jabar.jpnn.com, NUSA TENGGARA BARAT - Sebanyak 65 calon kepala desa bersaing dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (25/10/2026)
Berbeda dari pemungutan suara konvensional, pilkades di 21 desa tersebut menggunakan teknologi electronic voting (e-Voting).
BACA JUGA: Sempat Tertekan Likuiditas, UMKM Asal Bandung Kini Tumbuh hingga 200 Persen
Pemungutan suara elektronik itu diterapkan di delapan kecamatan.
Sumbawa Barat menjadi kabupaten pertama di NTB yang menggunakan sistem e-Voting secara menyeluruh dalam pelaksanaan pilkades serentak.
BACA JUGA: Berkas Bambang Soeharto Segera ke Kejari Bandung, Kuasa Hukum Soroti Laporan Balik Saksi
Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah meninjau langsung pelaksanaan pemungutan suara di Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano.
Dari hasil pemantauannya, proses pemilihan berjalan kondusif dan masyarakat relatif tidak kesulitan menggunakan perangkat elektronik.
BACA JUGA: Asmara Berujung Petaka, Pria di Bandung Tusuk Mantan Pacar Hingga Luka Berat
“Alhamdulillah, sepanjang pantauan kami proses pilkades berjalan lancar dan kondusif. Pemilih juga rata-rata sudah paham sehingga tidak ada kendala ketika menggunakan hak pilihnya,” kata Amar dalam keterangan tertulis yang diterima JPNN.com, dikutip Senin (26/10/2026).
Dia menjelaskan, pemilih lanjut usia dan penyandang disabilitas dapat memperoleh pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan pilkades berbasis elektronik tersebut didukung PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI bersama anak perusahaannya, PT Inti Konten Indonesia (PT INTENS).
Sistem yang disediakan kedua perusahaan itu digunakan untuk proses pemberian suara hingga penghitungan hasil pemilihan secara elektronik.
Direktur PT INTI Herry Jasman mengatakan penerapan e-Voting di Sumbawa Barat menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung digitalisasi tata kelola pemerintahan.
“Keberhasilan penerapan e-Voting secara serentak di 21 desa yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat menunjukkan bahwa teknologi digital dapat menjadi solusi dalam mendukung proses demokrasi yang lebih efektif dan inklusif,” ujar Herry.
Namun, penerapan teknologi tersebut tetap membutuhkan kesiapan perangkat dan penanganan teknis di lapangan.
Dalam pelaksanaan pilkades di Desa Goa, tim teknis melakukan penyesuaian operasional pada salah satu tempat pemungutan suara (TPS) akibat paparan suhu panas di area terbuka.
Penyesuaian itu dilakukan agar proses pemungutan suara tetap berlangsung hingga selesai.
Aspek aksesibilitas juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pemilihan.
Di Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkang, pemilih anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapatkan pendampingan dari keluarga yang ditandai dengan penggunaan kalung pendamping.
Direktur PT INTENS Rizqi Ayunda Pratama mengatakan pengalaman penerapan e-Voting di Sumbawa Barat menjadi bahan pengembangan teknologi pemilihan elektronik bagi perusahaan.
Dia berharap penggunaan sistem serupa dapat menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin menerapkan digitalisasi dalam penyelenggaraan pemilihan.
Sementara itu, Corporate Secretary PT INTI Risky Putri Perwati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, aparat TNI-Polri, Satpol PP, dan masyarakat yang turut mendukung pelaksanaan pilkades. (mar5/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ridwan Abdul Malik




