Awal Mula Kasus Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak oleh Suami Siri Terungkap, Ternyata Gara-gara Hal Ini

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan sadis di wilayah Madiun, Jawa Timur berhasil diungkap polisi.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap pembunuhan sadis itu menimpa Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, berinisial AGF (4). 

Pelaku bernama Dwi Bagus Martono yang merupakan suami siri korban diduga berupaya menghilangkan jejak perbuatannya dengan memutilasi, membakar hingga menggiling jasad kedua korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Roy Suhombing mengungkapkan, pembunuhan tersebut diduga terjadi di sebuah kamar hotel di wilayah Madiun. 

Dwi Bagus Martono (40) terduga pelaku mutilasi istri siri dan anak
Sumber :
  • tvOne - syamsul huda

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban Dini diduga menjadi korban pertama, sebelum pelaku menghabisi nyawa anaknya.

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku diduga berusaha menghancurkan jasad kedua korban agar tidak meninggalkan jejak. Potongan tubuh korban kemudian dibakar dan diduga direncanakan untuk dibuang ke laut.

"Setelah kejadian, pelaku berusaha menghilangkan jejak. Setelah membunuh korban kemudian membakar lalu menggiling korban dengan penggilingan daging kemudian dibakar di pekarangan rumah pelaku untuk dibuang di laut," ujar Roy Suhombing, pada Senin (26/10/2026).

Roy menambahkan, penyidik masih berupaya mencari bagian tubuh korban yang belum ditemukan. 

Sementara itu, tersangka yang sebelumnya diamankan telah dalam perjalanan menuju Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan, tindakan pelaku dalam menghancurkan jasad korban membuat proses pencarian barang bukti menjadi lebih sulit.

Menurut Jumhur, modus tersebut mengingatkannya pada kasus mutilasi yang dikenal sebagai kasus koper merah. 

Namun, dalam perkara ini, pelaku diduga melakukan serangkaian tindakan untuk menghancurkan jasad korban, mulai dari pembakaran hingga penggilingan.

"Gerakannya sama seperti kasus koper merah. Tapi ini lebih kejam. Jasadnya dibakar, dimutilasi, lalu digiling," kata Jumhur.

Penyidik kini terus mengembangkan penyelidikan untuk menemukan sisa-sisa jasad korban. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

"Karena dihancurkan, digiling seperti itu, kita kesulitan menemukan jasad korban. Kita sudah amankan barang bukti dan masih melakukan pengembangan mencari sisa-sisa di sekitar TKP," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penegakan Hukum terkait Karhutla Tak Boleh Terkendala Kepentingan Asing
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dukung Kelancaran JRF, Pramono Sebut Polusi di Jakarta Turun Signifikan Usai OMC Dua Hari
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
[FULL]PLT Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi Bahas Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Pasok Air
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Napak Tilas Sumpah Pemuda, 500 Anak Muda Susuri Jejak Sejarah Jakarta
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Ketika Teori Moneter Bertemu Harga Ayam Goreng
• 14 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.