VIVA – Megawati Hangestri Pertiwi menghadapi tantangan baru bersama Hyundai E&C Hillstate menjelang bergulirnya Liga Voli Korea Selatan atau V-League 2026/2027. Selain dituntut menjaga ketajaman serangan, opposite asal Indonesia itu perlu membangun chemistry dengan setter Kim Da-in agar permainan tim berjalan lebih efektif.
Koordinasi keduanya menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan setelah Hyundai Hillstate menjalani hasil kurang memuaskan pada turnamen pramusim KOVO Cup 2026. Tim asuhan Kang Sung-hyung tersebut menelan dua kekalahan beruntun dan gagal melangkah lebih jauh di fase grup.
Hyundai Hillstate kalah 0-3 dari Korea Expressway Hi-Pass, sebelum kembali menyerah dengan skor identik ketika menghadapi GS Caltex. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim sebelum memulai persaingan di kompetisi reguler.
Di tengah hasil negatif itu, Megawati tetap memperlihatkan produktivitasnya. Pemain berjuluk Megatron tersebut mencatatkan 14 poin saat menghadapi Hi-Pass dan menambah 15 poin ketika melawan GS Caltex. Total 29 poin dalam dua pertandingan menunjukkan bahwa ia tetap menjadi salah satu tumpuan serangan Hyundai Hillstate.
Namun, ketajaman Megawati belum cukup jika tidak didukung aliran bola dan koordinasi yang konsisten. Sebagai opposite hitter, ia membutuhkan umpan yang tepat agar bisa memaksimalkan kemampuan menyerangnya.
Chemistry Megawati dan Kim Da-in Jadi PRKim Da-in memegang peran penting dalam membangun serangan Hyundai Hillstate. Sebagai setter, ia bertanggung jawab mengatur distribusi bola kepada para penyerang, termasuk Megawati.
Karena itu, kesesuaian antara keputusan setter dan pergerakan penyerang menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas serangan. Timing umpan, komunikasi, hingga kemampuan membaca situasi pertandingan perlu terus diasah agar kombinasi keduanya bisa berjalan optimal.
Kerja sama Megawati dan Kim Da-in mulai memperlihatkan perkembangan saat menghadapi GS Caltex. Meski demikian, konsistensi permainan tetap menjadi pekerjaan rumah, terutama ketika Hyundai Hillstate berhadapan dengan lawan yang memiliki pertahanan solid.
Persoalan tim juga tidak berhenti pada koordinasi serangan. Penerimaan servis dan pertahanan perlu mendapat perhatian agar Hyundai Hillstate mampu membangun serangan dari situasi yang lebih menguntungkan.





