Pantau - Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, menyerukan penghentian seluruh permusuhan di Yaman menyusul memburuknya krisis kemanusiaan, sekaligus menyampaikan doa dan solidaritas bagi korban serangan bersenjata di sebuah gereja Ortodoks di Yordania.
Seruan tersebut disampaikan Paus Leo XIV seusai doa Angelus mingguan pada Minggu (25/10/2026).
Paus menyoroti penderitaan masyarakat Yaman, khususnya di Kota Taiz, yang menghadapi keterbatasan pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan akibat konflik berkepanjangan.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban penembakan di Gereja Ortodoks Santo Georgius, Yordania, yang terjadi pada Jumat (23/10/2026).
Paus Leo XIV Desak Penghentian Konflik di YamanPaus Leo XIV mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi kemanusiaan di Yaman yang terus memburuk akibat perang.
Menurutnya, masyarakat sipil menjadi pihak yang paling terdampak oleh konflik bersenjata yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Kondisi tersebut terlihat di Kota Taiz, tempat warga menghadapi kesulitan memperoleh kebutuhan pokok, termasuk makanan, air bersih, dan obat-obatan.
”Saya menyampaikan seruan dari lubuk hati yang paling dalam agar permusuhan dihentikan, serta menjamin kehidupan yang damai bagi rakyat Yaman dan seluruh masyarakat di kawasan tersebut," ujar Paus Leo XIV.
Ia menekankan pentingnya penghentian kekerasan untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih aman bagi masyarakat Yaman.
Seruan perdamaian tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya ketegangan antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman beserta sekutunya.
Konflik Yaman Berlangsung Sejak 2014Yaman dilanda konflik berkepanjangan sejak kelompok Houthi merebut kendali atas ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya pada 2014.
Situasi tersebut kemudian mendorong koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015.
Intervensi itu bertujuan mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Hingga kini, kelompok Houthi masih menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Yaman.
Sementara itu, pasukan pemerintah beserta sekutunya mengendalikan Kota Aden dan sebagian besar wilayah provinsi di selatan serta timur negara tersebut.
Konflik yang belum terselesaikan terus berdampak terhadap kondisi kemanusiaan dan kehidupan masyarakat sipil.
Paus Doakan Korban Serangan Gereja Ortodoks di YordaniaSelain membahas situasi Yaman, Paus Leo XIV menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Yordania setelah serangan bersenjata di Gereja Ortodoks Santo Georgius, Harmoud.
Penembakan tersebut terjadi pada Jumat (23/10/2026), ketika umat sedang mengikuti prosesi pemakaman.
Berdasarkan laporan yang dikutip dalam pernyataan tersebut, serangan mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan sekitar 40 lainnya terluka.
Paus menyampaikan dukungan kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat Yordania yang terdampak tragedi tersebut.
"Saya bersama masyarakat dan seluruh rakyat Yordania, yang selama ini dikenal berkat hidup berdampingan secara damai serta rasa saling menghormati antarumat beragama," tuturnya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah ancaman kekerasan.
Paus Ingatkan Perang Membawa Kematian dan KehancuranPaus Leo XIV kembali mengajak masyarakat internasional untuk mengutamakan dialog dalam menyelesaikan konflik.
Ia mengingatkan bahwa perang tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga memperburuk kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
"Mari kita terus bersama-sama berdoa demi terciptanya perdamaian... Tidak pernah sebelumnya begitu jelas terlihat bahwa perang - selain menebar kematian dan kehancuran - juga memiskinkan serta merusak dunia,” kata Paus Leo.
Paus berharap berbagai pihak dapat memilih penyelesaian damai daripada melanjutkan kekerasan.
“Semoga Tuhan menginspirasi pilihan-pilihan yang berpihak pada dialog dan perdamaian," ujar Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik itu.
Seruan tersebut ditujukan untuk mendorong penghentian permusuhan di Yaman sekaligus memperkuat solidaritas terhadap korban kekerasan di Yordania.




