Mengapa Sampah Antariksa Jatuh ke Indonesia?

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
  1. Mengapa bekas roket China jatuh di Kalimantan Tengah?
  2. Seberapa sering sampah antariksa jatuh ke Bumi?
  3. Ke mana pula stasiun luar angkasa akan dibuang?
  4. Lantas, seberapa rentan Indonesia tertimpa sampah antariksa?
Mengapa bekas roket China jatuh di Kalimantan Tengah?

Dalam beberapa hari terakhir, dua sampah antariksa ditemukan di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Benda pertama berupa kepingan logam sepanjang sekitar 9 meter ditemukan pada Senin (19/10/2026), sedangkan benda kedua berbentuk bulat atau kubah berdiameter sekitar 4 meter ditemukan pada Selasa (20/10/2026). Kedua benda tersebut diduga merupakan bagian dari roket Zhuque-2E milik perusahaan China, LandSpace. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan harta benda akibat kejadian tersebut. Sampah antariksa itu kini telah diamankan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Iskandar dan penanganannya dikoordinasikan dengan KNKT serta BRIN.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa kode pada sampah antariksa pertama mengarah pada roket Zhuque-2E yang digunakan untuk meluncurkan 10 satelit pada 14 Oktober 2026. Berdasarkan analisis orbit, bekas roket tersebut melintasi Kalimantan dari utara ke selatan pada Minggu (18/10/2026) sebelum memasuki atmosfer Bumi dan pecah pada ketinggian sekitar 120 kilometer. Dosen Astronomi ITB, Ferry M Simatupang, menduga benda pertama merupakan bagian silinder roket, sedangkan benda kedua adalah tangki bahan bakar. Pecahan lainnya diyakini jatuh di hutan atau laut tanpa diketahui masyarakat.

Penemuan tersebut menambah catatan jatuhnya sampah antariksa di Kalimantan. Pada Januari 2021, bekas roket China, Long March-8, ditemukan di pantai Kotawaringin Barat, sedangkan pecahan roket Long March-5B ditemukan di Sanggau, Kalimantan Barat, pada 2022. Meski Kalimantan telah beberapa kali mengalami kejadian serupa, Thomas menegaskan bahwa hal itu merupakan kebetulan, bukan bukti bahwa wilayah tersebut memiliki risiko lebih tinggi. Dari 1981 hingga Oktober 2026, hanya tujuh kejadian jatuhnya sampah antariksa di wilayah berpenghuni Indonesia yang tercatat. Sebagian besar sampah antariksa diperkirakan jatuh di laut, hutan, atau gurun yang tidak berpenghuni.

Lokasi jatuhnya sampah antariksa dipengaruhi oleh massa, ketinggian asal, dan elemen orbitnya. Wilayah sekitar khatulistiwa memiliki risiko tertentu karena pergerakan sampak antariksa, sementara benda yang berada pada orbit lebih rendah cenderung lebih cepat kembali ke Bumi. Thomas menyatakan bahwa belum ada langkah mitigasi yang dapat memastikan lokasi jatuhnya sampah antariksa karena titik jatuhnya bersifat acak. Selain itu, menuntut pertanggungjawaban negara atau perusahaan pemilik sampah antariksa yang menimbulkan kerugian membutuhkan waktu, biaya, dan upaya besar. Seiring meningkatnya peluncuran satelit dan rencana pembangunan konstelasi satelit berskala besar, potensi jatuhnya sampah antariksa di Indonesia diperkirakan meningkat sehingga dampaknya perlu semakin diperhatikan.

Baca JugaBekas Roket China Jatuh di Kalimantan Tengah
Seberapa sering sampah antariksa jatuh ke Bumi?

Jatuhnya sampah antariksa merupakan konsekuensi dari meningkatnya aktivitas peluncuran satelit dan roket. Menurut informasi NASA, sekitar sekali sehari sebuah puing buatan manusia kembali jatuh ke Bumi. Sebagian benda terbakar di atmosfer, sedangkan sisanya jatuh ke permukaan, terutama di perairan yang mencakup sekitar 70 persen permukaan Bumi. Karena itu, meskipun fenomena tersebut dapat menarik perhatian masyarakat, sebagian besar sampah antariksa tidak diketahui keberadaannya saat jatuh karena berakhir di wilayah yang tidak berpenghuni.

