tvOnenews.com — Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari mencari informasi, membuat gambar hingga membantu pekerjaan yang mudah diakses lewat ponsel.
Namun, di balik kemudahan tersebut, beredar kabar bahwa pemanfaatan AI ternyata membutuhkan konsumsi air bersih yang cukup banyak.
Ini karena sistem AI membutuhkan pusat data atau data center yang mengoperasikan ribuan server. Perangkat tersebut mengonsumsi listrik dan menghasilkan panas sehingga memerlukan sistem pendingin agar dapat bekerja secara optimal.
Lantas, benarkah penggunaan AI bisa menghabiskan banyak air bersih?
- REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Perlu diketahui bahwa AI tidak bekerja hanya dengan mengandalkan perangkat lunak. Di balik setiap jawaban yang dihasilkan chatbot, terdapat infrastruktur komputasi yang menjalankan proses pengolahan data dalam skala besar.
Server di pusat data bekerja terus-menerus untuk memproses permintaan pengguna. Aktivitas tersebut menghasilkan panas yang perlu dikendalikan agar perangkat tidak mengalami penurunan kinerja atau kerusakan.
Salah satu metode yang digunakan untuk mengelola panas adalah sistem pendingin berbasis air. Dalam sistem tertentu, air membantu menyerap panas dari perangkat, kemudian panas tersebut dilepaskan melalui mekanisme pendinginan.
Air juga dapat digunakan secara tidak langsung untuk menghasilkan listrik yang memasok kebutuhan pusat data. Sejumlah pembangkit listrik memerlukan air dalam proses operasionalnya, sehingga konsumsi energi untuk menjalankan AI turut berkaitan dengan penggunaan sumber daya tersebut.
Artinya, jejak air AI tidak hanya berasal dari air yang digunakan langsung di pusat data. Proses produksi perangkat keras, termasuk semikonduktor dan cip komputer, juga membutuhkan air dalam jumlah tertentu.
Berapa Banyak Air yang Digunakan AI?- Ilustrated by ChatGPT
Penelitian yang dipublikasikan oleh peneliti dari University of California, Riverside, dan University of Texas at Arlington pada 2023 memperkirakan bahwa satu percakapan dengan ChatGPT yang terdiri atas sekitar 20 hingga 50 pertanyaan dan jawaban dapat berkaitan dengan penggunaan sekitar 500 mililiter air.
Angka tersebut kemudian kerap dikutip dalam pembahasan mengenai dampak lingkungan AI. Namun, angka itu bukan berarti setiap pertanyaan yang dikirimkan ke chatbot selalu menghabiskan satu botol air mineral.




