraf kesehatannya ke depan,” tutupnya.(wis)