Kejadian jatuhnya puing roket China juga telah beberapa kali dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, bekas roket Long March 5B memasuki atmosfer di atas Samudra Pasifik, sedangkan pada Desember 2023, puing Long March 5 diperkirakan jatuh di kawasan antara Hainan dan Kepulauan Paracel. Sepanjang 2020-2023, puing roket China dilaporkan jatuh di Laut China Selatan, Samudra Hindia, hingga pesisir Afrika. Bahkan, pada 2020, puing roket yang jatuh di Pantai Gading dilaporkan merusak sejumlah bangunan. Kejadian-kejadian tersebut menunjukkan bahwa sampah antariksa dapat jatuh di berbagai wilayah, baik di laut maupun daratan.

Seiring bertambahnya jumlah peluncuran antariksa, potensi jatuhnya sampah antariksa ke Bumi juga semakin besar. Sebagian roket dibiarkan kembali ke Bumi tanpa kendali setelah menyelesaikan tugasnya sehingga waktu dan lokasi jatuhnya sulit dipastikan. Para pakar menilai pemantauan melalui sistem pelacakan orbit, pemasangan kamera dan stasiun Bumi, serta peningkatan kesadaran masyarakat diperlukan untuk membantu mengidentifikasi benda yang jatuh dan mengurangi risiko. Meski sebagian besar puing terbakar di atmosfer atau jatuh di laut, kejadian yang menimbulkan kerusakan bangunan tetap perlu diperhatikan.

Baca JugaPuing Roket China Melintas di Langit Lampung, Seberapa Sering Sampah Antariksa Jatuh ke Bumi?
Ke mana pula stasiun luar angkasa akan dibuang?

NASA berencana membuang Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ke laut setelah masa operasionalnya berakhir pada 2030. Proses deorbit diperkirakan dilakukan pada akhir 2030 atau awal 2031 dengan bantuan Wahana Penurunan Orbit AS (USDV) buatan SpaceX. Setelah memasuki atmosfer Bumi, ISS akan diarahkan menuju Point Nemo, wilayah terpencil di selatan Samudra Pasifik yang selama ini menjadi tempat pembuangan berbagai wahana antariksa yang sudah tidak beroperasi.

Point Nemo dipilih karena lokasinya sangat jauh dari daratan dan permukiman manusia. Titik daratan terdekatnya adalah Pulau Ducie, 2.685 kilometer di sebelah utara, disusul Pulau Motu Nui di dekat Pulau Paskah, Chile, di sebelah timur laut, serta Pulau Maher di Antarktika di sebelah selatan. Keterpencilan ini membuat Point Nemo dianggap sebagai lokasi yang dapat meminimalkan risiko jatuhnya puing antariksa terhadap penduduk. Karena itu, wilayah tersebut telah menjadi kuburan bagi banyak wahana antariksa yang sengaja diturunkan dari orbitnya.

Namun, pembuangan sampah antariksa ke laut menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan. Point Nemo merupakan bagian dari laut lepas yang tidak berada di bawah yurisdiksi suatu negara sehingga terdapat celah dalam hukum internasional terkait tanggung jawab atas kerusakan lingkungan. Selain itu, dampak pembuangan puing antariksa terhadap ekosistem laut dan organisme di dasar laut belum diketahui secara pasti. Kekhawatiran meningkat karena ISS memiliki berat sekitar 460 ton, jauh lebih besar daripada Stasiun Luar Angkasa Mir yang berbobot 140 ton dan dibuang ke Point Nemo pada 2001.

Saat ISS memasuki atmosfer, sebagian komponennya diperkirakan terbakar, tetapi material padat tertentu dapat bertahan dan jatuh ke laut. Jenis material yang mencapai permukaan serta dampaknya terhadap kehidupan laut belum dipahami secara memadai. Karena itu, para ahli lingkungan menilai dampak proses deorbit ISS perlu dikaji lebih serius, termasuk melalui penilaian dampak lingkungan sebagaimana diwajibkan Perjanjian Keanekaragaman Hayati di Luar Yurisdiksi Nasional (BBNJ). Mereka juga menekankan pentingnya memperbaiki celah hukum internasional agar penggunaan laut lepas sebagai tempat pembuangan sampah antariksa tidak mengabaikan perlindungan lingkungan.

