Kemensos-Sespim Lemdiklat Polri Perkuat Sinergi Tangani Bencana hingga Sekolah Rakyat

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan banyak program kerja Kementerian Sosial berkaitan erat dengan tugas dan fungsi TNI-Polri, mulai dari penanganan bencana alam, rehabilitasi sosial, hingga pembentukan karakter serta kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat.

Dia pun menekankan pentingnya penguatan sinergi dalam pelaksanaan berbagai program sosial tersebut.

BACA JUGA: Kemensos Kirim Bantuan untuk Ratusan Korban Kebakaran di Dusun Serdang Bangka Selatan

Pernyataan itu disampaikan Wamensos Agus Jabo saat menerima audiensi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri Irjen Muhammad Sabilul Alif beserta 16 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri Dikreg ke-36 TA 2026 di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (26/10).

Wamensos Agus Jabo mengatakan salah satu bidang yang membutuhkan koordinasi intensif antara Kemensos dan TNI-Polri adalah penanganan bencana alam.

BACA JUGA: Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Gus Ipul Laporkan Capaian Kemensos Selama 2 Tahun

Dalam situasi darurat, ia menyebut, kecepatan distribusi bantuan menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

“Kalau terlambat sehari saja, bantuan terutama yang darurat, yaitu logistik dan permakanan, masyarakat sudah kasihan. Maka, salah satu hal yang darurat dan perlu sinergi antara Kemensos dengan TNI-Polri adalah masalah penanganan bencana,” kata Agus Jabo.

BACA JUGA: Kemensos Umumkan Pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026, Ini Pesan Gus Ipul

Agus Jabo menjelaskan, dalam kondisi tertentu, ada wilayah terdampak bencana yang sulit dijangkau.

Di sinilah dukungan personel, peralatan, dan kemampuan operasional TNI-Polri diperlukan untuk membantu Kemensos menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat.

Oleh karena itu, koordinasi yang cepat dan terarah diharapkan dapat mempercepat penanganan di lapangan sekaligus memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Butuh kolaborasi yang sangat cepat karena di titik-titik yang tidak bisa dijangkau, hanya TNI dan Polri yang bisa menjangkau. Dan kami punya logistik yang harus didistribusikan ke titik-titik yang tidak terjangkau, melalui peralatan ataupun sumber daya manusia dari TNI Polri. Ini butuh sinergi yang cepat karena butuh penanganan di bencana alam itu sangat cepat," jelas Agus Jabo.

Selain kebencanaan, Agus Jabo menyampaikan, sinergi Kemensos dengan TNI-Polri juga diperlukan dalam pelaksanaan rehabilitasi sosial, termasuk pendampingan terhadap korban tindak pidana terorisme, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA).

“Program Kemensos itu nanti urusannya dengan Kepolisian dan TNI banyak sekali. Salah satunya program Sekolah Rakyat, kemudian program rehabilitasi sosial, mulai dari korban terorisme sampai perdagangan orang dan korban NAPZA,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Jabo juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, pendekatan rehabilitasi sosial perlu dikedepankan untuk membantu anak-anak memperoleh kesempatan belajar, mendapatkan pendampingan, serta mengembangkan potensi dan karakter mereka.

Dia berharap koordinasi antara Kemensos dan Polri dapat mendorong penanganan yang lebih tepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi siswa, sehingga pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata melihat persoalan dari aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan rehabilitasi dan pendampingan anak.

"Kami berharap dengan saling berkoordinasi seperti ini, di lapangan ada perubahan. Sesuatu yang kemarin agak lambat bisa menjadi cepat, termasuk dalam menangani anak-anak Sekolah Rakyat yang membutuhkan pendekatan rehabilitasi dan koordinasi bersama,” ujar Agus Jabo.

Lebih lanjut, ia menyampaikan keterlibatan TNI dan Polri juga berpotensi mendukung pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat, terutama dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Agus Jabo mencontohkan perubahan positif kebiasaan siswa sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Anak-anak yang sebelumnya sulit bangun pagi, kini mulai terbiasa bangun lebih awal untuk menjalani kegiatan harian, termasuk beribadah.

“Yang membanggakan orang tua, anak yang tadinya bangun saja susah, sekarang jam 04.00 sudah bangun di Sekolah Rakyat. Mereka sudah terbiasa menjalankan kegiatan, termasuk salat tahajud,” tuturnya.

Dia menambahkan, perubahan perilaku dan karakter siswa mulai terlihat sejak Sekolah Rakyat beroperasi pada 2025.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya memberikan akses belajar, tetapi juga membentuk kemandirian dan kedisiplinan anak. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemensos Meraih Predikat Istimewa Indeks Reformasi Hukum 2026 dengan Nilai Sempurna


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vanja Bukilic Siap Comeback di Liga Voli Korea, Eks Duet Megawati Incar Gelar Juara
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Tak cuma bertamu, Nicholas Saputra penasaran nonton film di TIFF 2026
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Terungkap Alasan Tasya Farasya Tak Tempuh Jalur Hukum ke Ahmad Assegaf
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Kasus Dugaan Pemerasan dan TPPU, Kortas Polri Tahan Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Menyulap Busana Lokal Jadi Karya Seni, Cerita Othman di Panggung BSI Expo 2026
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.