BOGOR — Dompet Dhuafa bersama penyanyi dan figur publik Indonesia, Syahrini, resmi meluncurkan “Incess for Humanity”, sebuah inisiatif kolaborasi kemanusiaan untuk memperluas jangkauan program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi ini menghadirkan 11 program yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemberdayaan ekonomi, dakwah, hingga respons kebencanaan, sebagai upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
- Berjibaku hingga Larut Malam, Tim DMC Dompet Dhuafa Padamkan Titik Api
- Dompet Dhuafa Hadirkan Safe House, Penanganan Cepat Kesehatan Dampak Asap Karhutla
- Bank CIMB Niaga Syariah Bersama Dompet Dhuafa Perluas Literasi Sukuk Wakaf SWR007
Melalui Incess for Humanity, Dompet Dhuafa dan Syahrini mendorong kolaborasi antara lembaga filantropi dan figur publik untuk memperkuat kepedulian sosial serta memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan kebaikan. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menghadirkan bantuan bagi penerima manfaat, tetapi juga membangun kesadaran dan keterlibatan publik dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan.
Sebelas program yang diusung dalam kolaborasi ini meliputi Lansia Berdaya Guna, Anak Indonesia Sehat, Peduli Karhutla, Beasiswa Peduli Generasi Muda, Sedekah Al-Qur’an, Santunan Anak Yatim, Indonesia Siap Siaga, Mustahik to Muzaki, Peduli Guru Ngaji, Cinta Palestina, dan Berbagi Zakat Fitrah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Program-program tersebut dirancang untuk menjangkau beragam kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, generasi muda, lansia, dan guru ngaji hingga masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi dan bantuan kemanusiaan.
Peluncuran Incess for Humanity berlangsung di kawasan Zona Madina, Parung, Bogor, pada Sabtu (24/10). Dalam kesempatan tersebut, Dompet Dhuafa dan Syahrini juga menyalurkan parsel kepada 250 penerima manfaat yang terdiri atas anak yatim dan lansia dari keluarga dhuafa. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kolaborasi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Syahrini juga berkomunikasi secara daring dengan tim dan relawan Dompet Dhuafa dari Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) yang tengah menjalankan aksi respons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Dalam komunikasi tersebut, Syahrini menyapa sekaligus menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang terus berupaya membantu masyarakat terdampak karhutla, termasuk warga yang masih harus menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi udara yang terdampak asap. Interaksi ini menjadi bagian dari semangat Incess for Humanity untuk menguatkan kepedulian terhadap sesama, termasuk para petugas dan relawan yang berada di garis depan dalam respons kemanusiaan.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kesediaan Syahrini untuk berkolaborasi dalam memperluas jangkauan program sosial dan kemanusiaan Dompet Dhuafa.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Syahrini atas dukungan yang telah diberikan terhadap program-program Dompet Dhuafa dan atas kesediaannya untuk berkolaborasi bersama kami. Ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi Dompet Dhuafa,” ujar Ahmad Juwaini.
Ia menjelaskan bahwa Dompet Dhuafa menjalankan berbagai program melalui lima pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, serta dakwah dan budaya. Melalui pilar-pilar tersebut, Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat, baik melalui bantuan langsung maupun program pemberdayaan yang mendorong peningkatan kualitas hidup dan kemandirian.
“Melalui kolaborasi ini dan peluncuran Incess for Humanity, kami berharap jangkauan kebaikan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan dapat semakin luas dan memberikan dampak yang lebih besar,” tambahnya.
Syahrini menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan kesempatan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan. Ia berharap keterlibatannya dapat menjadi bagian dari upaya menguatkan kepedulian terhadap anak-anak, para ibu, lansia, serta masyarakat yang tengah menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk bencana alam.
“Semoga langkah kecil yang dilakukan hari ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan manfaat. Sesuatu yang jauh lebih berarti dari sekadar kebahagiaan untuk diri sendiri, tetapi juga kebahagiaan dan kebermanfaatan untuk orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan,” ungkap Syahrini.
Sebagai bagian dari rangkaian peluncuran, Syahrini juga berinteraksi dengan para siswa SMART Ekselensia Indonesia, sekolah berasrama bebas biaya yang menjadi bagian dari program pendidikan Dompet Dhuafa dan berada di kawasan Zona Madina. Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi inspirasi dengan para siswa mengenai pentingnya membangun keyakinan diri, menjaga semangat, dan memperjuangkan cita-cita.
Syahrini mengungkapkan bahwa semangat berbagi telah tumbuh dalam dirinya sejak kecil, terinspirasi oleh kebiasaan almarhum ayahnya yang mengajaknya berbagi dengan anak-anak yatim. Kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan berbagi yang menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan kini diperkuat melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa.
“Dari kecil, almarhum ayahku selalu mengajak aku untuk berbagi kepada 500 anak yatim, hingga menjadi kebiasaan dan singkat cerita sampai 5.000 anak yatim. Itu menjadi gerakan Syahrini Berbagi dan hari ini dipertegas kembali bersama Dompet Dhuafa dengan gerakan Incess for Humanity,” ujar Syahrini saat berbagi inspirasi di hadapan para siswa SMART Ekselensia Indonesia.
Di Sekolah SMART Ekselensia, Syahrini juga berkeliling sekolah untuk melihat asrama para siswa serta berinteraksi dengan siswa dan guru yang memperkenalkan sejumlah kegiatan, aktivitas, dan ekstrakurikuler sekolah yang memiliki banyak prestasi.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penampilan tari Saman oleh anak-anak penyandang disabilitas binaan Dompet Dhuafa sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi dan ruang berkarya yang inklusif.
Acara peluncuran ini dihadiri jajaran pimpinan dan manajemen Dompet Dhuafa, di antaranya Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Rahmad Riyadi selaku Pembina Dompet Dhuafa, Yayat Supriyatna selaku Pengawas Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti selaku Direktur Fundraising dan Komunikasi Dompet Dhuafa, Asep Hendriana, Ahmad Shonhaji, dr. Zakaria, serta jajaran lainnya.
Sebagai lembaga filantropi Islam, Dompet Dhuafa menghimpun dan mengelola dana zakat, infak, sedekah, wakaf, serta dana sosial lainnya untuk mendukung program pemberdayaan dan kemanusiaan di berbagai wilayah. Melalui pendekatan yang terintegrasi, Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan manfaat berkelanjutan dengan mendorong akses terhadap layanan dasar, penguatan kapasitas, dan kemandirian masyarakat.
Sebagai penutup, Syahrini mengungkapkan, “Incess mengajak seluruh pemirsah untuk ikut menjadi bagian dari Incess for Humanity. Tidak harus menunggu punya banyak untuk bisa berbagi. Insya Allah, setiap kebaikan yang kita lakukan dengan tulus dapat menjadi manfaat bagi sesama.”
Kolaborasi bersama Syahrini melalui Incess for Humanity diharapkan dapat memperluas jangkauan komunikasi program, meningkatkan perhatian publik terhadap isu-isu kemanusiaan, serta membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi masyarakat. Ke depan, inisiatif ini diharapkan berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang menghubungkan kepedulian dengan aksi nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Keterlibatan masyarakat dalam Incess for Humanity yang digaungkan Syahrini dapat dilakukan melalui laman digital Dompet Dhuafa: https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/incessforhumanity.