Baca JugaStasiun Luar Angkasa Internasional Akan Dibuang ke Laut
Lantas, seberapa rentan Indonesia tertimpa sampah antariksa?

Wahana antariksa Kosmos 482 milik Uni Soviet yang gagal mencapai Venus pada 1972 akhirnya kembali memasuki atmosfer Bumi pada 10 Mei 2025, setelah mengorbit selama 53 tahun. Wahana pendarat berbobot 495 kilogram dan berukuran sekitar 1 meter itu diperkirakan tidak habis terbakar di atmosfer sehingga berpotensi mencapai permukaan Bumi. Meski lokasi jatuhnya sempat diprediksi berbeda-beda oleh sejumlah lembaga antariksa, Roscosmos menyatakan wahana tersebut memasuki atmosfer di atas wilayah sekitar 560 kilometer sebelah barat Pulau Andaman Tengah, India, dan jatuh di Samudra Hindia sebelah barat Jakarta.

Peristiwa Kosmos 482 menunjukkan bahwa sampah antariksa terus kembali ke Bumi. Berdasarkan laporan Badan Antariksa Eropa (ESA) pada 1 April 2025, setidaknya tiga satelit tua dan badan roket jatuh kembali ke Bumi setiap hari. Saat itu, terdapat sekitar 1,2 juta puing antariksa berukuran lebih dari 1 sentimeter. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya peluncuran satelit dan pembangunan megakonstelasi satelit oleh sejumlah negara dan perusahaan. Meski demikian, risiko puing antariksa mencederai manusia atau merusak properti relatif kecil karena sebagian besar terbakar di atmosfer atau jatuh di laut dan wilayah tidak berpenghuni.

Indonesia memiliki kerentanan cukup tinggi terhadap jatuhan sampah antariksa karena terletak di sekitar khatulistiwa. Dalam tiga dekade terakhir, setidaknya tujuh kejadian jatuhnya sampah antariksa yang tidak habis terbakar telah tercatat di Indonesia. Lokasinya meliputi Gorontalo pada 1981, Lampung pada 1988, Bengkulu pada 2003, Madura pada 2016, Sumatera Barat pada 2017, Kalimantan Tengah pada 2021, dan Sanggau, Kalimantan Barat, pada 2022. Walaupun belum menimbulkan korban jiwa, peningkatan jumlah benda antariksa yang kembali ke Bumi berpotensi memperbesar dampak kerusakan.

Untuk menghadapi risiko tersebut, kemampuan pemantauan sampah antariksa perlu diperkuat, termasuk pengembangan sistem peringatan dini mengenai waktu dan lokasi jatuhnya benda. Prediksi jatuhan umumnya baru dapat dipastikan mendekati waktu kejadian, sementara lintasannya sering melewati wilayah terpencil sehingga informasi sulit disampaikan dengan cepat. Selain itu, Indonesia perlu memperkuat perangkat hukum untuk melindungi masyarakat dan menangani tuntutan pertanggungjawaban jika terjadi korban jiwa atau kerusakan. Dampak pembakaran satelit terhadap lapisan ozon dan perubahan iklim juga perlu diperhatikan seiring meningkatnya aktivitas antariksa.

Baca JugaIndonesia dalam Risiko Tinggi Tertimpa Jatuhan Benda-benda Antariksa

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Riau Gelar Operasi Patuh, Ini 10 Pelanggaran yang Jadi Sasaran
• 8 jam laludetik.com
thumb
Link Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid, Kick-off 03.00 WIB
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Polda Sultra wujudkan Kamseltibcarlantas lewat Operasi Patuh Anoa
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Temon Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Kulon Progo, Arena Internasional Berkapasitas 8.000 Penonton Diusulkan Dekat YIA
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Hari Jadi ke-68 UMS, Tumbuh dengan 113,3 Persen Ketercapaian Indikator Renstra
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.