Singapura Lirik Nuklir dan Panas Bumi untuk Perkuat Transisi Energi

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

SINGAPURA — Singapura mempercepat kajian terhadap energi nuklir dan panas bumi sebagai bagian dari upaya mencari sumber listrik rendah karbon yang mampu memasok kebutuhan dalam skala besar. Penjajakan tersebut dilakukan karena keterbatasan lahan dan potensi energi terbarukan domestik membuat negara kota itu harus mempertimbangkan beragam pilihan teknologi energi.

Menteri Energi, Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan kemampuan teknis dan sumber daya manusia untuk menilai kelayakan pemanfaatan energi nuklir. Sementara itu, hasil awal survei panas bumi menunjukkan potensi teknis yang dinilai cukup besar untuk diteliti lebih lanjut.

“Kita tidak dapat mengandalkan satu jalur saja. Tidak ada opsi yang kami singkirkan dari pertimbangan,” kata Tan dalam pidatonya pada Singapore International Energy Week (SIEW) 2026, Senin (26/10/2026).

Menurut Tan, Singapura membutuhkan sumber energi rendah karbon yang mampu memenuhi kebutuhan beban dasar atau baseload dalam skala utilitas. Kebutuhan itu semakin mendesak seiring pertumbuhan permintaan listrik dan upaya mencapai sistem energi yang lebih bersih.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Singapura selama ini mengandalkan gas alam sebagai sumber utama pembangkit listrik. Pemerintah juga memperluas penggunaan energi surya, mengembangkan teknologi baru, dan menjajaki impor listrik rendah karbon dari negara tetangga.

Namun, Tan mengingatkan energi surya memiliki keterbatasan dalam memenuhi keseluruhan kebutuhan listrik. Bahkan dengan peningkatan pemanfaatannya, energi surya diperkirakan hanya dapat memenuhi sekitar 10 persen dari proyeksi permintaan listrik Singapura pada 2050.

Hidrogen juga menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan. Sejumlah pembangkit gas baru dirancang agar dapat menggunakan campuran gas alam dan hidrogen, sementara pemerintah masih mempelajari kemungkinan uji coba pembakaran langsung amonia di Pulau Jurong.

Meski demikian, pengembangan hidrogen menghadapi tantangan biaya dan efisiensi. Perkembangan pasar global yang lebih lambat dari perkiraan membuat biaya tetap tinggi. Selain itu, proses produksi, transportasi, dan pemanfaatan hidrogen untuk pembangkitan listrik menimbulkan kehilangan energi pada setiap tahap.

Kondisi tersebut mendorong Singapura memperdalam kajian terhadap nuklir dan panas bumi sebagai alternatif jangka panjang. Langkah ini diharapkan dapat menjamin ketahanan energi nasional di masa depan.

Tan mengatakan, Singapura akan menjalani misi Integrated Nuclear Infrastructure Review (INIR) dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada 2027. Penilaian tersebut bertujuan mengkaji kesiapan Singapura dalam berbagai aspek penting, termasuk keselamatan nuklir, pengelolaan limbah radioaktif, dan perencanaan kedaruratan.

Misi itu menjadi bagian dari persiapan untuk mengambil keputusan berdasarkan penilaian teknis mengenai kemungkinan pemanfaatan tenaga nuklir. Tan menegaskan, pemerintah belum memutuskan apakah akan mengadopsi energi nuklir untuk pembangkitan listrik.

Apabila kelak memilih jalur tersebut, Singapura berkomitmen menerapkan standar tertinggi keselamatan dan keamanan nuklir serta memenuhi kewajiban internasional terkait pengamanan bahan nuklir. Penerapan standar ketat ini menjadi prioritas utama pemerintah.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar 10 Negara Paling Aman di Dunia: Peringkat RI Merosot
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Reda sebut prestasi Asian Para Games 2026 sejalan dengan Asta Cita
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Suami di Madiun Bunuh Istri Siri dan Anak Secara Bergantian di Kamar Hotel
• 7 jam laludetik.com
thumb
Megawati Hangestri Beda Level, Media Korea Beri Sebutan Baru usai Tampil Tajam di KOVO Cup 2026
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Operasi Patuh 2026 Digelar Serentak Hari Ini hingga 8 November
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.