Guru Besar IPB Temukan Potensi Penyebaran E. Coli Kebal Antibiotik di Banten

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof drh Hadri Latif, mengungkapkan temuan gen resistansi antikrob pada bakteri Escherichia coli (E coli) dari ekosistem tempat pemotongan hewan di Provinsi Banten. Potensi penyebaran gen resistansi di antara sektor hewan, lingkungan, dan manusia perlu diwaspadai.

“Salah satu jalur mikroorganisme yang sudah resistan terhadap antimikrob untuk berpindah itu adalah melalui pangan,” ujar Hadri dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Hadri mengatakan gen resistansi dapat berpindah dari satu bakteri ke bakteri lain melalui mekanisme transfer gen secara horizontal, salah satunya konjugasi. Perpindahan ini berpotensi membuat bakteri penyebab penyakit menjadi kebal terhadap antimikrob tertentu sehingga infeksi lebih sulit diobati.

Dalam kajian bertajuk Membaca Jejak Resistansi Antimikrob: Pendekatan Genomik untuk Kebijakan Berbasis One Health di Indonesia, Hadri memaparkan penelitian di Banten sejak 2023. Studi ini mengintegrasikan analisis genomik bakteri dari sektor manusia, hewan, dan lingkungan.

Peneliti menggunakan teknologi whole-genome sequencing (WGS) untuk membaca materi genetik bakteri secara menyeluruh. Teknologi ini membantu mengidentifikasi gen resistansi antimikrob (ARG), lokasi gen pada plasmid atau kromosom, serta potensi resistansi terhadap beberapa kelas antimikrob sekaligus.

Pada sampel dari tempat pemotongan babi, ditemukan gen resistansi yang berkaitan dengan 12 kelas antimikrob. Potensi resistansi terhadap tiga kelas antimikrob atau lebih (multidrug resistance/MDR) mencapai 90 persen pada isolat hewan, 40 persen pada isolat lingkungan, dan 12,7 persen pada isolat manusia.
 

Baca Juga :

BPOM Spil Modus Baru Jamu Herbal Disusupi BKO Pyrimidenafil

“Pada isolat E coli dari hewan dan lingkungan, sekitar 85 persen gen resistansinya ditemukan pada plasmid,” jelas Prof Hadri. 

Plasmid merupakan materi genetik yang dapat berperan dalam perpindahan gen resistansi antarbakteri. Penelitian juga menemukan perubahan profil gen resistansi antara 2023 dan 2026. 

Gen mcr-1.1 yang berkaitan dengan resistansi terhadap kolistin terdeteksi pada 2023, tetapi tidak lagi ditemukan pada 2026. Perubahan ini sejalan dengan penghentian penggunaan kolistin pada hewan.

Hadri mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan antibiotik, termasuk untuk mengatasi batuk dan pilek. “Batuk pilek belum tentu penyebabnya bakteri bahkan penyebab utamanya adalah virus . Padahal virus tidak bisa diobati dengan antibiotik,” ungkap dia.

“Antibiotik itu justru diciptakan untuk membantu, untuk menolong manusia.” Karena itu, antibiotik perlu digunakan secara bijak, sesuai resep dan petunjuk dokter, bukan berdasarkan perkiraan sendiri.

Hadri mengatakan pengendalian resistansi antibiotik membutuhkan pendekatan terpadu pada manusia, hewan, dan lingkungan. Pemanfaatan teknologi genomik dapat membantu memetakan gen resistansi dan mendukung penyusunan kebijakan pengendalian yang lebih tepat melalui pendekatan One Health.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Guru Besar IPB Temukan Potensi Penyebaran E. Coli Kebal Antibiotik di Banten Klik untuk baca: https://www.medcom.id/pendidikan/riset-penelitian/8ko1yxWN-guru-besar-ipb-temukan-potensi-penyebaran-e-coli-kebal-antibiotik-di-banten

(REN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gol Menit Akhir Kapten Selamatkan Timnas U15 Indonesia dari Kekalahan Lawan Bangladesh
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cara Ekonomi RI Bisa Tumbuh Kayak Korsel: Investasi di Riset!
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PKS Mau Bahas Polemik Ijazah Gibran di DPR, PDIP Siap Menyambut
• 22 jam laludetik.com
thumb
Tasya Farasya Bongkar Masalah Rumah Mewahnya, Kini Harus Gelontorkan Rp5 Miliar untuk Perbaikan
• 6 jam lalugrid.id
thumb
BNPB Pelajari Laporan dan Kronologi Gugurnya 6 Petugas Karhutla Bromo
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.