Konflik Houthi-Saudi Memanas, Anggota DPR Minta Pemerintah Moratorium Jemaah Umrah

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Seorang anggota pasukan pemberontak Houthi Yaman berdiri di depan spanduk raksasa bergambar Ka’bah dalam aksi unjuk rasa memprotes tuduhan Arab Saudi bahwa kelompok Houthi menargetkan situs paling suci umat Islam di Sanaa, Yaman, Jumat, 18 September 2026. (Sumber: AP Photo/Osamah Abdulrahman)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, meminta pemerintah segera mengambil tindakan sehubungan eskalasi konflik antara Houthi dan koalisi piminan Arab Saudi. Nurul menyatakan eskalasi konflik ini dikhawatirkan berdampak pada masyarakat Indonesia yang menjalani umrah.

Politikus Partai Golkar itu mengaku khwatir karena konflik berada di dekat kawasan Makkah. Sehingga, pemerintah diminta mempertimbangkan opsi moratorium atau menghentikan sementara pemberangkatan jemaah umrah.

"Kita sih mengimbau ya supaya pemerintah memberikan atensi penuh begitu, karena Houthi ini semakin lama semakin masif penyerangannya ke Arab Saudi, dan itu juga sudah menimbulkan korban hingga tewas," kata Nurul Arifin di Jakarta, Senin (26/10/2026).

"Kita jangan sampai jemaah-jemaah kita yang berangkat entah itu untuk umra juga bisa terkendala dan mereka tidak terurus, terbengkalai dalam masa-masa menunaikan ibadahnya tersebut."

Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 307 Petempur Houthi dalam 24 Jam

Pemerintah diminta menerapkan langkah antisipasi sehubungan konflik tersebut. Nuru mengatakan, langkah antisipasi yang bisa diambil seperti menggelar penerbangan langsung ke Jeddah dan Madinah tanpa transit berlebihan.

Selain itu, pemerintah diminta memaksimalkan pemantauan WNI mealui Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah. 

"Kami mengimbau supaya kementerian terkait yaitu Kemlu mendata dan kalau perlu melakukan moratorium," kata Nurul dilaporkan tim liputan KompasTV.

"Kami berharap kalau situasinya semakin genting, Kemlu dalam hal ini bisa melakukan moratorium untuk pemberangkatan jemaah umrah, begitu. Karena ini kan tidak bisa diprediksi, kita tidak tahu kapan Houthi ini menyerang dan ke mana."

Eskalasi perang saudara Yaman

Serangan Houthi terhadap Arab Saudi meningkat setelah pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi meluncurkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok tersebut di sekitar Selat Bab Al-Mandeb.

Houthi merespons operasi militer koalisi dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk bandara, fasilitas minyak, dan instalasi militer. 

Kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi sempat meneken gencatan senjata yang berlaku pada 2022. Namun, konflik kembali terjadi usai pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang Bandara Internasional Sana'a yang terletak di wilayah yang dikuasai Houthi.

Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) menyatakan eskalasi konflik di Yaman memperparah krisis pengungsi di negara tersebut sejak perang saudara. Menurut data UNHCR, lebih  dari 250.000 masyarakat Yaman terpaksa mengungsi hingga pertengahan Oktober 2026.

Baca Juga: Konflik Yaman Memanas: 250.000 Orang Terpaksa Mengungsi, Houthi Gempur Kamp Latihan Pemerintah

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • houthi
  • perang saudara yaman
  • konflik houthi saudi
  • arab saudi
  • jemaah umrah indonesia
  • dampak serangan houthi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkes Pakai Oksigen di Tengah Asap Karhutla, Kemenkes Buka Suara
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sahabat Rudal Satukan 32 Pasang dalam Turnamen Mix Bronze di Arcadia
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Innova Zenix Terbaru Dapat Tambahan Fitur, tapi Sejumlah Fitur Lama Dihilangkan
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Jadwal Ballon d’Or 2026 Malam Ini: Harry Kane dan Lamine Yamal Bersaing untuk Bola Emas
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Kementan Targetkan Asuransi Pertanian 100 Ribu Hektare pada 2026, Petani Dapat Subsidi Premi 80 Persen
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.