Dasco Ingin Indonesia Tentukan Rating Pasar Modal Sendiri, Ini Respons OJK

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan ambisi agar Indonesia bisa menentukan penilaian atau rating terhadap pasar modalnya sendiri. Hal itu disampaikan di tengah polemik pengumuman potensi Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan kasta pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

"Di bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri," tulis Dasco dalam akun Instagram pribadinya, @sufmi_dasco, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga
  • Prabowo tak Gentar dengan MSCI, Dasco: Di Bursa Kita Tentukan Rating Kita Sendiri
  • Dasco Minta BEI Akomodasi Pendapat MSCI
  • Soal Ijazah Gibran, Dasco: Sudah Jelas Gugatan tidak Diterima, Hormati Putusan MK

Dalam unggahan yang sama, Dasco juga menuliskan takarir singkat yakni berisi ajakan kepada masyarakat untuk bersatu.

"Kita bersatu, bergerak dan berjuang. Menuju Bangsa Pemenang!" kata dia. Tertulis di dalam bagian bawah unggahannya berupa atribusi dirinya sebagai pimpinan DPR RI.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dasco tidak menjelaskan secara lebih lanjut mengenai rencana penentuan rating bursa yang ia maksud. Termasuk misalnya ihwal langkah konkret dan mekanisme yang akan dilakukan pemerintah dan jajarannya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengaku belum menelaah pernyataan Dasco.

"Nah, saya belum menyimak tuh," ungkapnya.

Namun Hasan menekankan menyambut positif bentuk-bentuk masukan untuk perbaikan ke depan. Termasuk ide untuk menentukan rating untuk pasar modal sendiri.

"Kami tentu selalu menyambut baik ya dukungan yang diberikan dan koordinasi yang baik selama ini. Hal-hal yang positif yang diberikan tentukan akan menguatkan terus kondisi pasar modal kita, dan untuk hal yang spesifik seperti yang ditanyakan, nanti pada waktunya kami akan koordinasi lebih lanjut ya," tuturnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Longsor di Magetan Tutup Akses Dua Desa, Warga Diminta Waspada
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Penanganan Karhutla, Pemerintah Kucurkan Dana Bantuan Presiden Senilai Rp1,24 Triliun
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Pasukan Rahasia Buru KKB, Jenderal Kopassus Lucky Avianto: Aksi Heroik yang Lampaui Batas Kewajiban!
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Polda Riau Gelar Operasi Patuh, Ini 10 Pelanggaran yang Jadi Sasaran
• 7 jam laludetik.com
thumb
Marak Kasus Perundungan Anak, Dokter Ingatkan Pentingnya Pendekatan Psikologis Komprehensif
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.