jpnn.com, JAKARTA - Light Worker Nusantara (LWN) memperkuat komitmennya dalam bidang pendidikan, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan.
Langkah itu menjadi fokus organisasi setelah empat tahun berkiprah di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Badko HMI Riau-Kepri Tanam Pohon di SMA Negeri Olahraga Peringati Hari Konservasi Alam Nasional
Komitmen tersebut disampaikan dalam perayaan HUT ke-4 LWN bertema "Light Worker Nusantara 4 You" atau "LWN 4 YOU" di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10).
Co-founder LWN sekaligus Kepala Sekolah Indigo School Nanung atau Mas Yus mengatakan tema tersebut mencerminkan perubahan orientasi organisasi yang kini lebih menitikberatkan pada kontribusi nyata bagi masyarakat.
BACA JUGA: Johan Rosihan MPR Dorong Tambora Jadi Role Model Konservasi Alam & Eduwisata Nasional
"Harapan kami bukan sekadar agar LWN semakin dikenal atau semakin besar. Kami ingin LWN semakin berguna," ujar Nanung dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/10).
Menurut dia, LWN berpegang pada tiga komitmen utama, yakni edukasi, kolaborasi, dan transformasi.
BACA JUGA: Boby Berliandika Kembangkan Musik, Bisnis, dan Aksi Sosial Lewat Digitalisasi
Ketiganya menjadi landasan pengembangan program organisasi ke depan.
Salah satu perhatian LWN adalah konservasi alam melalui penanaman pohon serta kerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi lingkungan.
"Kami juga prihatin atas kebakaran hutan yang terjadi saat ini. Kontribusi kami ke depannya akan terus melakukan kegiatan konservasi alam dan penanaman pohon," katanya.
Di bidang kemanusiaan, LWN bekerja sama dengan lembaga sosial Visi Mahakarya untuk menyalurkan bantuan kepada penyandang disabilitas dan masyarakat yang membutuhkan.
Organisasi tersebut juga menjalankan program pembagian sembako dan Jumat Berkah.
Sejak berdiri pada 2022, LWN telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial, antara lain bantuan bagi korban gempa Cianjur, program Bibit untuk Badui, penanaman mangrove, serta Ruwatan Massal sebagai bagian dari pelestarian tradisi Nusantara.
Sementara di bidang pendidikan, LWN mengembangkan Indigo School sebagai wadah pembelajaran spiritualitas, metafisika, dan pengembangan diri.
Nanung mengatakan Indigo School telah memasuki angkatan kedelapan dan tengah menyiapkan pembaruan kurikulum untuk angkatan kesembilan.
"Sekarang Indigo School sudah sampai dengan angkatan ke-8. Untuk angkatan ke-9 nanti kami akan menggunakan kurikulum baru lagi," ujarnya.
Salah satu pengajar Indigo School, Coach Tammy, menjelaskan, pembelajaran tidak hanya membahas indigo, tetapi juga diarahkan untuk membantu peserta mengenali potensi serta memahami kelebihan dan kekurangan dirinya.
"Indigo School itu dibangun untuk belajar berbagai aspek. Jadi, bukan hanya masalah keindigoan saja, tetapi juga bagaimana seseorang bisa menemukan dirinya," kata Tammy.
Nanung menegaskan LWN terbuka bagi masyarakat umum yang ingin belajar dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial maupun pengembangan diri.
"Light Worker Nusantara bukan komunitas eksklusif yang hanya menerima orang-orang yang merasa dirinya indigo. Kami terbuka bagi masyarakat umum untuk bergabung dan belajar bersama kami," ujarnya.
Perayaan HUT keempat LWN turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Hendri Arnis, Sunardjo Sumargono atau Ki Gelo Bejad, Toni Junus dari Sastrajendra Living Academy, serta Ketua Umum FKPPAI Ki Saung Rahsa. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan Layung Jagad. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... SnackVideo Hadirkan V-Star Truck, Panggung Hiburan dan Aksi Sosial Keliling Indonesia
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




